Top 3: Cerita Kapolsek Menteng yang Tembak Mati 1 Teroris

Saat itu bersama sejumlah anak buahnya melakukan baku tembak. Bahkan, tembakan Dedy berhasil melumpuhkan salah seorang teroris.

Diterbitkan 16 Januari 2016, 07:09 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu petugas polisi yang turut dalam aksi baku tembak dengan teroris di kawasan Sarinah adalah Kapolsek Metro Menteng AKBP Dedy Tabrani. Bahkan, tembakan Dedy berhasil melumpuhkan salah seorang teroris. Cerita ini menjadi berita yang paling banyak dibaca sepanjang Jumat kemarin.

Disusul oleh komentar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tentang pelaku teror yang mau saja dibohongi kelompok tertentu bisa masuk surga jika jadi teroris. Demikian pula dengan tulisan panjang tentang teror Jakarta yang dirangkum dalam Guncangan 'Konser' ISIS di Jakarta.

Top 3 News Selengkapnya:

1. Cerita Kapolsek Menteng Tembak Mati 1 Teroris Sarinah

Kapolsek Metro Menteng AKBP Dadi Tabrani, saat itu berhasil melumpuhkan dua pelaku teror bom Thamrin.

Aksi teror berupa ledakan bom terjadi siang tadi di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, siang tadi.‎ Selain bom, terjadi juga aksi baku tembak antara kelompok teroris dan aparat kepolisian. Salah satu petugas polisi yang turut dalam aksi baku tembak adalah Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dedy Tabrani.

Kapolsek Metro Menteng bercerita, dia saat itu bersama sejumlah anak buahnya melakukan baku tembak. Bahkan, tembakan Dedy berhasil melumpuhkan salah seorang teroris.

"Saya berempat sama anak buah saya saat itu. Yang saya tembak satu orang kena," ujar Dedy di lokasi kejadian, Kamis (16/1/216).

Selengkapnya...

2. Ahok: Teroris Mau Saja Dibohongi Masuk Surga

Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengutuk keras peristiwa teror di kawasan Sarinah. Dia juga bingung dengan pelaku bom bunuh diri yang mau dibohongi kelompok tertentu masuk surga.

"Sekarang mereka juga mikir gitu loh, yang berani mati kan yang goblok saja suruh pasang bom," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (15/1/2016).

Menurut dia, para pemimpin teror hanya berani memerintah orang tak berdosa yang telah dicuci otaknya untuk melakukan serangan teror. Mereka diiming-imingi masuk surga. Padahal, tidak ada satu agama pun yang menyebut membunuh orang akan masuk surga.

Selengkapnya...

3. Guncangan 'Konser' ISIS di Jakarta

Sejumlah polisi mengambil posisi di dekat sebuah mobil saat melakukan pengejaran terhadap pelaku ledakan di pospol Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1). Baku tembak terjadi di depan Sarinah setelah suara ledakan ketiga terjadi.  (AFP PHOTO/Bay Ismoyo)

Rentetan tembakan dan bom terjadi di kawasan Sarinah Thamrin, Kamis 14 Januari 2016. Ibu Kota pun terguncang. Sebanyak 31 orang menjadi korban: 7 tewas dan 24 lainnya mengalami luka. Dari 7 tewas, 5 di antaranya adalah pelaku teror, 1 warga negara Kanada dan 1 lagi warga negara Indonesia.

Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pukul 10.55 WIB. Awalnya pelaku menyerang Starbucks Coffee di Gedung Djakarta Theater.

"Saya ingin menjelaskan kejadian kasus bom bunuh diri dan penyerangan oleh kelompok teroris. Tepatnya pukul 11 kurang 5 menit, terjadi penyerangan dengan bom lempar oleh kelompok teroris di Starbucks, diawali dari sana," kata Budi di lokasi kejadian, Jakarta Pusat, Kamis 14 Januari 2016.

Selengkapnya...

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6