Sukses

Ajudan: Paku Alam IX Tak Pernah Marah

Liputan6.com, Yogyakarta - Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam IX mangkat dengan meninggalkan kesan yang baik. Kesan ini setidaknya seperti penuturan ajudannya, Timur Agus Nugroho.

Semasa Paku Alam menjabat sebagai Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Timur mengaku tak pernah merasakan kemarahan dari Paku Alam IX. Sesekali ada kemarahan, namun disertai dengan tawa di dalamnya.

"Ternyata hal itu juga beliau lakukan ke semua orang," ucap Timur di Puro Pakualaman, Kota Yogyakarta, Minggu (22/11/2015).

Timur mengaku punya banyak pengalaman yang berkesan selama menjadi ajudan Paku Alam IX. Paku Alam sering bercerita tentang ilmu pengetahuan yang tinggi.

Pengetahuan itu berasal dari pengalaman dan pengetahuan pribadi PA IX. "Itu yang tidak akan saya temui lagi."

Satu di antaranya, imbuh Timur, saat pergi makan bersama. Saat itu PA IX justru memilih untuk menjadi sopir menuju tempat makan. Bahkan saat itu makannya pun dalam satu meja. Timur teringat kembali masa-masa itu yang tidak akan pernah terulang lagi.

"Karena beliau wafat, kami sangat kehilangan. Beliau orang yang tidak menjaga jarak," kata dia.

Mendagri Tjahjo Kumolo turut melayat Paku Alam IX di Puro Pakualaman, Yogyakarta. (Liputan6.com/Fathi Mahmud)

Sementara di Puro Pakualaman hingga siang tadi sekitar pukul 12.00 WIB, masih dipenuhi para pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada Paku Alam IX. Beberapa tokoh masyarakat tampak hadir di Puro Pakualaman.

Mulai dari Gubernur DIY sekaligus Raja Keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, Mendagri Tjahjo Kumolo, mantan Wakil Presiden Boediono, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti hingga Gubernur Akademi Angkatan Udara Marsda TNI Abdul Mu'is.

Tampak pula Komandan Korem 072/Pamungkas Yogyakarta Brigjen TNI Stefanus Tri Mulyono, Bupati Kulon Progo Hasto Ardoyo, serta para anggota DPRD setempat.

Sri Paduka Paku Alam ke IX meninggal dunia (Sumber: Wikipedia)

KGPAA Paku Alam IX wafat pada usia 77 tahun di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta pada Sabtu 21 November, pukul 15.10 WIB. Sebelum wafat almarhum sempat dirawat di rumah sakit selama sepekan terakhir karena pernapasan akut.

Almarhum lahir pada 7 Mei 1938 dan dinobatkan sebagai KGPAA Paku Alam IX pada 26 Mei 1999 menggantikan Paku Alam VIII, lalu pada 2003 diangkat menjadi Wakil Gubernur DIY mendampingi Gubernur DIY Sri Sultan HB X.

Rencananya, jenazah KGPAA Paku Alam IX akan dikebumikan di Pemakaman Keluarga Pakualaman, Astana Girigondo di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, DIY, Minggu sore ini. (Ans/Hmb)