Sukses

Korban Pelemparan Suporter di Tol Jagorawi Anggota TNI AL

Liputan6.com, Jakarta - Sekelompok remaja ‎yang mengaku suporter melempari sebuah bus di wilayah Tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi) yang melintas dari arah Bogor menuju Jakarta. Ternyata tak hanya bus, para remaja itu juga melempari truk tentara yang sedang melintas.

‎Akibatnya, seorang anggota TNI AL dikabarkan menjadi korban pelemparan tersebut. ‎"Korban pingsan tentara dari AL, pangkatnya peltu," ucap pimpinan PJR Tol Jagorawi Komisaris Polisi Sutinah saat dikonfirmasi, Sabtu (17/10/2015) malam.

Pelemparan ini terjadi di Tol Jagorawi KM 11 arah Jakarta, petang tadi. Sekitar 10 pemuda melempar mobil-mobil yang melintas dengan batu. "Diduga pelaku ada 10, yang sudah tertangkap baru 1," ungkap Sutinah.

Sejauh ini belum diketahui apakah insiden tersebut terkait dengan aksi sweeping pelat D dan pelemparan batu di sejumlah titik di Ibukota sejak Jumat tengah malam 16 Oktober 2015. Pelaku yang berusia 18 tahun ini mengaku melakukan penimpukan karena berkaitan dengan aksi dukung kesebelasan.

"Untuk penanganan lebih lanjut, sudah diserahkan ke Polsek Ciracas. Yang diduga pelaku juga diserahkan ke Polsek Ciracas, saat ini sedang dalam perjalanan," tegas dia.

Sementara itu saat dihubungi, Kepala Dispen TNI AL Laksma M Zainudin mengaku belum mengetahui adanya insiden yang menyebabkan salah seorang anggotanya menjadi korban.

"Saya belum tahu. Saya coba cek dulu dari yang di lapangan," tukas Zainudin.

H-1 laga final Piala Presiden 2015, tindak anarkisme yang diduga ditengarai suporter klub Persija, The Jak Mania atau Jakmania pecah di beberapa lokasi, termasuk Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu 17 Oktober 2015 pukul 02.00 WIB dini hari.

Mereka diduga menyerang sebuah mobil travel tipe minibus X-TRANS berpelat nomor D 7814 AH dengan lemparan batu hingga mengakibatkan kaca depan sebelah kiri pecah.

Polisi yang tiba di lokasi langsung menangkap 10 pemuda yang mengaku simpatisan The Jakmania. Dari hasil pemeriksaan sementara, ke-10 pemuda itu mengaku tak saling mengenal. Mereka mengaku bergerak karena membaca tulisan di media sosial Facebook dan pesan berantai (broadcast) BlackBerry Messenger (BBM) yang berisi provokasi menghadang Bobotoh atau suporter Persib masuk ke Jakarta. (Ans/Ado)

Loading