Kritik terhadap Boediono Semakin Gencar

Tudingan terhadap Boediono yang dianggap menganut paham ekonomi liberal semakin gencar. Pasangan SBY-Boediono dinilai tidak akan prorakyat jika nanti memerintah.

Diterbitkan 22 Mei 2009, 18:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Berbeda dengan pemilihan presiden lima tahun lalu, pilpres tahun ini diwarnai polemik soal ekonomi neoliberal dan kerakyatan. Bahkan, capres Partai Golkar Jusuf Kalla ikut terlibat dalam polemik ini dengan melancarkan tudingan terhadap Boediono, cawapres pasangan Susilo Bambang Yudhoyono. Boediono dinilainya sebagai penganut neoliberal yang menyerahkan kebijakan ekonomi pada pasar bebas tanpa adanya perlindungan dari pemerintah.

Kritik dari ekonom juga tak kalah gencar, seperti dilontarkan Direktur Eksekutif Econit, Hendri Saparini. Pemerintahan Yudhoyono, menurut Hendri telah melakukan liberalisasi di sektor keuangan dan sektor perdagangan. Jika nanti memerintah, pasangan ini dinilai akan menjalankan kebijakan ekonomi pasar bebas yang seringkali tidak prorakyat.

Tudingan bernada seragam itu sebenarnya sudah kerap dibantah Boediono. Tapi, cap penganut pasar bebas tampaknya tak bisa dihilangkan begitu saja.(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6