Sukses

BI Membekukan Usaha PT Unibank

Liputan6.com, Jakarta: Bank Indonesia Senin (29/10), membekukan kegiatan usaha PT Unibank Tbk., menyusul keluarnya status bank beku kegiatan usaha (BBKU). Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) sebelumnya telah menggelar rapat dengan Badan Penyehatan Perbankan Nasional untuk mengambil langkah-langkah antisipasi atas dampak pembekuan bank yang tercatat di Bursa Efek Jakarta ini. Langkah yang diambil di antaranya pengamanan dana nasabah, pembekuan aset, dan nasib karyawan.

Sementara itu, Unibank melalui kuasa hukumnya, Alamsyah Hanafiah, menyatakan status BBKU terbit karena kliennya bangkrut bukan pelanggaran tidak memenuhi rasio kecukupan modal (CAR) seperti yang diberitakan media massa akhir-akhir ini. Menurut Alamsyah, kliennya bangkrut menyusul penarikan uang secara besar-besaran (rush) yang mencapai ratusan miliar rupiah, sepekan terakhir ini. Penyebab rush, tambah Alamsyah adalah isu yang dilansir media massa mengenai kurangnya rasio kecukupan modal Unibank.

Unibank adalah bank yang sejak November 2000 mendapat pengawasan khusus pemerintah karena kondisi keuangannya memburuk. Hal ini tercermin dari CAR di bawah 4 persen. Ketika itu BI masih memberikan kesempatan untuk memperbaiki kinerjanya. Namun setelah melihat perkembangan terakhir khususnya terhadap posisi kredit dan CAR, BI melihat Unibank tak bisa diselamatkan lagi. Dengan status BBKU Unibank selanjutnya akan diurus BPPN.

Sementara itu, dalam laporan keuangan per 31 Desember 2000 terungkap pendapatan bunga Unibank meningkat menjadi Rp 454,92 miliar dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 238,40 miliar. Unibank juga dalam laporan terakhir membukukan keuntungan sebesar Rp 96,12 miliar. Padahal sebelumnya menderita kerugian sebesar Rp 39,76 miliar.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)