Sukses

Ini Dugaan Penyebab Bus Transjakarta Terbakar

Liputan6.com, Jakarta - Satu unit Transjakarta merek Zhong Thong terbakar saat melintas di koridor 9 tepatnya jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan pada Minggu 8 Maret 2015. Meski belum ada kepastian penyebab kebakaran tersebut, ada dugaan kesalahan terdapat di turbo bus.

Hal ini diutarakan Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Steve Kosasih, berdasarkan pengecekan awal yang dilakukan pihaknya.

"Ada salah satu bagian turbo-nya yang overheating. Nah itu yang sedang kami cek," ungkap Kosasih di Balaikota Jakarta, Senin (9/3/2015).

Sehingga menurut dia, kemungkinan besar penyebabnya bukan arus pendek listrik. Juga bukan karena bagian mesin yang sempat terendam banjir.

Ia menegaskan sudah mengecek ke pihak Damri yang juga menggunakan bus dengan merek Zhong Thong. Ternyata bus Damri juga pernah mengalami hal serupa di bagian mesin yang sama. Sebab itu, PT Transjakarta merasa perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut.

"Karena itu kami melihat di dua tempat berbeda terjadi kejadian yang sama," kata dia.

Mengenai kondisi badan bus, ia menyatakan tak ada masalah. Hanya bagian sebelah kanan mengalami kerusakan akibat terbakar. Sementara turbo yang overheat sedang diselidiki pihak Agen Pemegang Merek (APM) Zhong Thong.

"Kemarin sampai pagi ini kita minta pihak Zhong Thong datang. Mereka datang untuk melihat mesin tersebut. Kita minta bagian kompartemen mesin sebelah kanan yang terbakar dicek sama dia," ucap Kosasih.

Ia menambahkan sebenarnya bus Transjakarta yang terbakar kemarin baru beroperasi selama 3 hari. Sebelumnya telah diservis selama sebulan oleh Zhong Thong.

Bus tersebut dikatakan Koasasih memang bagian dari pengadaan Transjakarta pada 2013 lalu dan tiba di Jakarta pada 2014. Karena adanya masalah bus berkarat hingga kasus dugaan korupsi Transjakarta, maka setahun kemarin belum dioperasikan dan masih garansi Zhong Thong.

"Kami baru ambil alih operasi tanggal 1 Januari 2015. Sejak awal tahun itu perawatannya berkontrak oleh pihak Zhong Thong. Jadi kita nggak rawat sendiri," kata Kosasih. (Ali/Yus)

Loading