Sukses

Detik-detik Mengerikan Kecelakaan Outlander Maut di Pondok Indah

Liputan6.com, Jakarta - Kecelakaan maut di jalan arteri Pondok Indah menggemparkan banyak orang. Sebab, tabrakan pada Selasa 20 Januari 2015 malam itu telah merenggut 4 nyawa.

Saksi mata, Faber Aries Setiawan (41), yang mengaku pertama kali melihat kejadian itu tidak menyangka sama sekali tengah terjadi tabrakan. "Saya kira ada syuting film. Soalnya, pas kejadian itu motor nyangkut di depan bemper mobil dan mobil terus jalan dengan kencang ke arah Pondok Indah," ujar Aries di depan kejadian perkara, Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (21/1/2015).

Aries menuturkan, ada 2 motor yang terjepit. Namun, satunya sudah terpental di dekat Holland Bakery, Kebayoran Lama. Kemudian satu orang dengan motornya masih terseret hingga 100 meter.

"Saya baru lihat ada orang di bawah mobil. Banyak warga akhirnya mengejar tapi si pengendara mobil tidak berhenti. Saya dengar suara 'krak' kayak abis ngelindas orang dan satu lagi masih nyangkut kemudian terpental juga," jelas dia.

Aries melanjutkan, sempat menolong korban dan langsung dilarikan menggunakan ambulance yang berada di RW 02 Kebayoran Lama Selatan. "Saya akhirnya nolong orang itu. Kaki saya bersimbah darah banyak banget. Terus akhirnya diangkut pakai ambulance punya RW 02," tutur dia.

Saksi lain, Udin (31), mengatakan sempat ikut mengejar pelaku penabrakan. Tapi mobil pelaku ngebut meskipun sudah menabrak orang.

"Saya ikut mengejar. Soalnya takut orangnya kabur. Ada motor satu juga ikut ngejar. Kasian, motor jalan pelan dia main sikat saja," tandas Udin.

Pelaku penabrakan diketahui bernama Christoper. Dia menabrak 9 kendaraan yakni 3 mobil dan 6 sepeda motor di Arteri Pondok Indah. Akibatnya 4 orang tewas dan 3 lainnya luka-luka dalam tabrakan maut itu.

Mobil bernomor polisi B 1658 PJE yang dikendarai pelaku ternyata milik Ali, teman pelaku. Ali bersama sopirnya, Sandi, dan Christoper sebelum kejadian keluar dari Pacific Place. Namun, di tengah jalan Ali turun dan menyuruh sopirnya, Sandi, mengantar Christoper.

Di tengah jalan, Sandi yang memegang setir mobil tiba-tiba direbut oleh Christoper. Tidak ingin ribut, Sandi pun menyerahkan kemudi kepada Christoper. Namun, tanpa diduga Christoper mengendarai mobil tersebut dengan kecepatan tinggi dan langsung menabrak pengendara lain.

Hingga kini polisi masih mendalami motif Christoper merebut mobil tersebut dan diduga Christoper mengemudi di bawah pengaruh minuman ataupun obat-obatan hingga terjadi kecelakaan maut arteri Pondok Indah. (Sun/Mut)