Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung langkah menenggelamkan kapal asing yang mencuri ikan di laut Indonesia. Menurut JK, tindakan tegas ini pantas dilakukan, karena negara lain juga melakukan hal serupa.
"Lihat Australia, kapal-kapal juga ditenggelamkan. Itu juga Malaysia tangkap nelayan Indonesia yang masuk. Semua bukan hanya Indonesia," tegas JK di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (25/11/2014).
JK menerangkan, pemerintah tidak akan menenggelamkan kapal begitu saja. Melainkan hanya menindak kapal asing yang tak mematuhi aturan. "Siapa langgar teritorial Indonesia, itu kan berarti melanggar," ujar JK.
Kebijakan untuk menenggelamkan kapal asing pencuri ikan di laut Indonesia, diungkapkan pertama kali oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Menurut Susi, selama ini kekayaan laut Indonesia, terutama ikan, banyak dijarah negara lain sehingga Indonesia tak mendapat banyak pemasukan dari sumber daya laut.
Susi mengungkapkan, modus para pencuri ikan itu antara lain menggunakan kapal dengan bendera Indonesia padahal pemiliknya adalah orang asing. Pencurian ikan sangat marak di wilayah laut Indonesia, karena itu Susi meminta agar pelaku dan kapalnya ditindak tegas.
Kebijakan ini didukung oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Saat berbicara di hadapan WNI di Brisbane, Australia, Presiden Jokowi mengatakan agar kapal-kapal Malaysia yang tertangkap tanpa izin ditenggelamkan saja. (Sun)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5441352/original/085354000_1765504848-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-12-12T084357.150.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5528523/original/006924900_1773286985-cek_fakta_-_ikan_budidaya_link_pendaftaran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380756/original/071937100_1792737316-Screenshot_2026-10-23_124005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380731/original/013852100_1792736272-cek_fakta_-_ikan_budidaya_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/771784/original/020552700_1416915320-100924bfoto-tenggelam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1216284/original/072310900_1461733090-Susi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1221670/original/022281500_1462185263-Wapres_Jusuf_Kalla.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1056697/original/076781000_1447662791-20151116-Menteri-Susi-AFP-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1645562/original/032963500_1499769575-1.jpg)