Sukses

Isu Organda Mogok Bikin Terminal Kampung Rambutan Sepi Penumpang

Liputan6.com, Jakarta - Ancaman mogok massal yang disampaikan oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda) ternyata berdampak pada penumpang yang menggunakan angkutan umum maupun angkutan antar kota dan antar provinsi (AKAP).

Kepala Terminal Kampung Rambutan, Sugiyono mengatakan dengan isu mogok yang dilontarkan Organda, penumpang yang datang menurun.

"Dengan isu mogok yang disampaikan Organda, penumpang menurun total. Lihat saja jam segini masih sepi. Di dalam kota juga yang menggunakan angkot juga sepi," ujar Sugiyono di terminal KP Rambutan, Jakarta Timur, Rabu (19/11/2014).

Berdasarkan data yang diterima, penumpang yang tiba pada hari Rabu hingga pukul 08.00 WIB berjumlah 1.973 sedangkan yang berangkat hanya 242 orang. Berbeda pada kemarin, Selasa (18/11/2014), pada jam yang sama penumpang yang datang sebanyak 2.681 orang sedangkan yang berangkat 414 orang.

Sugiyono pun mengungkapkan, hingga hari ini, pihaknya pun belum melihat atau menerima surat edaran dari Organda.

"Infonya sampai sekarang, belum ada surat edaran. Organda biasanya langsung nembak ke perusahaan-perusahaan AKAP, tapi kan bisa dilihat sendiri aktivitas berjalan seperti biasa," jelas dia.

Sebelumnya, Ketua DPP Organda Ekasari Lorena menyatakan akan melakukan aksi mogok massal. Hal tersebut dilakukan karena menolak kebijakan naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Aksi tersebut, tambah Eka, merupakan hasil keputusan Mukernas DPP Organda Pusat di Semarang, Jawa Tengah.

Mogok itu, menurut rencana, akan dilakukan seharian penuh. "Namun, mungkin untuk angkutan taksi, penumpang yang sudah memesan untuk pagi hari akan diantar terlebih dulu," tutup dia.

>>>Penumpang Takut>>>

 

2 dari 2 halaman

Penumpang Takut

Penumpang Takut

Ancaman mogoknya Organda atau Organisasi Angkutan Darat, ternyata juga membuat takut penumpang yang menggunakan sarana transportasi darat. Salah satunya adalah penumpang bus antar kota, Lia yang menuju Karawang.

Lia mengaku rela berangkat pagi untuk menghindari rencana mogok massal. "Saya dengar dari teman saya soal isu mogok itu, katanya disuruh berangkat pagi. Saya datang pagi, ternyata nggak ada mogok, tapi takut juga kalo nggak ada kendaraan," tutur dia.

Sementara itu, Santi salah satu warga Jakarta yang berasal dari Cianjur juga menuturkan rasa takutnya. Karena ia sehari-hari bergantung dengan angkutan umum.

"Saya takut juga, tadi deg-degan juga dari Cianjur, soalnya kan sampai sini mesti naik angkot lagi buat kerumah, takut nggak ada. Kan bikin susah saja," jelas dia.

Sementara itu, penumpang asal Bandung, Noni berharap isu mogok tersebut tidak berkepanjangan. Sebab selain takut tak ada kendaraan di Jakarta, dirinya juga khawatir tak ada kendaraan menuju Bandung.

"Takutlah (nggak ada kendaraan), ya moga aja nggak panjang isu mogoknya. Kalo nggak ya ujungnya nambah hari di Jakarta, tapi jadi merepotkan juga kan," tutur Noni. (Mut)