Jokowi: Indonesia Harus Berteman dengan Negara yang Menguntungkan

Jokowi menegaskan, hubungan diplomatik itu harus memberikan manfaat yang baik bagi negara dan dapat dirasakan seluruh rakyat.

Diterbitkan 17 November 2014, 01:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan sikap politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif, yakni menjalin hubungan dengan semua negara. Namun ia menegaskan, hubungan diplomatik itu harus memberikan manfaat yang baik bagi negara dan dapat dirasakan seluruh rakyat.

"Iya dong, harus berteman dengan negara yang menguntungkan. Kalau nggak menguntungkan ya nggak mau," ucap Jokowi di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (16/11/2014).

Menurut dia, memiliki hubungan yang baik dengan seluruh negara memang diperlukan Indonesia. Hanya saja, apabila negara tersebut mendatangkan kerugian bagi Indonesia maka dirinya kemungkinan memilih tak menjalin hubungan yang luas dengan negara itu.

"Jangan banyak teman tapi dirugikan, ngapain. Banyak teman ya harus banyak untung. (Jika tak menguntungkan) ya ketemu tapi dikit-dikit aja yah. Hehe... Nggak usah deket-deket," ucap dia.

Presiden Jokowi baru saja tiba di Tanah Air setelah melakukan kunjungan kerja ke China, Myanmar dan Australia selama sepekan lebih. Dirinya mengaku cukup akrab dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jin Ping dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dibandingkan kepala negara lainnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Presiden Jokowi hibur anak-anak dengan atraksi sulap di peringatan Hari Anak Nasional, di Pekanbaru, Riau.
    Joko Widodo merupakan Presiden ke-7 Indonesia yang memenangi Pemilihan Presiden bersama wakilnya Jusuf Kalla pada 2014
    Jokowi