Liputan6.com, Jakarta - Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempertanyakan langkah Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang bekerja sama dengan perusahaan minyak asal Angola, Sonangol.
Wakil Ketua Komisi I, Hanafi Rais, mengatakan dengan melibatkan Sonangol artinya Pemerintahan Indonesia secara tidak langsung bekerja sama dengan sindikasi minyak China, China International Fund (CIF). Sepengetahuannya, CIF merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perminyakan dunia, termasuk sindikasi yang tidak transparan dan tidak sepenuhnya profesional.
"Tapi saya tidak katakan ini mafia. Karena istilahnya sindikasi, minyak yang dijual ke China dari negara Afrika yang bekas komunis, salah satunya Angola," ujar Hanafi Rais kepada wartawan, di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11/2014).
Menurut putra Amien Rais ini, langkah tersebut dalam kacamata politik sangat dikhawatirkan. Jika masih seperti ini, pemerintah Jokowi bias politik.
"Saya minta pemerintah Jokowi tetap menjalankan bebas aktif. Kalau ada sindikasi dengan CIF kemudian menteri keuangan bergabung dengan China, itu artinya tidak ada kejelasan. Apakah ini bagian dari politik luar ngeri?" tandasnya.
Politisi PAN ini mengingatkan akibat dari kerja sama itu jangan sampai ekonomi Indonesia tidak punya kerangka besar. "Dengan kata lain, harus jelas politik luar negerinya seperti apa, foreign policy-nya seperti apa. Itu yang kita minta," imbuhnya.
Hanafi menyatakan, kerja sama dengan pihak mana pun tidak masalah. Tapi, yang harus diingat adalah jangan terburu-buru dan lebih cermat.
"Saya melihat ini sebuah grand design antara pemerintah Jokowi dengan pemerintah China, untuk memperketat di bidang ekonomi, tapi implikasinya juga mempengaruhi pekerjaan di bidang politik," terang dia. (Yus)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5164799/original/043621100_1742183216-dbe96acd3b3529457b7c0146890290a1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/50717/original/027676700_1521009097-cropped-19290640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/679926/original/tambang-minyak.jpg)


:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259465/original/002024800_1781501908-Manuel_Neuer.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8516358/original/046339900_1782441794-pepe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8504143/original/019730100_1782424741-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264182/original/093339000_1782097612-063_2282690884.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258200/original/037838200_1781326433-000_B6XQ9ZM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258839/original/015610100_1781416618-IMG-20260614-WA0022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513884/original/037538000_1782437861-AP26176736605560.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513056/original/032314400_1782436532-jepang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513256/original/026711200_1782437004-AP26176799194484.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560355/original/086009700_1776665851-1000175371.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5559115/original/052967000_1776517643-IMG_2123.jpeg)