Sukses

HEADLINE HARI INI:PERPISAHAN WAPRES, MENGENANG EKSISTENSI JK DI PANGGUNG POLITIK NASIONAL

Presiden Megawati Menetapkan Kembali Bimantoro sebagai Kapolri

Liputan6.com, Jakarta: Presiden Megawati Sukarnoputri mencabut jabatan nonaktif Kapolri Jenderal Polisi Surojo Bimantoro dan menetapkan dia kembali sebagai Kapolri. Keputusan ini sekaligus mencabut Pemangku Jabatan Sementara (Pjs) Kapolri yang diemban Jenderal Chaeruddin Ismail. Hal itu dijelaskan Sekretaris Wakil Presiden Bambang Kesowo dalam acara coffee morning di Istana Wapres, Jumat (3/8) pagi.

Keputusan Presiden itu berkaitan dengan keluarnya keputusan Mahkamah Agung (MA) tanggal 31 Juli 2001, tentang judicial review atas penerbitan Keppres Nomor 77 Tahun 2001 [baca:MA: Jabatan Wakapolri Chaeruddin Ismail Tak Sah]. Peraturan itu terkait dengan Keppres No 54 Tahun 2001 tentang Organisasi Kepolisian RI. "Dengan putusan MA itu, Presiden Megawati melalui Keppres No.97 Tahun 2001 tanggal 2 Agustus 2001 mencabut Keppres 77 Tahun 2001," kata dia. Selanjutnya organisasi Polri kembali diatur dalam Keppres No.54 Tahun 2001yang meniadakan jabatan Wakapolri.

Bersamaan dengan keputusan itu, kata Kesowo yang menjadi juru bicara Presiden Megawati ini, dikeluarkan Keppres No.60 tahun 2001 yang mencabut Keppres No.41 dan No.49 tahun 2001. "Dengan demikian Jenderal Bimantoro dikembalikan ke jabatan semula sebagai Kapolri," ujar dia. Presiden juga mengeluarkan Keppres No.61 tahun 2001 tertanggal 31 Juli tentang pencabutan Kepres No.56 Tahun 2001 yang menugaskan Jenderal Pol Chaeruddin Ismail sebagai Pjs Kapolri.

Sebelumnya, Presiden Abdurrahman Wahid menonaktifkan Bimantoro sebagai Kapolri dengan Keppres No 41 tahun 2000 dan diberhentikan dengan Keppres No 49 tahun 2000.

Kesowo juga mengatakan Keppres itu tidak menjelaskan jabatan baru untuk Chaeruddin karena akan dibicarakan dalam waktu dekat. Meski jabatan sebagai pjs Kapolri dicabut, tapi pangkat Chaeruddin sebagai Jenderal Polisi tidak diturunkan.(COK/Tris Wijayanto dan Dwi Guntoro)
    Loading