Harimau di Rumah Unique Priscilla

Unique Priscilla saat ini merawat seekor anak harimau yang diberi nama Lady di rumahnya yang terletak di Rempoa, Jaksel. Untuk melestarikan hewan buas ini Unique rela merogoh kocek jutaan rupiah untuk merawat Lady.

Diterbitkan 15 April 2007, 06:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Keterbatasan lahan tak menjadi kendala bagi artis Unique Priscilla untuk memelihara seekor anak harimau di rumahnya daerah Rempoa, Jakarta Selatan. Kepedulian dan cinta membuat keluarga Unique tak ragu merogoh kocek jutaan rupiah untuk mengembangbiakkan hewan yang terancam punah ini. Apalagi hutan mereka makin hancur oleh maraknya pembalakan liar.

Anak harimau yang berada di rumah istri Bucek Depp itu bernama Lady. Binatang yang belum genap berusia setahun itu adalah keturunan Bima dan Arimbi yang awalnya menjadi titipan Taman Safari Indonesia.

Perawatan yang baik membuat harimau yang dirawat di rumah Unique melahirkan generasi baru. Menurut pawang yang merawat Lady, tak sedikit generasi sebelum Lady diserahkan kembali kepada Kebun Binatang Ragunan dan Taman Safari Indonesia di Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Tak hanya Unique yang peduli dengan satwa langka. Fitri juga demikian. Selama enam tahun silam, perempuan ini menjadi perawat singa laut di Taman Safari.

Singa laut di Taman Safari membutuhkan perawatan yang cermat dan tepat waktu. Karena itu Fitri setiap hari harus memberi makan dan merawat singa laut dengan penuh kasih sayang. Meski sudah lama bersama singa laut, Fitri selalu waspada menghadapi hewan ini. Namun yang pasti, kasih sayang merupakan kunci dalam menghadapi singa laut.

Fitri mulanya bekerja sebagai pelayan restoran. Merasa pekerjaaannya tak menantang, ibu satu anak ini pun memberanikan diri melamar sebagai perawat binatang di Taman Safari.

Perasaan takut pernah hinggap di pikirannya. Tapi perasaan itu pelahan sirna seiring waktu dan pelatihan yang dijalaninya. Perempuan ini mengaku puas ketika para pengunjung menyukai aksinya bersama singa laut.

Kebun binatang boleh jadi tempat yang bagus untuk memelihara kelestarian hewan yang terancam punah. Tapi habitat asli tentu saja masih menjadi tempat paling ideal. Satu di antaranya adalah Pulau Dua di Desa Sawah Luhur, Kasemen, Kabupaten Serang, Banten. Tempat ini menjadi surga bagi ribuan burung.

Pulau yang berjarak sembilan kilometer dari pusat Kabupaten Serang itu adalah kawasan cagar alam yang dilindungi. Di pulau seluas 30 hektare ini terdapat lebih dari 50 ribu ekor burung dari 108 spesies. Burung-burung yang mudah ditemui di pulau ini antara lain burung bangau, cangak merah, pecuk padi, kowak maling, dan roko-roko. Pada musim tertentu, pulau ini menjadi tempat bermigrasi burung-burung dari Selandia Baru dan Benua Australia. Tak heran jika kemudian Pulau Dua dikenal juga sebagai Pulau Burung.

Tak hanya burung, Pulau Dua juga dihiasi oleh rimbunnya pepohonan. Ada lebih dari 85 jenis tumbuhan yang berdiri di pulau ini. Karena itulah tempat ini menjadi tempat penelitian berbagai perguruan tinggi baik di Jakarta, Jabar, maupun Banten.

Keberadaan Pulau Burung tak bisa lepas dari nafas hidup Mad Sahi. Selama 25 tahun pria ini bekerja sebagai penjaga Pulau Burung. Melalui tangan pria kelahiran Ujungkulon, Pandeglang, Banten ini Pulau Dua dijaga dari kerusakan.

Seperti terlihat saat disambangi SCTV, Mad Sahi tengah merawat seekor burung bangau yang sakit. Atas pengabdiannya menjaga cagar alam ini, pada 1989 Mad Sahi memperoleh penghargaan Kalpataru dari mantan Presiden Soeharto.(YAN/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6