Warga Jabon Tolak Terbitnya Peta Bencana Baru

Warga Kecamatan Jabon berdemonstrasi di lokasi spill way di Desa Pajarakan untuk memprotes peta bencana baru yang dikeluarkan 22 Maret silam. Di peta itu, Kecamatan Jabon tidak termasuk penerima ganti rugi.

Diterbitkan 07 April 2007, 13:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Sidoarjo: Ratusan warga dari empat desa berdemonstrasi di lokasi spill way atau saluran pembuangan lumpur di Pajarakan, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (7/4). Warga dari Desa Mindi, Pajarakan, Kedung Cangkring, dan Besuki itu memprotes peta bencana yang diterbitkan 22 Maret silam.

Demonstrasi juga diikuti kaum ibu dan anak-anak dengan pengawalan ketat aparat Kepolisian Resor Sidoarjo dan Kepolisian Daerah Jawa Timur. Sekitar 600 personel bahkan dilengkapi senjata laras panjang. Kendati dikawal, warga nekat menduduki ekskavator dan bego sebagai bentuk protes mereka. Hingga siang ini, belum seorang pun anggota Tim Nasional Penanggulangan Lumpur Lapindo terlihat di lokasi aksi massa.

Warga menilai, peta bencana baru, dibuat secara tidak adil karena Desa Pajarakan, Besuki, dan Kedung Cangkring, Kecamatan Jabon tidak masuk kawasan yang akan mendapat ganti rugi. Meski tidak langsung terendam lumpur, sejak dibangun spill way akhir 2006, sedikitnya sudah dua kali luapan lumpur menggenangi perumahan. Karena itulah, warga khawatir rumah mereka akan terendam jika penahan lumpur jebol seperti terjadi pada Perumntas I.(KEN/Eko Yudho Wibowo)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6