Hatta Rajasa Siap Mundur

Menteri Perhubungan Hatta Rajasa menyatakan kesiapan mundur bila sewaktu-waktu Presiden menghendakinya. Siang ini, Presiden Yudhoyono menggelar rapat terbatas membahas penanganan bencana dan kecelakaan pesawat Garuda.

Diterbitkan 08 Maret 2007, 12:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Rentetan musibah dialami dunia transportasi di Tanah Air, belakangan ini. Terakhir adalah kecelakaan yang menimpa pesawat Garuda GA 200 di Bandar Udara Adi Sucipto, Yogyakarta, kemarin pagi. Lantaran itulah, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa menyatakan siap jika sewaktu-waktu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghendaki pengunduran dirinya. "Harus terima dong, saya kan diangkat Presiden," ujar Menteri Hatta sebelum mengikuti rapat kabinet di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (8/3) siang [baca: Pesawat Garuda Terbakar Saat Akan Mendarat].

Hatta mengungkapkan, dirinya telah mendengar suara-suara yang memintanya mundur terkait seringnya kecelakaan transportasi terjadi [baca: Laut dan Udara Tidak Aman?]. Untuk itu, ia akan menyampaikan laporan tersebut kepada Presiden.

Hari ini Presiden Yudhoyono memang menggelar rapat terbatas membahas masalah penanganan bencana alam dan kecelakaan pesawat jenis Boeing 737-400 milik maskapai penerbangan nasional tersebut [baca: Republik Berduka]. Rapat yang digelar sejak pukul 11.00 WIB itu dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, tiga menteri koordinator dan menteri dan pejabat setingkat lainnya.

Sebelum mengikuti rapat, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Widodo A.S. mengatakan sesuai dengan instruksi presiden, penyelidikan untuk mengetahui ada tidaknya faktor kesengajaan dalam musibah pesawat Garuda terus dilakukan [baca: Widodo A.S. Ditugaskan Menyelidiki Kecelakaan Garuda]. Penyelidikan ini melibatkan pihak Kepolisian RI dan Badan Intelijen Nasional. Namun, sejauh ini, tim penyelidik belum menemukan adanya indikasi sabotase.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6