Kejanggalan Pesawat Terasa Menjelang Mendarat

Saksi-saksi menyebutkan kejanggalan pesawat sudah mulai dirasakan menjelang pesawat akan mendarat. Saat mendarat pesawat tak bisa dikendalikan.

Diterbitkan 07 Maret 2007, 19:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Yogyakarta: Berdasarkan keterangan para saksi atau penumpang yang selamat pesawat Garuda GA 200 yang terbakar di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, Rabu (7/3) pagi tadi sudah mengalami kejanggalan sesaat sebelum mendarat. Saat mendarat pesawat melaju dengan kencang sebelum akhirnya berhenti di tengah sawah.

Dari simulasi kecelakaan pesawat yang dibuat Redaksi Liputan 6 SCTV berdasarkan keterangan para penumpang, sesaat akan mendarat kejanggalan mulai dirasakan para penumpang. Tidak seperti biasanya, pesawat turun dengan cepat hingga akhirnya mendarat dengan keras yang diikuti dengan kepanikan para penumpang karena lampu di dalam kabin padam. Selanjutnya pesawat melaju dengan kecepatan tinggi. Saat itu penumpang mulai melihat percikan api di bagian kanan pesawat.

Pilot berusaha untuk mengendalikan laju pesawat namun pesawat tidak dapat berhenti sebelum akhirnya terperosok di tengah sawah yang berada di luar landasan pacu. Saat itu di dalam pesawat, api membesar yang diikuti suara ledakan.

Penumpang yang lolos dari maut dalam peristiwa terbakarnya pesawat Garuda GA 200 adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan kriminlog Universitas Indonesia Adrianus Meliala. Din selamat setelah keluar dengan menggunakan pintu darurat. Begitu juga dengan Adrianus Meliala. Ia berusaha menerobos api dan meloncat dan berguling-guling. Ledakan pertama terdengar setelah Andrianus berjarak sepuluh meter dari bangkai pesawat. "Setelah itu terdengar kembali ledakan kedua. Saya dibantu teman-teman," kata Adrianus.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6