Menanggapi perintah Wapres Kalla, Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya menyatakan masalah kelangkaan minyak tanah akan selesai dalam waktu singkat. "Dalam dua tiga hari bisa selesai. Karena perlu ada waktu membawa minyak tanah dari instalasi depo kita ke pangkalan," kata ia. Hanung memastikan, petang nanti pasokan minyak tanah mulai masuk ke pangkalan, terutama yang di Jakarta [baca: Pertamina Menambah Pasokan Minyak Tanah].
Kelangkaan minyak tanah hingga kini terus berlangsung. Di kawasan Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, misalnya, warga mengantre minyak tanah sejak pukul 05.00 WIB. Kelangkaan terjadi sejak dua pekan terakhir. Warga makin kesal sebab pembelian dijatah. Menurut sang agen, pasokan memang dikurangi karena ada rencana penggantian dengan elpiji.
Kondisi serupa terjadi di Tangerang, Banten. Agen minyak tanah yang baru mendapat pasokan langsung diserbu warga, seperti di kawasan Kreo Selatan, Ciledug. Bukan cuma warga, para pengecer pun turut berebut mendapatkan minyak tanah. Karena langkanya, sebagian warga bahkan mengaku sudah beralih menggunakan kayu bakar.
Advertisement
Sementara itu, janji Pertamina menambah pasokan minyak tanah ke Depok, Jawa Barat, hingga kini belum terealisasi. Abud, pemilik pangkalan minyak tanah di Sukmajaya, Depok, yang sejak pagi telah bersiap menerima pasokan terpaksa kecewa. Sebab hingga siang ini, dia belum juga menerima kiriman minyak tanah.
Kelangkaan minyak juga terjadi di sejumlah daerah, terutama di Pulau Sumatra. Sulitnya mencari minyak tanah dirasakan warga Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan, Sumatra Utara, sejak dua bulan terakhir. Pihak agen mengaku sudah tidak mendapatkan pasokan dari Pertamina. Kalaupun ada, itu jatah untuk kabupaten lain di Sumut.
Lantaran langka, warga terpaksa mengeluarkan uang lebih karena minyak tanah dijual Rp 3.500 per liter. Ini lebih tinggi dari harga eceran yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat, yakni Rp 2.300 per liter.
Untuk mengatasi kelangkaan di Medan, Pertamina mulai hari ini menambah pasokan minyak tanah masing-masing sebanyak lima ribu liter ke 65 pangkalan. Hal ini akan dilakukan hingga 30 November mendatang sehingga antrean warga mendapatkan minyak tanah diharapkan tidak terjadi lagi.
Sementara itu, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) dan Pertamina Kota Padang, Sumatra Barat, mulai hari ini menggelar operasi pasar di dua titik. Pasalnya warga sulit memperoleh minyak tanah yang telah habis di sejumlah pangkalan. Saat ini, beberapa pangkalan yang masih mendapatkan stok menerapkan sistem kupon untuk bisa membeli minyak tanah. Warga di sekitar pangkalan juga meminta bantuan pada ketua rukun tetangga guna mengawasi distribusi minyak tanah.
Kelangkaan minyak tanah mengakibatkan ratusan perajin kerupuk di Batang, Jawa Tengah, beralih menggunakan sekam padi atau kulit gabah. Seperti yang dilakukan Pak Bagyo, salah seorang perajin di sentra pembuatan kerupuk di Desa Karangasem, Kecamatan Batang.
Bagyo mengaku telah beralih ke sekam padi sejak lima tahun terakhir. Selain karena harganya mahal, kelangkaan minyak tanah kerap menghambat produksinya. Bagyo juga menyatakan, langkahnya kini diikuti hampir seluruh perajin kerupuk. Selain untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, kerupuk produksi Batang juga di pasarkan ke luar kota seperti Pemalang, Blora, dan Rembang.
Selain mudah didapat, sekam padi terbukti lebih ekonomis dan cepat dalam proses pembakaran. Dalam sehari diperlukan delapan karung sekam padi untuk memasak dua kuintal kerupuk. Sedangkan bila memakai minyak tanah dibutuhkan 18 liter per hari. Harga sekam padi pun jauh lebih murah, yaitu Rp 2.000.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8672103/original/092674300_1782711428-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T123620.816.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292785/original/068110200_1783657736-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-10T112807.834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5549356/original/044187700_1775616635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-08T094635.806.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296369/original/030425400_1784012720-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T140419.763.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/469509/original/281106bminyak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292405/original/031761200_1783594014-20260709HK_Fans_Ekuador_vs_Jerman_01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776165/original/067157000_1782861161-mbappe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4887490/original/081442300_1720552745-AP24191690613776.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776139/original/033566400_1782846347-000_B8UG2YZ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4824750/original/024298400_1715077989-Mu_vs_Crystal_Palace_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9238160/original/090232600_1783129383-mes4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296658/original/081223500_1784019662-000_B9YV49G.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292116/original/017292800_1783585765-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294053/original/082906500_1783778628-Jayden_Adams.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296024/original/097611600_1784000800-000_B9FB274.jpg)