Warga Pekanbaru Masih Antre Minyak Tanah

Warga Pekanbaru, Riau, hingga kini harus antre di pangkalan agar bisa membeli minyak tanah dengan harga sesuai penetapan pemerintah. Harga minyak tanah di pangkalan lebih murah ketimbang di tingkat pengecer.

Diterbitkan 27 November 2006, 14:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Pekanbaru: Kelangkaan minyak tanah di sejumlah daerah belum juga teratasi. Di Pekanbaru, Riau, misalnya. Warga hingga kini harus antre di pangkalan agar bisa membeli minyak tanah dengan harga sesuai penetapan pemerintah. Kondisi ini terjadi setelah pihak Pertamina setempat belakangan mengurangi pasokannya hingga 11 persen. Jika sebelumnya dijatah sekitar 3,25 juta liter per bulan, kini hanya 2,6 juta liter setiap bulan.

Berdasarkan pemantauan SCTV di pangkalan minyak tanah di Bukitraya, Pekanbaru, belum lama ini, antrean warga sudah terjadi sejak pagi. Ini dilakukan lantaran jatah minyak di pangkalan sangat terbatas. Sebenarnya warga bisa membeli minyak tanah di para pengecer. Tapi harganya lebih mahal, antara Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per liter. Sedangkan di pangkalan hanya Rp 2.500 setiap satu liter sesuai dengan harga eceran tertinggi.

Di Medan, Sumatra Utara, setiap warga yang ingin membeli minyak tanah harus membeli kupon terlebih dahulu. Sistem kupon ini diterapkan agar tertib dan tak ada warga yang membeli melebihi batas. Sejauh ini pihak Pertamina Medan menduga kelangkaan minyak tanah terjadi setelah banyak pangkalan yang menjual minyak jatah rakyat kepada kelompok industri dan pemilik kapal. Maklum, penjualan tersebut lebih menguntungkan [baca: Kelangkaan Minyak Tanah di Medan Kian Luas].(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6