Wolfowitz Ancam Pelaku Korupsi

Presiden Bank Dunia Paul Wolfowitz mengancam memasukkan pelaku korupsi dana Bank Dunia ke dalam daftar hitam. Saat ini pihaknya sudah menunda beberapa proyek karena terindikasi korupsi.

Diterbitkan 12 April 2006, 02:12 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Bank Dunia mengancam akan memasukkan perusahaan dan individu yang terlibat korupsi bantuan dana proyek Bank Dunia untuk Indonesia ke dalam daftar hitam. Ancaman ini disampaikan Presiden Bank Dunia Paul Wolfowitz, dalam sebuah seminar di Jakarta, Selasa (11/4) malam.

Dikatakan Wolfowitz, pihaknya belakangan ini sangat memperhatikan beberapa proyek Bank Dunia yang diindikasikan terdapat korupsi. Langkah itu merupakan bagian terpenting dari strategi Bank Dunia memberantas korupsi. "Tapi, menunda bantuan pada proyek-proyek tidak akan efektif, karena yang menderita adalah mereka yang membutuhkan proyek itu," ujar mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia tersebut.

Dalam seminar yang dihadiri Menteri Perdagangan Mari Pangestu dan sejumlah tokoh ini, Wolfowitz juga menjelaskan tentang upaya Bank Dunia membantu Indonesia memerangi korupsi. Namun, dia juga mengkritik pemerintah yang belum mampu memerangi korupsi akibat terbentur berbagai persoalan. Saat ini, pihak Bank Dunia sudah menunda beberapa proyek karena terindikasi korupsi.

Dalam kunjungannya, Wolfowitz kemarin juga mendatangi Kantor Menteri Koordinator Perekonomian untuk bertemu para menteri bidang ekonomi. Diperkirakan, dia akan membicarakan masalah alokasi utang baru Indonesia sebesar US$ 400 juta [baca: Wolfowitz Nyekar ke Makam Cak Nur].(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6