Demonstran Kembali Mendatangi Kedubes Denmark

Massa PKS yang mendatangi Kedubes Denmark di Jakarta, mendesak pemerintah negara itu meminta maaf kepada umat muslim. Siang ini Presiden PKS Tifatul Sembiring direncanakan ikut bergabung.

Diterbitkan 06 Februari 2006, 11:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Unjuk rasa menentang pemuatan karikatur Nabi Muhammad SAW oleh sebuah surat kabar di Denmark terus berlanjut. Setelah sebelumnya beberapa organisasi massa mengajukan protes yang sama, giliran massa Partai Keadilan Sejahtera yang mendatangi Kedutaan Besar Denmark di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/2). Unjuk rasa massa PKS yang rencananya akan dipimpin oleh Presiden PKS Tifatul Sembiring ini meminta pemerintah Denmark secara terbuka meminta maaf kepada umat muslim seluruh dunia.

Pada unjuk rasa Jumat pekan lalu, sempat terjadi bentrokan antara massa dengan petugas keamanan Kedubes Denmark serta aparat kepolisian. Pasalnya, keinginan pengunjuk rasa untuk menemui pejabat Kedubes Denmark ditolak aparat keamanan kedutaan [baca: Bentrokan di Kedubes Denmark di Jakarta].  Pada hari yang sama, aksi serupa juga pecah di Makassar, Sulawesi Selatan. Selain mencari berbagai produk asal Denmark di Mal Ratu Indah di Jalan Sam Ratulangi, para mahasiswa juga membakar bendera negara itu [baca: Bendera Denmark Dibakar di Makassar].

Tidak hanya di Indonesia, protes senada juga marak di berbagai belahan dunia. Di Irak, para pengikut ulama Syiah Muqtada al Sadr berunjuk rasa mendesak pemerintah mengusir para diplomat Denmark dan Norwegia. Bahkan, tindakan lebih keras telah diambil pemerintah Irak dengan membatalkan semua kontraknya dengan perusahaan kedua negara itu.

Sedangkan di Tepi Barat, puluhan orang bersenjata mengepung Gedung Pusat Kebudayaan Prancis. Aksi perusakan tak terjadi karena ketatnya pengawalan dari petugas keamanan Palestina.

Namun, di Afghanistan polisi harus melepaskan tembakan guna membubarkan massa yang berjalan kaki menuju Kantor Perwakilan Perserikatan Bangsa-bangsa di Feyzabad. Sementara di Kota Mihtarlam, sekitar 3.000 orang berunjuk rasa menuntut hukuman mati bagi editor surat kabar Jylands-Posten, yang dinilai telah melakukan penghinaan terhadap Islam.

Di Lebanon, maraknya aksi turun ke jalan oleh warga membuat Menteri Dalam Negeri Lebanon Hassan al Sabei, hari ini mundur dari jabatannya. Dia mengaku tak tahan dengan situasi politik di dalam negeri yang terus bergejolak, menyusul terjadinya pembakaran terhadap beberapa bagian bangunan di Kompleks Kedubes Denmark di Beirut [baca: Mendagri Lebanon Mengundurkan Diri]. (ADO/Tim Liputan 6 SCTV)  

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6