Bendera Denmark Dibakar di Makassar

Di Mal Ratu Indah, puluhan mahasiswa Makassar gagal mencari berbagai produk dari Denmark. Aksi mereka dilanjutkan di halaman Mal Ratu Indah dengan membakar bendera Denmark.

Diterbitkan 04 Februari 2006, 05:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Makassar: Gelombang protes publikasi karikatur Nabi Muhammad SAW dalam surat kabar Denmark Jyllands-Posten meluas di Tanah Air. Keberatan itu salah satunya disuarakan puluhan mahasiswa di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (3/2). Mereka berunjuk rasa di Mal Ratu Indah di Jalan Sam Ratulangi, Makassar. Di sana, para mahasiswa menerobos masuk ke dalam mal untuk mencari berbagai produk dari Denmark.

Namun sesampainya di dalam, pengunjuk rasa malah memasuki restoran cepat saji McDonald`s. Di sana, mereka adu mulut dengan anggota satuan pengamanan McDonald`s dan polisi yang berjaga-jaga. Karena dihalangi petugas, mereka pun keluar. Di halaman Mal Ratu Indah, demonstran kemudian membakar bendera Denmark.

Usai menghanguskan bendera, demonstrasi berpindah ke tempat lain. Mereka mendatangi Hotel Sahid Makassar. Dalam orasinya, pengunjuk rasa meminta pengelola hotel menolak tamu dari Denmark.

Kemarin, unjuk rasa memprotes pemasangan karikatur Nabi Muhammad juga berlangsung di depan Gedung Kedutaan Besar Denmark di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Demonstran yang berasal dari simpatisan Front Pembela Islam ini bentrok dengan petugas keamanan gedung. Itu terjadi saat pengunjuk rasa yang hendak masuk untuk menemui pejabat Kedutaan Denmark dihalangi petugas.

Wakil Presiden Jusuf Kalla pun bereaksi serupa dengan pengunjuk rasa. Kalla mengatakan, kebebasan pers tidak seharusnya mencederai perasaan orang lain. Berbagai protes itu pun segera ditanggapi Duta Besar Denmark untuk Indonesia Niels Erik Andersen dengan memohon maaf kepada umat Islam. Sang Dubes menyampaikan maaf saat menerima sejumlah aktivis Majelis Mujahidin Indonesia [baca: Dubes Denmark untuk Indonesia Meminta Maaf].

Penyesalan pemuatan karikatur Nabi Muhammad juga disampaikan Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen. Pernyataan Rasmussen diungkapkan dalam wawancara dengan Stasiun Televisi Al-Arabiya. Ia mengatakan, pemerintah Denmark mengutuk tindakan apa pun yang menghina agama dan perasaan orang lain.

Sementara di Surabaya, Jawa Timur, ratusan pengunjuk rasa menggelar aksinya di Kantor Perwakilan Perdagangan Denmark di Jalan Sambas. Di tengah orasi, mereka membakar empat surat kabar Eropa yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad [baca: Konjen Denmark dan AS di Surabaya Didemo].(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6