Memburu Noordin Cs, Razia Digencarkan

Polisi merazia mobil boks serta para penumpang metromini dan bus di Jakarta untuk mengantisipasi masuknya kelompok teroris. Razia serupa juga dilancarkan di Bogor dan Sukabumi untuk membatasi gerak kelompok Azahari.

Diterbitkan 12 November 2005, 01:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Tim gabungan Kepolisian Resor Jakarta Pusat dan Kepolisian Sektor Senen menggelar razia di Jalan Gunung Sahari dan Jalan Letnan Jenderal Suprapto, Jumat (11/11). Petugas memeriksa kelengkapan surat-surat mobil boks yang lewat. Operasi dimaksudkan untuk mengantisipasi masuknya kelompok teroris ke Ibu Kota.

Petugas gabungan juga memeriksa para penumpang bus dan metromini. Terutama yang melewati kawasan Stasiun Pasar Senen, Jakpus. Para penumpang diminta untuk turun dan membuka barang bawaan mereka. Menurut petugas, dengan ketatnya operasi maka akan sulit bagi kelompok teroris untuk masuk ke Jakarta.

Razia serupa dilancarkan di Bogor, Jawa Barat. Petugas memeriksa sejumlah pintu masuk perbatasan ke wilayah Bogor, Sukabumi, Cianjur dan arah Jakarta. Sasaran razia adalah pengendara mobil pribadi dan umum khususnya mobil boks yang bernomor polisi di luar kawasan itu. Polisi pun memeriksa kartu identitas para pengendara.

Demikian halnya di Sukabumi, Jabar. Polisi merazia kendaraan roda empat khususnya kendaraan jenis mobil boks. Operasi diarahkan kepada kendaraan yang akan masuk ke wilayah Sukabumi. Razia ini sebagai upaya pencarian para teroris yang kemungkinan berada di wilayah Jabar.

Sementara itu, ditemukannya beberapa bom yang masih aktif dan detonator di lokasi penyergapan di Batu, Jawa Timur, Rabu silam menimbulkan banyak spekulasi. Di antaranya adanya bom yang siap diledakkan kelompok Dr. Azahari bin Husin [baca: Puluhan Bom Ditemukan di Tempat Persembunyian Azahari].

Menurut Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Widodo A.S., spekulasi adanya balas dendam setelah gembong teroris di Indonesia tewas menjadi pertimbangan khusus pemerintah saat ini. Dia menambahkan, beberapa strategi untuk mengantisipasi kemungkinan ini telah disiapkan.

Di tempat terpisah, Direktur International Crisis Group Sidney Jones mengatakan, sebenarnya yang cukup berbahaya adalah Nordin M. Top dibanding Azahari. Noordin selama ini berperan menyusun strategi. Dia yang merencanakan semua aksi. Kini, polisi terus memburu Noordin dan orang-orang kepercayaan Azahari [baca: Sidney Jones: Noordin M. Top Lebih Berbahaya].(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6