Liputan6.com, Jakarta: Jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) di Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih, Cawang, Jakarta Timur, selama sepekan terakhir terus bertambah. Hingga, Selasa (9/8), ada 38 pasien tambahan dirawat di rumah sakit itu. Mereka terdiri dari 24 orang dewasa dan 14 anak-anak. Lonjakan jumlah pasien menyebabkan seluruh ruang perawatan penuh. Bahkan sebagian pasien--kebanyakan anak-anak--terpaksa dirawat di tempat tidur darurat.
Lonjakan jumlah pasien mulai terlihat sejak akhir Juli silam. Sekitar lima hingga 10 pasien datang setiap hari untuk dirawat. Sepanjang bulan itu, tercatat 114 pasien menjalani rawat inap. Sedangkan Agustus ini, penderita DBD di RSUD Budhi Asih berjumlah 58 orang. Namun sampai kini belum ada korban jiwa akibat penyakit ini.
Di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, jumlah pasien DBD pun bertambah dari 14 menjadi 28 orang [baca: Derita Keluarga Korban DBD]. Beruntung, mereka bisa tertangani dengan baik karena masih dalam kondisi stadium awal.
Tujuh warga Bandar Lampung, Lampung, juga terserang DBD. Mereka di antaranya berasal dari Rukun Tetangga 01 di Kelurahan Rajabasa, Bandar Lampung. Menurut warga, di lingkungan mereka banyak muncul nyamuk yang bersumber dari kebun dan selokan air yang menggenang. Di tempat-tempat itulah diduga menjadi penyebab mewabahnya DBD.
Lima dari tujuh korban DBD hingga kini masih menjalani perawatan di RSUD Abdoel Moeloek, Bandar Lampung. Untuk mencegah berkembangnya nyamuk, Dinas Kesehatan Bandar Lampung melakukan pengasapan di daerah tersebut.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)
Lonjakan jumlah pasien mulai terlihat sejak akhir Juli silam. Sekitar lima hingga 10 pasien datang setiap hari untuk dirawat. Sepanjang bulan itu, tercatat 114 pasien menjalani rawat inap. Sedangkan Agustus ini, penderita DBD di RSUD Budhi Asih berjumlah 58 orang. Namun sampai kini belum ada korban jiwa akibat penyakit ini.
Di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, jumlah pasien DBD pun bertambah dari 14 menjadi 28 orang [baca: Derita Keluarga Korban DBD]. Beruntung, mereka bisa tertangani dengan baik karena masih dalam kondisi stadium awal.
Tujuh warga Bandar Lampung, Lampung, juga terserang DBD. Mereka di antaranya berasal dari Rukun Tetangga 01 di Kelurahan Rajabasa, Bandar Lampung. Menurut warga, di lingkungan mereka banyak muncul nyamuk yang bersumber dari kebun dan selokan air yang menggenang. Di tempat-tempat itulah diduga menjadi penyebab mewabahnya DBD.
Lima dari tujuh korban DBD hingga kini masih menjalani perawatan di RSUD Abdoel Moeloek, Bandar Lampung. Untuk mencegah berkembangnya nyamuk, Dinas Kesehatan Bandar Lampung melakukan pengasapan di daerah tersebut.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4409778/original/074363200_1682745589-PPATK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/443391/original/090805cDBD.jpg)