Sukses

Pelantikan Bupati Kaur Aman

Liputan6.com, Kaur: Bupati Kaur Syaukani Saleh dan wakilnya Warman resmi dilantik, Kamis (4/8). Sedikitnya 820 personel kepolisian dan TNI dikerahkan menjaga acara pelantikan di aula Pemerintah Provinsi Bengkulu. Tindakan ini untuk mengantisipasi rencana unjuk rasa massal yang akan digelar untuk mengganggu acara. Namun, hingga acara pelantikan berakhir kekhawatiran terjadi aksi massa tidak terbukti.

Penjagaan di areal aula memang terbilang ketat. Polisi memeriksa tamu yang hendak menghadiri pelantikan. Seusai acara, Syaukani meminta polisi dan TNI bersiaga sampai keamanan benar-benar kondusif. Dia mengaku akan mulai bekerja Sabtu mendatang. Syaukani akan menggunakan aula Pemerintah Kabupaten Kaur karena kantor bupati belum diperbaiki. Akhir Juli silam, Gedung Pemerintah Kabupaten Kaur itu dirusak massa yang kecewa atas terpilihnya Syaukani dan Warman [baca: Tersangka Kerusuhan Kaur Bertambah Tiga ].

Sementara itu, Bupati Tana Toraja Amping Situru batal membacakan laporan pertanggungjawaban di hadapan anggota DPRD Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Sebab, puluhan orang dari Aliansi Masyarakat Peduli Toraja menduduki kantor DPRD. Mereka datang sejak Rabu kemarin untuk mengajukan penolakan bakal terpilihnya lagi Amping. Sidang Paripurna akhirnya dibatalkan karena Amping juga tidak datang.

Dalam orasinya, massa menuntut DPRD menolak laporan Amping yang dinilai sarat data palsu. Saat menjabat bupati Tana Toraja periode 2000-2005, Amping diduga menyelewengkan anggaran swadaya atau pos dana untuk bantuan rumah-rumah ibadah, senilai Rp 400 juta. Dana itu dipakai Amping untuk kampanye pada Juni silam.

Protes senada dilontarkan kepada Komisi Pemilihan Umum Tana Toraja. Karena tidak mendapat respons, massa menurunkan papan nama KPU Tana Toraja dan menyegel kantornya. Massa kecewa lantaran KPU Tana Toraja meloloskan Amping sebagai bupati lagi [baca: Keputusan KPU Tana Toraja Diminta Dicabut].(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)
    Loading