Sukses

Ikuti perkembangan situasi dan kondisi terkini Demo 28 Agustus 2025 di Gedung DPR yang disajikan Liputan6.com secara secara live update.
Baca Selengkapnya
Ojol Datangi Markas Brimob
Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional, Andi Kristiyanto (tengah). (Foto: Merdeka.com).

Sejumlah pengemudi ojek online (pengemudi ojol) mendatangi Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat (Jakpus). Hal itu buntut insiden seorang pengemudi ojol yang terlindas Mobil Barakuda Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis malam (28/8/2025).

"Mereka sih mendesak agar pihak kepolisian khususnya Brimob ya, anggota polri khususnya Brimob ini untuk bertanggungjawab atas kejadian ini," kata Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional, Andi Kristiyanto saat dihubungi, Kamis malam (28/8/2025).

Ojol Tewas Terlindas, Brimob: Kami Tanggung Jawab
Kabbagrenmin Satbrimob Polda Metro Jaya Kompol Jemmy Yudanindra. (Tangkapan layar dari video yang beredar).

Kabbagrenmin Satbrimob Polda Metro Jaya Kompol Jemmy Yudanindra meminta maaf atas insiden tersebut. Ia berjanji akan bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

"Perwakilan atas sama pimpinan, saya izin mohon maaf. Apabila itu memang sudah terjadi, itu tidak bisa kita hindari. Kami bertanggungjawab, pimpinan bertanggungjawab," kata Jemmy di depan massa yang meminta penjelasan atas insiden tersebut.

Kapolri Minta Maaf Ada Pengemudi Ojol Tewas
<p>Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Liputan6.com/Nanda Perdana Putra)</p>

Jenderal Listyo Sigit Prabowo langsung menindaklanjuti insiden mobil Barracuda Brimob yang menewaskan seorang pengemudi ojek online (ojol) akibat kericuhan demo DPR.

Dia langsung memerintahkan Propam Polri turun tangan.

"Saya minta untuk Propam melakukan penanganan lebih lanjut," kata dia saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (28/8/2025).

Pengemudi Ojol Meninggal Terlindas Rantis Brimob
Massa berkumpul saat terjadi ricuh akibat unjuk rasa di sekitar jalan Pejompongan, Jakarta, Rabu (25/9/2019). Polisi menembakan gas air mata di kerumunan massa setelah unjuk rasa pelajar STM bentrok dengan aparat kepolisian dibelakang Gedung DPR/MPR. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Kericuhan demo DPR, di Jakarta pada Kamis (28/8/2025) memakan korban jiwa. Seorang pengemudi ojek online bernama Afan Kurniawan tewas setelah terlindas Mobil Barakuda Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Ketua Presidium Koalisi Ojol Nasional, Andi Kristiyanto, membenarkan kabar duka tersebut.

"Iya betul. Satu yang sudah meninggal di RSCM, itu dari driver Gojek yang terlindas mobil Barakuda Brimob tadi," kata Andi saat dihubungi, Kamis malam.

Ricuh Mereda, Jalan Asia Afrika Dibuka
Suasana di Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat, pasca kericuhan imbas demo di Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat. (Foto: Liputan6.com/Ady Anugrahadi).

Demo di Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, sempat diwarnai kericuhan pada Kamis (28/8/2025). Namun, berdasarkan pantauan Liputan6.com, sejumlah titik yang sempat ada kericuhan, mulai mereda. Salah satunya, di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta Pusat. 

Pihak kepolisian telah memukul mundur massa yang ikut demo DPR hingga malam.  Kini, arus lalu lintas yang sempat dihentikan telah berangsur normal.

Dalang Pemicu Demo Rusuh Versi Polisi
Massa unjuk rasa di depan Kompleks DPR/MPR Jalan Gatot Subroto, Senayan Jakarta Selatan mulai ricuh. Sejumlah pendemo tampak melakukan tindakan anarkis dengan melakukan pelemparan botol. (Liputan6/M Radityo Priyasmoro)

Polisi menyatakan, ada penyusup yang masuk ke dalam demo buruh dan mahasiswa di depan gedung DPR/MPR RI, Kamis (28/8/2025). Penyusup tersebut membuat aksi yang awalnya berjalan aman berubah ricuh. 

Hal itu diungkap oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi. Dia mengatakan, massa yang tak dikenal membakar bendera, naik pagar, merusak CCTV, hingga mencoret tembok di pinggir tol. Bahkan, mereka masuk ke jalur tol dan membahayakan pengguna jalan.

Rute TransJakarta Dialihkan
Demo di depan Gedung DPR/MPR RI. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta melakukan pengalihan rute imbas adanya penutupan jalan di sekitar Gedung DPR RI. 

Adapun di sekitar DPR RI tengah berlangsung aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak Kamis pagi (28/8/2025). Sejumlah rute yang dialihkan di antaranya di koridor 9 dan 9A. untuk rute tersebut, sementara tidak melayani halte Denpasar sampai dengan Kota bambu arah Pluit. 

Massa Lempari Polisi Pakai Bom Molotov
<p>Massa melempari petugas dengan batu dan petasan di kawasan Simpang Slipi, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)</p>

Aksi unjuk rasa di depan DPR/MPR RI, Kamis (28/8/2025), ricuh. Usai dipukul mundur dari DPR, massa bergerak ke kawasan kolong Pejompongan dan bentrok kembali pecah.

Pantauan di lokasi, barikade polisi dipasang menutup jalan. Namun massa tak mundur. Mereka justru melempari petugas dengan batu dan petasan. Ledakan keras beberapa kali terdengar.

Situasi makin panas saat dua orang pengunjuk rasa nekat melempar bom molotov ke arah barisan aparat. Botol berisi bensin itu meledak dan menyulut api di tengah jalan.

KRL Lintas Tanah Abang-Palmerah Ditutup
<p>Kondisi&nbsp;Stasiun&nbsp;KRL Palmerah pada Kamis (28/8/2025) terlihat normal. Pada hari ini&nbsp;dijadwalkan akan ada demo buruh yang berlokasi di&nbsp;DPR RI. tak jauh dari Stasiun Palmerah. Terlihat sejumlah Polisi dan TNI sudah&nbsp;mulai berjaga. (Liputan6.com/Arief)&nbsp;</p>

PT Kereta Cepat Indonesia (KCI) atau KAI Commuter melakukan rekayasa operasi perjalanan KRL Commuter Line lintas Stasiun Tanah Abang-Palmerah pada pukul 15.17 WIB. Imbas aksi demo buruh yang digelar di depan Gedung DPR/MPR.

Dengan begitu, perjalanan KRL Commuter Line rute Tanah Abang-Rangkasbitung hanya sampai Stasiun Palmerah dan Kebayoran, untuk kembali menuju Stasiun Serpong/Parungpanjang/Rangkasbitung. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus lantas mengutarakan alasan perjalanan KRL Commuter Line tujuan Rangkasbitung belum bisa dijalankan dari Stasiun Tanah Abang.

Petasan, Sandal, hingga Batu Beterbangan
Polisi memukul mundur massa demo Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang bertindak  anarkis. Sejumlah kendaraan taktis dikerahkan untuk membubarkan massa. (Liputan6/Arief Rahman Hakim)

Pantauan Liputan6.com, massa di depan gedung DPR melakukan tindakan pelemparan batu dan benda keras lainnya ke arah gedung DPR. Massa juga tampak merusak pagar DPR.

Polisi pun akhirnya melakukan tindakan tegas dengan kendaraan taktis seperti kendaraan water cannon. Polisi menghalau massa dengan menembakkan air ke arah massa dari gerbang utama DPR.  

Polisi juga menembakkan gas air mata ke arah massa. Kerumunan massa pun pecah, mereka berlarian ke berbagai arah, sebagian mengarak ke arah Slipi, Petamburan dan arah Palmerah.

Kendati menjauh dari area kompleks DPR, sebagian massa terlihat tetap melempar benda keras dan petasan arah polisi. Terlihat ada batu, botol, sandal dan sejumlah benda keras lain dilempar ke arah polisi.

Polisi Tembak Gas Air Mata
<p>Demo 28 Agustus di Gedung DPR/MPR. (Liputan6.com/Ady)</p>

Kericuhan merembet ke massa yang sedang menyampaikan aspirasi di Gerbang Utama, DPR/MPR Jakarta Pusat. Situasi kian panas saat mereka juga melempari batu ke area dalam Gedung DPR/MPR Jakarta Pusat.

Saat itu, anggota kemudian menyemporkan air ke arah massa di depan Gerbang DPR/MPR. Tindakan itu mematik emosi massa, sehingga bentrokan pun pecah. Terlebih, saat itu terdengar beberapa kali bunyi petasan.

Melihat hal itu, anggota polisi membalas dengan meletuskan gas air mata ke arah pendemo yang membuat mereka lari tunggang-langgang.

Massa Blokir Jalan Tol
Massa demo gedung DPR  bergerak ke dalam ruas Tol Dalam kota dan melakukan pemblokiran Jalan. Kendaraan pun akhirnya terhenti dan tidak bisa bergerak. (Liputan6/Ady Anugrahadi)

Demo depan gedung DPR RI berlangsung ricuh. Massa yang melakukan aksi anarkis depan gedung DPR  bergerak ke dalam ruas Tol Dalam kota dan melakukan pemblokiran Jalan. Kendaraan pun akhirnya terhenti dan tidak bisa bergerak. 

Pantauan Liputan6.com demonstran menutup  Tol dalam kota arah Slipi dan Cawang. Tindakan itu membuat  kendaraan pun tertahan dan tak bisa melintas.

Polisi pun melakukan upaya mengurai kemacetan kendaraan dengan  memutarbalikkan kendaraan yang mengarah ke Slipi ke arah Semanggi. Sementara itu, kondisi cuaca kini tampak hujan. Polisi masih melakukan upaya pencegahan massa dengan meminta agar tidak ada tindakan anarkis.

Tol Dalam Kota Ditutup
<p>Warga badui Rasja ikut bergabung dengan ribuan buruh untuk mengikuti demo di&nbsp;Gedung DPR/MPR. (Liputan6.com/Arief)&nbsp;</p>

PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama Kepolisian melakukan pengamanan lalu lintas di Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, imbas gelaran demo buruh di Gedung DPR/MPR pada Kamis (28/8/2025) hari ini. 

Demo buruh yang dimulai sejak pagi ini mulai dipadati oleh massa. Menyebabkan kepadatan di sekitar Jalan Tol Dalam Kota, khususnya jelang akses keluar tol Senayan atau MPR/DPR. 

Sebagai bentuk antisipasi, atas diskresi Kepolisian, mulai pukul 10.17 WIB, akses keluar Slipi (MPR/DPR) pada Km 09+650 Ruas Tol Dalam Kota diberlakukan penutupan sementara.

Massa Pendemo Lain Mulai Anarkis
Massa unjuk rasa di depan Kompleks DPR/MPR Jalan Gatot Subroto, Senayan Jakarta Selatan mulai ricuh. Sejumlah pendemo tampak melakukan tindakan anarkis dengan melakukan pelemparan botol. (Liputan6/M Radityo Priyasmoro)

 Massa unjuk rasa di depan Kompleks DPR/MPR Jalan Gatot Subroto, Senayan Jakarta Selatan mulai ricuh. Sejumlah pendemo tampak melakukan tindakan anarkis dengan melakukan pelemparan botol dan membakar petasan ke arah gedung DPR. 

Pantauan Liputan6.com, usai massa buruh membubarkan diri, ratusan orang tampak datang dan memenuhi area depan gerbang DPR.

Mereka pun langsung melakukan sejumlah tindakan anarkis, seperti membakar ban, plastik dan beberapa benda plastik. Massa juga melemparkan botol atau sejumlah benda keras ke arah gedung DPR yang dijaga ketat aparat kepolisian.

Tak hanya itu, massa juga terlihat membakar sejumlah spanduk yang berisikan tuntutan buruh ke DPR. Sejumlah orasi yang berisikan umpatan dan tuntutan ke DPR juga disuarakan oleh massa pendemo.

Kelompok Buruh Bubar, Massa Lain Mulai Ricuh
Dalam aksinya, massa buruh membawa enam tuntutan utama, yakni penghapusan sistem outsourcing, kenaikan Upah Minimum 2026 sebesar 8,5–10,5 persen, pembentukan Satgas PHK, serta reformasi pajak perburuhan. (merdeka.com/Arie Basuki)

Kelompok buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh pimpinan Said Iqbal telah membubarkan diri. Meski, masih ada sebagian buruh dari kelompok lain yang menetap di depan Gedung DPR.

Kepala Departemen Media dan Komunikasi KSPI, Kahar S. Cahyono mengatakan pihaknya memutuskan menyudahi demo di gedung DPR. 

Menurut pantauan di lokasi, buruh kelompok Said Iqbal telah membubarkan diri sekitar pukul 13.00 WIB.

256 Pelajar Hendak Ikut Demo, Satu Orang Bawa Busur Panah
Polisi amankan satu pelajar hendak ikut demo bawa busur panah. (Liputan6.com/Ady Anugrahadi)

Polisi mencegah 256 pelajar yang hendak ikut aksi demo di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Dari jumlah itu, satu orang pelajar kedapatan membawa sembila busur panah.

Dari total pelajar yang dicegah, 116 diamankan oleh Polda Metro Jaya, sedangkan 140 lainnya oleh Polres jajaran. Lokasinya tersebar di Bekasi Kabupaten, Bekasi Kota, Tangerang Kota, Depok, dan Jakarta Pusat.

Hasil interogasi awal menunjukkan, para pelajar ini datang karena ajakan di media sosial. Polisi sudah berhasil mengidentifikasi tiga kanal medsos yang memicu para pelajar ini ingin ikut demo.

Ribuan Buruh Padati Gedung DPR
Demo Buruh Depan Gedung DPR

Ribuan buruh sudah memadati depan Gedung DPR/MPR RI. Presiden KSPI sekaligus Partai Buruh, Said Iqbal menyampaikan kritikannya kepada anggota DPR.

Dia mengaku miris dengan kelakuan para wakil rakyat yang memiliki gaji selangit. Menurut dia, buruh harus turun ke jalan demi menuntut kenaikan upah yang rerata hanya Rp 200 ribu.

"DPR jangan seenaknya naikin gaji ya, pakai joget-joget lagi! Itu yang menyakitkan hati rakyat, menyakiti buruh!" seru Said di lokasi, Kamis (28/8/2025).

2 Stasiun MRT Jakarta Ditutup Sementara
<p>Rangkaian kereta MRT melintas menuju stasiun di Jakarta, Kamis (20/10/2022). Setelah penaikan pada 3 September 2022, rata-rata pengguna MRT per hari mengalami kenaikan rata-rata sebesar 3,8 persen dari 61.014 orang per hari menjadi 63.339 orang per hari. (Liputan6.com/Angga Yuniar)</p>

MRT Jakarta menginformasikan adanya penutupan pintu masuk atau entrance E dan F Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI). Penutupan dilakukan imbas adanya aksi demonstrasi di sekitaran Monumen Nasional (Monas).

“Entrance E dan F Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta ditutup sementara,” tulis MRT Jakarta dalam akun instagram resminya @mrtjkt dikutip Liputan6.com, Kamis (28/8/2025).

Kepada pengguna MRT diimbau dapat menggunakan stasiun lain yang masih dibuka. Sementara untuk pintu yang ditutup untuk sementara tidak beroperasi sampai pengumuman lebih lanjut.

Massa Tersendat di Tol
<p>Sejumlah buruh dari kawasan Jabodetabek mulai berdatangan di depan Gedung DPR, Kamis (28/8/2025). (Liputan6.com/Arief)</p>

Kepala Departemen Media dan Komunikasi Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Kahar S. Cahyono mengatakan belum semua buruh peserta aksi demo tiba di depan Gedung DPR.

"Belum berkumpul. Sebagian masih di perjalanan," kata Kahar saat dikonfirmasi Liputan6.com, Kamis (28/8/2025).

Dia mengatakan sejauh ini tidak ada laporan massa buruh tertahan selama perjalanan. Hanya saja, karena jarak dari berbagai daerah di Jabodetabek, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk tiba di titi aksi demo DPR.

Jalan Arah Palmerah Ditutup
<p>Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal tiba di lokasi demo buruh hari ini, Kamis (28/8/2025).&nbsp;</p>

Pantauan Liputan6.com, pukul 10.28 WIB, jalanan depan gedung DPR arah Palmerah ditutup. Petugas kepolisian sudah bersiap melakukan pengamanan agar unjuk rasa dapat berjalan dengan baik.

"Kami sudah melakukan apel dan persiapan agar maksimal menjalankan pelayanan kepada masyarakat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary.

Polda Metro Jaya menyiagakan 4.531 personel gabungan untuk mengawal unjuk rasa kelompok buruh di depan Gedung DPR.

120 Pelajar Diamankan
Massa berkumpul saat terjadi ricuh akibat unjuk rasa di sekitar jalan Pejompongan, Jakarta, Rabu (25/9/2019). Polisi menembakan gas air mata di kerumunan massa setelah unjuk rasa pelajar STM bentrok dengan aparat kepolisian dibelakang Gedung DPR/MPR. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sebanyak 120 pelajar dari berbagai daerah diamankan polisi saat hendak menuju Kompleks DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta. Mereka diduga ingin ikut dalam aksi demonstrasi bersama massa buruh.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary menyebut para pelajar itu dicegah demi keselamatan dan ketertiban. Mereka diamankan sekitar pukul 08.30 WIB.

"Kenapa 120 pelajar ini dicegah? Karena mereka mau bergerak ke sini ke gedung DPR/MPR RI untuk ikut melaksanakan aksi penyampaian pendapat dalam bentuk unjuk rasa dalam bentuk demo," ujar Ade di depan gerbang utama Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Kamis (28/8/2025).

TNI-Polri Mulai Siaga di Stasiun Palmerah
<p>Kondisi&nbsp;Stasiun&nbsp;KRL Palmerah pada Kamis (28/8/2025) terlihat normal. Pada hari ini&nbsp;dijadwalkan akan ada demo buruh yang berlokasi di&nbsp;DPR RI. tak jauh dari Stasiun Palmerah. Terlihat sejumlah Polisi dan TNI sudah&nbsp;mulai berjaga. (Liputan6.com/Arief)</p>

Pantauan Liputan6.com di Stasiun Palmerah, lalu lalang penumpang KRL masih normal. Belum terlihat kepadatan berarti sekitar pukul 10.00 WIB. Hanya saja, sudah ada tambahan puluhan aparat TNI-Polri yang mulai melakukan pengamanan di sekitar stasiun. Baik di peron naik atau turun penumpang, gerbang masuk penumpang, hingga tangga akses menuju Stasiun Palmerah.

Di lokasi yang sama, ada segelintir buruh yang akan ikut aksi demo datang menggunakan KRL untuk menuju ke titik aksi demonstrasi di depan Gedung DPR. Beberapa terlihat mengenakan baju seragam buruhnya.

DPR Minta Pegawainya WFH
Aktivitas pegawai Parlemen memperagakan gladi kotor persiapan pidato kenegaraan Presiden dalam Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD RI di Gedung Kura-Gura, Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/8/2023). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sekretariat Jenderal DPR RI menerbitkan Surat Edaran (SE) mengenai Work From Office (WFO) dan Work From Home (WFH) bagi pegawai DPR pada hari ini, Kamis (28/8/2025).

Kebijakan tersebut tertulis dalam SE dengan Nomor 14/SE-SEKJEN/2025, yang ditetapkan pada Rabu (27/8/2025).

Pada edaran yang ditandatangani oleh Sekjen DPR Indra Iskandar tersebut, kebijakan diambil sebagai langkah antisipasi terhadap potensi aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI hari ini yang diperkirakan akan menyebabkan kepadatan lalu lintas dan gangguan aktivitas kedinasan.

Demo Depan Istana Tiba-Tiba Batal
<p>Buruh yang tergabung FSP LEM SPSI dan Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia menggelar demo di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (20/11/2023). Buruh menuntut UMP 2024 DKI Jakarta Rp 5,6 juta. (Tira/Liputan6.com)</p>

Puluhan ribu buruh dari berbagai wilayah di Indonesia akan menggelar demo hari ini Kamis, 28 Agustus 2025. Aksi demo buruh hari ini diprakarsai oleh Partai Buruh, Koalisi Serikat Pekerja, termasuk di dalamnya Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Awalnya demo buruh hari ini di Jakarta akan digelar di dua lokasi yaitu depan Gedung DPR dan Istana Negara. Namun rencana demo hari ini di depan Istana Negara dibatalkan. 

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, batalnya demo hari ini di depan Istana Negara karena keterbatasan waktu buruh yang ikut dalam aksi ini. Sebab, sebagian buruh harus kembali bekerja usai menggelar aksi massa.

Pantauan Depan Gedung DPR Pagi Ini
Kondisi Depan Gedung DPR Jelang Demo 28 Agustus 2025 (Foto: Radityo/Liputan6.com)

Sejumlah elemen buruh akan menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR hari ini, Kamis (28/8/2025). Demo 28 Agustus 2025 ini dijadwalkan dimulai pukul 10.00 Wib.

Pantauan Liputan6.com, hingga pukul 08.30 Wib, suasana di depan Gedung DPR masih sepi. Ruas Jalan Gatot Subroto tepatnya di depan Gedung DPR juga masih dibuka. Lalu lintas kendaraan lancar, tidak ada kemacetan.

Konsentrasi massa juga belum terlihat. Hanya terlihat sejumlah orang berteduh di bawah pohon. Namun pagar beton sudah disusun berjajar di depan gerbang.

4 Stasiun KRL Dijaga Ketat
<p>Kepadatan calon penumpang kereta Commuter Line (KRL) di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (12/1/2022). Kementerian Kesehatan memprediksi penyebaran kasus COVID-19 varian Omicron di Indonesia akan terus terjadi hingga mencapai puncaknya pada Februari 2022. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)</p>

PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) menambah aparat pengamanan menjadi 154 orang di empat stasiun sekitar kawasan aksi demo buruh hari ini di DPR. Tujuannya, melakukan pengamanan area stasiun demi menjaga operasional KRL Commuter Line.

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus menyampaikan hal ini sebagai bagian antisipasi peningkatan konsentrasi massa demo buruh hari ini di DPR. Mengingat, operasional KRL sempat terhenti saat aksi demo 25 Agustus 2025 lalu.

Rinciannya, 50 personel akan bersiaga di Stasiun Tanah Abang, 53 personel di Stasiun Palmerah, 24 personel di Stasiun Kebayoran, dan 27 personel di Stasiun Karet.

Tuntutan Demonstran
Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam buruh dan petani menggelar aksi di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa (27/9/2022). Dalam aksi mereka menuntut dan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan meminta pertanggungjawaban Presiden RI atas penyimpangan terhadap Konstitusionalisme Agraria yang menjadi mandat UUD 1945 dan UUPA 1960. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
  • Mendesak pemerintah untuk menaikkan upah minimum 2026 sebesar 8,5 persen sampai dengan 10,5 persen.
  • Menyetop Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan membentuk Satgas PHK.
  • Reformasi pajak, yaitu mendorong pemerintah untuk menaikkan penghasilan tidak kena pajak (PTKP) Rp 4,5 juta rupiah per bulan menjadi Rp 7,5 juta rupiah per bulan, menghapus pajak pesangon, menghapus pajak THR, dan menghapus pajak JHT, serta menolak adanya diskriminasi pajak wanita yang menikah dengan pria yang menikah.
  • Sahkan rancangan undang-undang ketenangan kerjaan yang baru.
  • Meminta pemerintah memberantas korupsi dengan mengesahkan RUU perampasan aset.
  • Merevisi Undang-Undang Pemilu sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Ribuan Buruh Demo di DPR
Massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Serikat Pekerja Nasional (SPN) demo di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Kamis (12/5/2022). Aksi tersebut untuk memperingati May Day serta menolak Omnibuslaw UU Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 dan meminta klaster ketenagakerjaan kembali ke substansi UU Nomor 13 Tahun 2003. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Partai Buruh, KSPI, dan Koalisi Serikat Pekerja atau KSP-PB turun ke jalan berdemonstrasi pada Kamis 28 Agustus 2025. Ribuan buruh di Jakarta menggelar demo di depan gedung DPR RI.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengungkapkan, demo di DPR pada 28 Agustus 2025 bakal dilakukan oleh buruh dari Jabodetabek. Sedangkan di luar Jabodetabek aksi tersebut dilakukan di masing-masing kantor gubernur.

Dia menyebut, demo Partai Buruh dan KSPI pada 28 Agustus mengangkat enam isu yang disebut HOSTUM, yakni hapus outsourcing, tolak upah murah.