Polisi Pukul Mundur Massa Demo DPR, Tembak Gas Air Mata

Polisi membalas dengan meletuskan gas air mata ke arah pendemo yang membuat mereka lari tunggang-langgang.

Diperbarui 28 Agustus 2025, 15:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Unjuk rasa mahasiswa di DPR/MPR ricuh, diawali blokade tol dan pelemparan.
  • Kericuhan meluas dengan lemparan batu, semprotan air, dan gas air mata.
  • Polisi berupaya memukul mundur massa anarkis yang membakar dan melempar.

Liputan6.com, Jakarta - Unjuk rasa sejumlah aliansi mahasiswa di Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, berujung ricuh pada Kamis (28/8/2025). Hal itu bermula saat sejumlah massa memblokade Tol Dalam Kota Cawang-Grogol.

Saat itu, sejumlah anggota yang menggunakan sepeda motor menghalangi hal tersebut, namun hal itu malah memicu kemarahaan pengunjuk rasa lainnya. Mereka lantas, melempari pasukan bermotor dengan kayu, batu dan juga botol air mineral.

Kericuhan itu kemudian merembet ke massa yang sedang menyampaikan aspirasi di Gerbang Utama, DPR/MPR Jakarta Pusat. Situasi kian panas saat mereka juga melempari batu ke area dalam Gedung DPR/MPR Jakarta Pusat.

Saat itu, anggota kemudian menyemporkan air ke arah massa di depan Gerbang DPR/MPR. Tindakan itu mematik emosi massa, sehingga bentrokan pun pecah. Terlebih, saat itu terdengar beberapa kali bunyi petasan.

Melihat hal itu, anggota polisi membalas dengan meletuskan gas air mata ke arah pendemo yang membuat mereka lari tunggang-langgang.

Tak lama setelah itu, polisi dari dalam lantas membuat barikade. Mereka pelan-pelan memukul mundur massa. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro memberikan aba-aba dari taktis mengatur strategi untuk mundurkan massa aksi.

Hingga kini, situasi masih belum mereda. Massa mencoba bertahan dengan melempari anggota polisi dengan batu.

 

Massa Blokir Jalan Tol Dalam Kota

Demo depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berlangsung ricuh. Massa yang melakukan aksi anarkis depan gedung DPR bergerak ke dalam ruas Tol Dalam kota dan melakukan pemblokiran Jalan. Kendaraan pun akhirnya terhenti dan tidak bisa bergerak.

Pantauan Liputan6.com pendemo menutup Tol dalam kota arah Slipi dan Cawang. Tindakan itu membuat kendaraan pun tertahan dan tak bisa melintas.

Polisi pun melakukan upaya mengurai kemacetan kendaraan dengan memutarbalikkan kendaraan yang mengarah ke Slipi ke arah Semanggi.

Sementara itu, kondisi cuaca kini tampak hujan. Polisi masih melakukan upaya pencegahan massa dengan meminta agar tidak ada tindakan anarkis.

 

Demo Ricuh Bukan Massa Buruh

Sebelumnya Usai massa buruh membubarkan diri, ratusan orang tampak datang dan memenuhi area depan gerbang DPR.

Mereka pun langsung melakukan sejumlah tindakan anarkis, seperti membakar ban, plastik dan beberapa benda plastik. Massa juga melemparkan botol atau sejumlah benda keras ke arah gedung DPR yang dijaga ketat aparat kepolisian.

Tak hanya itu, massa juga terlihat membakar sejumlah spanduk yang berisikan tuntutan buruh ke DPR. Sejumlah orasi yang berisikan umpatan dan tuntutan ke DPR juga disuarakan oleh massa pendemo.

Aksi massa ini mendapatkan respons dari aparat kepolisian yang melakukan pengamanan. Polisi meminta agar massa tidak melakukan tindakan anarkis seperti melempar botol atau memanjat pagar.

“Tolong adik-adik agar tertib. Sampaikan aspirasi dengan sewajarnya. Tidak melakukan tindakan anarkis. Tolong jangan ada yang melempar. Yang memanjat tolong turun,” tegas salah seorang anggota polisi melalui pengeras suara.

Dalam aksi itu, massa juga tampak membakar petasan. Polisi pun kembali meminta agar tindakan itu dihentikan. Hingga saat ini, aksi massa masih berlanjut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6