Liputan6.com, Jakarta - Kue talam ebi merupakan salah satu variasi kue talam tradisional yang menawarkan perpaduan rasa gurih, asin, dan sedikit manis. Berbeda dari kue talam yang menggunakan ubi atau pandan, kudapan ini mengandalkan tepung beras, santan, serta taburan ebi atau udang kering yang memberikan cita rasa khas. Teksturnya lembut dan kenyal, cocok disajikan sebagai camilan maupun hidangan dalam acara keluarga.
Kudapan yang dikenal sebagai salah satu variasi kue tradisional di Singkawang ini memiliki tampilan sederhana, biasanya berbentuk mangkuk kecil dengan taburan ebi di bagian atas. Ukurannya yang mungil membuat kue mudah disajikan dalam sekali santap. Perpaduan adonan yang lembut dengan topping udang kering juga menghadirkan sensasi rasa yang berbeda dari kue tradisional bercita rasa manis.
Cara membuat kue talam ebi cukup mudah karena bahan-bahannya relatif sederhana dan proses memasaknya menggunakan teknik kukus. Kunci kelezatannya terletak pada keseimbangan santan, komposisi tepung, serta bumbu pada taburan ebi. Berikut resep kue talam ebi dari Liputan6.com yang bisa dicoba di rumah, Selasa (13/10/2026).
Advertisement
Resep Kue Talam Ebi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372496/original/076092300_1791880865-kue_talam_ebi_2.jpeg)
Resep ini menggunakan tepung beras dan tepung tapioka untuk menghasilkan tekstur lembut sekaligus kenyal. Santan memberikan rasa gurih, sedangkan ebi menjadi pelengkap yang memperkuat cita rasa udang pada setiap gigitan.
Informasi resep:
-
Porsi: sekitar 12–15 buah
-
Waktu persiapan: 15 menit
-
Waktu memasak: sekitar 30–40 menit
-
Tingkat kesulitan: mudah
Bahan Adonan Kue
-
125 gram tepung beras
-
25 gram tepung tapioka
-
500 ml santan encer
-
1 sendok teh gula pasir
-
1 sendok teh garam
-
Minyak goreng secukupnya untuk mengoles cetakan
Bahan Taburan Ebi
-
50 gram ebi atau udang kering
-
2 siung bawang putih
-
2 butir bawang merah
-
2 buah cabai merah keriting, sesuai selera
-
Sejumput gula pasir
-
Sejumput garam jika diperlukan
Cara Membuat Kue Talam Ebi
1. Siapkan alat dan bahan
Siapkan panci kukusan, cetakan kue talam berukuran kecil, wadah adonan, dan pengocok atau sendok. Panaskan air dalam panci kukusan hingga mendidih. Olesi bagian dalam cetakan dengan sedikit minyak goreng agar kue tidak lengket dan mudah dikeluarkan setelah matang.
2. Buat adonan dasar
Masukkan tepung beras dan tepung tapioka ke dalam wadah. Tambahkan gula pasir dan garam, kemudian aduk hingga tercampur rata. Tuangkan santan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk agar tepung tidak menggumpal.
Pastikan adonan memiliki tekstur cair yang merata. Jika masih terdapat gumpalan, saring adonan menggunakan saringan halus. Langkah ini membantu menghasilkan kue talam dengan permukaan lebih halus dan tekstur yang nyaman saat disantap.
3. Tuang adonan ke cetakan
Isi setiap cetakan dengan adonan hingga sekitar tiga perempat bagian. Jangan mengisi cetakan terlalu penuh karena masih ada ruang untuk penyesuaian saat pengukusan. Ketuk cetakan secara perlahan atau singkirkan gelembung udara yang terlihat di permukaan adonan.
4. Kukus adonan hingga setengah matang
Susun cetakan di dalam panci kukusan yang sudah panas. Kukus menggunakan api sedang selama kurang lebih 10 menit hingga adonan mulai mengeras. Waktu pengukusan dapat disesuaikan dengan ukuran cetakan dan ketebalan adonan.
Sebelum menutup panci, bungkus tutup kukusan dengan kain bersih agar uap air tidak menetes ke permukaan kue. Tetesan air dapat membuat permukaan kue berlubang atau tidak rata.
5. Siapkan taburan ebi
Sambil menunggu adonan dikukus, rendam ebi sebentar menggunakan air hangat jika teksturnya terlalu keras. Tiriskan hingga tidak terlalu basah, lalu haluskan bersama bawang putih, bawang merah, dan cabai merah sesuai selera.
Sangrai atau tumis campuran ebi menggunakan sedikit minyak hingga harum dan cukup kering. Tambahkan sedikit gula dan garam bila diperlukan. Cicipi terlebih dahulu sebelum menambahkan garam karena ebi umumnya sudah memiliki rasa asin alami.
Taburan ebi yang dimasak hingga harum akan memberikan aroma khas sekaligus memperkaya rasa gurih pada kue talam.
6. Periksa kematangan adonan
Setelah sekitar 10 menit, periksa adonan di dalam cetakan. Permukaannya seharusnya mulai mengeras sehingga bisa menopang taburan tanpa langsung tenggelam. Jika bagian tengah masih terlalu cair, kukus kembali selama beberapa menit sebelum melanjutkan proses berikutnya.
7. Tambahkan taburan ebi
Angkat tutup kukusan dengan hati-hati agar uap panas tidak mengenai tangan. Taburkan campuran ebi di atas setiap kue. Sebarkan secara merata supaya setiap porsi mendapatkan rasa udang kering yang cukup.
Tekan taburan secara perlahan jika diperlukan agar menempel pada permukaan kue. Hindari memberikan topping terlalu banyak hingga menutupi seluruh adonan, terutama jika ingin mempertahankan tampilan kue talam yang sederhana.
8. Kukus kembali hingga matang
Masukkan kembali cetakan ke dalam kukusan dan lanjutkan proses memasak selama sekitar 10–20 menit, tergantung ukuran cetakan dan kondisi adonan. Pastikan bagian tengah kue sudah matang dan tidak lagi terlihat cair.
Jika menggunakan cetakan kecil, waktu pengukusan lanjutan mungkin lebih singkat. Sebaliknya, cetakan yang lebih besar dapat memerlukan waktu lebih lama. Periksa kematangan secara berkala tanpa terlalu sering membuka tutup kukusan agar suhu tetap stabil.
9. Dinginkan sebelum disajikan
Setelah matang, angkat cetakan dan biarkan kue talam ebi sedikit dingin. Kue yang baru keluar dari kukusan masih sangat lembut sehingga mudah rusak jika langsung dikeluarkan dari cetakan.
Setelah suhunya turun, lepaskan kue secara perlahan menggunakan ujung sendok kecil atau alat bantu yang tidak merusak permukaannya. Susun di piring saji dan hidangkan sebagai camilan gurih.
Advertisement
Tips agar Kue Talam Ebi Lembut dan Gurih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372497/original/083454300_1791880865-kue_talam_ebi__3.jpeg)
Gunakan perbandingan tepung yang tepat
Tepung beras menjadi bahan utama yang membentuk struktur kue, sedangkan tepung tapioka membantu memberikan tekstur kenyal. Penggunaan tapioka secara berlebihan dapat membuat kue terlalu liat. Karena itu, ikuti takaran resep agar hasilnya tetap lembut dan tidak terlalu padat.
Aduk santan dan tepung hingga merata
Tepung yang menggumpal dapat membuat tekstur kue tidak seragam setelah dikukus. Tuangkan santan secara bertahap sambil mengaduk adonan. Jika diperlukan, saring adonan sebelum dimasukkan ke dalam cetakan.
Santan juga perlu tercampur merata agar rasa gurih tersebar pada setiap bagian kue. Gunakan santan yang masih segar dan hindari membiarkannya terlalu lama pada suhu ruang sebelum dimasak.
Perhatikan kadar air pada ebi
Ebi yang terlalu basah bisa membuat taburan menggumpal dan kurang harum. Setelah direndam, tiriskan hingga airnya berkurang sebelum dihaluskan dan dimasak. Sangrai atau tumis hingga aromanya keluar dan teksturnya lebih kering.
Pilih ebi yang beraroma wajar dan tidak menunjukkan tanda kerusakan. Jika rasanya sudah cukup asin, kurangi atau hilangkan tambahan garam pada bumbu taburan.
Jaga suhu kukusan tetap stabil
Kue talam dimasak menggunakan uap panas sehingga suhu kukusan yang stabil membantu adonan matang merata. Pastikan air sudah mendidih sebelum cetakan dimasukkan. Gunakan api sedang dan hindari membuka tutup kukusan terlalu sering.
Membungkus tutup panci dengan kain bersih juga membantu mencegah tetesan air jatuh ke permukaan kue. Pastikan kain terpasang dengan aman dan tidak menjuntai hingga menyentuh api.
Sesuaikan topping dengan selera
Ebi memberikan rasa gurih dan asin yang menjadi ciri khas kue ini. Jika menyukai rasa pedas, tambahkan cabai pada taburan. Untuk rasa yang lebih sederhana, ebi dapat dimasak bersama bawang putih dan bawang merah tanpa cabai.
Keseimbangan rasa perlu diperhatikan agar taburan tidak terlalu asin dibandingkan adonan kue yang cenderung gurih ringan. Dengan begitu, rasa santan dan aroma udang kering dapat dinikmati secara bersamaan.
Cara Menyimpan dan Menyajikan Kue Talam Ebi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372498/original/091175100_1791880865-kue_talam_ebi_4.jpeg)
Kue talam ebi paling nikmat disajikan setelah agak dingin, ketika teksturnya sudah lebih kokoh tetapi masih lembut. Hidangkan dalam piring kecil sebagai camilan sore, sajian rapat keluarga, atau pelengkap kudapan tradisional lainnya.
Karena menggunakan santan dan topping udang kering, kue sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Jika tidak langsung dikonsumsi, simpan dalam wadah tertutup di lemari pendingin. Sebagai panduan keamanan pangan, masukkan ke lemari pendingin dalam waktu maksimal dua jam setelah matang, atau lebih cepat jika suhu lingkungan sangat panas.
Untuk menikmati kembali, panaskan dengan kukusan selama beberapa menit sampai hangat. Cara ini membantu mengembalikan kelembutan kue tanpa membuatnya cepat kering. Hindari memanaskan berulang kali karena dapat mengubah tekstur dan kualitas rasa.
Dengan bahan yang mudah ditemukan serta teknik memasak yang sederhana, kue talam ebi bisa menjadi pilihan untuk memperkenalkan variasi jajanan tradisional di rumah. Perpaduan tepung beras, santan, dan ebi menghadirkan rasa gurih yang khas, sekaligus memberikan alternatif bagi pencinta kudapan yang tidak selalu menginginkan kue manis.
Pertanyaan Seputar Kue Talam Ebi
1. Apa yang dimaksud dengan kue talam ebi?
Kue talam ebi adalah variasi kue talam tradisional yang dibuat menggunakan tepung beras, santan, dan biasanya sedikit tepung tapioka. Ciri khasnya adalah taburan ebi atau udang kering yang memberikan rasa gurih dan asin.
2. Apakah kue talam ebi harus menggunakan tepung tapioka?
Tidak selalu, tetapi sedikit tepung tapioka dapat membantu menghasilkan tekstur yang lebih kenyal. Tepung beras tetap menjadi bahan utama. Jika tapioka tidak tersedia, tekstur kue mungkin sedikit berbeda, sehingga perbandingan bahan perlu disesuaikan.
3. Mengapa kue talam ebi memiliki permukaan berlubang?
Permukaan berlubang dapat terjadi ketika air dari tutup kukusan menetes ke adonan atau terdapat banyak gelembung udara. Untuk mengatasinya, bungkus tutup kukusan dengan kain bersih, saring adonan jika perlu, dan ketuk cetakan perlahan sebelum dikukus.
4. Berapa lama kue talam ebi dikukus hingga matang?
Lama pengukusan bergantung pada ukuran cetakan dan ketebalan adonan. Untuk cetakan kecil, pengukusan awal sekitar 10 menit dapat dilanjutkan dengan pengukusan sekitar 10–20 menit setelah topping ditambahkan. Pastikan bagian tengah kue matang sebelum diangkat.
5. Apakah kue talam ebi bisa disimpan untuk keesokan hari?
Bisa. Simpan kue dalam wadah tertutup di lemari pendingin setelah suhunya turun dan jangan membiarkannya terlalu lama pada suhu ruang. Saat akan disajikan kembali, kukus sebentar hingga hangat. Periksa aroma dan kondisi kue sebelum dikonsumsi, serta buang jika menunjukkan tanda kerusakan.
Â
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372199/original/025007600_1791871347-HOAX__33_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372384/original/088941600_1791878335-cek_fakta_BSU_Oktober_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366130/original/016498100_1791253536-033A5626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372163/original/076659600_1791870152-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-13T123856.209.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372495/original/068655400_1791880865-kue_talam_ebi_1.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5472672/original/062908000_1768372622-image_f4dd7121.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5313706/original/012456200_1755053302-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372637/original/052072600_1791885614-9d6077da-1f44-44bc-aaaa-b0e1e9e348fc.jpg)