Liputan6.com, Jakarta - Media sosial terus mengubah pola perilaku keuangan, yang memicu pengeluaran diskresioner dan tekanan finansial. Maraknya budaya influencer dan iklan bertarget telah menciptakan ekosistem di mana pembelian lebih dipengaruhi oleh perbandingan sosial daripada kebutuhan, sehingga memicu Fear of Missing Out (FOMO).
Media sosial telah berkembang menjadi pasar yang memadukan konten dan perdagangan. Terdapat sekitar 5,24 miliar pengguna media sosial di seluruh dunia, angka ini mewakili sekitar 63,9 persen dari populasi global. Seorang pengguna pada umumnya menghabiskan rata-rata 2 jam 21 menit per hari di platform media sosial.
Melansir Forbes, Rabu, 7 Oktober 2026, salah satu perubahan paling signifikan adalah perdagangan sosial, di mana pembelian terjadi langsung di platform seperti Instagram, TikTok, dan Facebook.
Advertisement
Di Inggris, lebih dari 25 persen konsumen melakukan pembelian melalui media sosial pada tahun 2024, dengan berbagai merek memanfaatkan TikTok Shop dan alat terintegrasi lainnya untuk mendorong penjualan langsung.
Serangkaian kegagalan lain baru-baru ini yang tampak mengkhawatirkan karena mirip dengan fenomena era uang longgar rasa takut ketinggalan telah berulang kali muncul sebagai unsur kritis.
Sementara itu, dikutip Financial Times, untuk berpikir menyimpulkan bahwa kata "ketakutan" di sini menggambarkan rasa cemas yang lebih bersifat opsional dan mudah diatasi daripada, katakanlah, ketakutan akan kerugian, kehancuran nilai, atau hal yang lebih buruk.
Menggambarkan FOMOÂ sebagai rasa takut yang sesungguhnya membutuhkan bukti bahwa ada harga yang harus dibayar akibat melewatkan peluang.
Peran Influencer dan Tekanan Teman Sebaya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5416072/original/040330300_1763440828-Girl_Math.jpg)
Influencer membentuk preferensi konsumen dengan mempromosikan gaya hidup yang diidamkan. Menurut Statista, TikTok memengaruhi keputusan pembelian setengah dari konsumen muda pada tahun 2024. Platform ini mengaburkan batas antara hiburan dan iklan, sehingga memicu tren yang mendorong pembelian impulsif.
Paparan ini memicu FOMO, yang dapat menyebabkan keputusan keuangan yang impulsif. Sekitar 40 persen generasi milenial melaporkan bahwa media sosial membuat mereka menghabiskan uang yang sebenarnya tidak mereka miliki.
Hal ini diperparah oleh penekanan media sosial pada eksklusivitas dan konsumsi yang didorong oleh status. Barang-barang mahal seperti pakaian desainer, liburan mewah, dan gawai kelas atas mendominasi konten influencer, sehingga membuatnya tampak sebagai kebutuhan esensial daripada sekadar barang mewah.
Rasa urgensi yang diciptakan oleh diskon terbatas dan pengalaman mulus yang ditampilkan influencer membuat kesempatan ini terasa seperti sesuatu yang tidak boleh saya lewatkan. Pentingnya menyadari bahwa ini hanyalah dorongan impulsif yang dipicu oleh FOMO, bukan keputusan yang dipikirkan dengan matang.
Advertisement
Dampak Keuangan dari Pengeluaran Akibat FOMO
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4728632/original/071373600_1706465868-aleksandrs-karevs-9PZePvYSM4U-unsplash.jpg)
Pengeluaran yang didorong oleh FOMO dapat menimbulkan dampak keuangan yang signifikan. Tekanan dapat muncul ketika keinginan mengikuti pengalaman orang lain membuat kemampuan finansial pribadi terabaikan.
Banyak orang beralih ke kartu kredit dan layanan "beli sekarang, bayar nanti" untuk membiayai pembelian yang didorong oleh gaya hidup. Bagi sebagian orang lain, pengeluaran ini mengikis tabungan mereka.
Alih-alih memprioritaskan tujuan keuangan jangka panjang, mereka justru berfokus pada kepuasan sesaat. Tekanan untuk mempertahankan citra di dunia maya berujung pada kecemasan dan ketidakstabilan keuangan.
Paparan informasi secara terus-menerus dapat memperburuk situasi. Arus konten yang tidak berhenti berpotensi memicu cognitive overload, yaitu kondisi ketika seseorang menerima begitu banyak informasi yang menimbulkan stres hingga sulit memprosesnya secara optimal.
Strategi untuk Menghindari Perangkap Pengeluaran di Media Sosial
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344956/original/049167500_1789013359-jakub-zerdzicki-LNnmSumlwO4-unsplash.jpg)
Tetapkan tujuan keuangan yang jelas dengan memprioritaskan tabungan, investasi, dan kebutuhan penting sebelum mengalokasikan uang untuk pembelian opsional. Terapkan konsumsi secara sadar dengan mempertimbangkan apakah suatu barang benar-benar dibutuhkan dan sesuai dengan tujuan serta nilai pribadi.
Batasi paparan terhadap iklan bertarget dan pemasaran influencer yang dapat memicu keinginan berbelanja secara impulsif. Penggunaan pemblokir iklan juga dapat membantu mengurangi paparan terhadap berbagai promosi.
Tingkatkan literasi keuangan dengan mempelajari penganggaran dan pengelolaan keuangan pribadi. Pemahaman yang baik dapat membantu seseorang menghadapi tekanan perbandingan sosial.
FOMO di media sosial dapat mendorong pengeluaran berdasarkan tren sesaat, bukan kebutuhan. Kebiasaan finansial yang lebih sadar membantu mengendalikan dorongan konsumtif dan menjaga stabilitas keuangan jangka panjang.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5227787/original/093812800_1747821037-WhatsApp_Image_2025-05-21_at_16.41.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2913249/original/058240300_1568693252-KPK_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343958/original/032352600_1788928394-HOAX__14_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368500/original/084408500_1791437213-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-08T122327.942.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358103/original/007580400_1790323169-viralyft-Pv3M2oPoaAk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)