Liputan6.com, Jakarta - Minyak goreng yang baru digunakan beberapa kali biasanya mulai berubah warna menjadi lebih gelap. Selain membuat makanan terlihat kurang menarik, minyak yang cepat menghitam juga membuat penggunaannya terasa boros karena harus sering diganti.
Padahal, minyak goreng dapat dibuat lebih awet selama digunakan dengan cara yang tepat. Cara memasak, jenis makanan yang digoreng, suhu minyak, hingga cara menyaring dan menyimpannya setelah digunakan dapat memengaruhi kondisi minyak.
Jika ingin minyak goreng tidak cepat menghitam, kuncinya bukan sekadar menggunakan minyak sesedikit mungkin. Yang lebih penting adalah mencegah sisa tepung, remah makanan, bumbu, dan air ikut terbakar di dalam minyak. Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan di rumah, dirangkum Liputan6.com, Selasa (8/9/2026).
Advertisement
Atur Suhu dan Proses Menggoreng
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3500552/original/098377000_1625380011-1501257-6-tips-membuat-tahu-crispy.jpg)
1. Gunakan Api Sedang Saat Menggoreng
Salah satu penyebab minyak cepat rusak adalah suhu yang terlalu tinggi. Minyak yang terus-menerus dipanaskan secara berlebihan akan lebih cepat mengalami perubahan warna dan kualitas.
Gunakan api sedang dan sesuaikan dengan jenis makanan yang dimasak. Api besar memang membuat minyak cepat panas, tetapi tidak selalu membuat makanan lebih cepat matang secara merata.
2. Jangan Memasukkan Makanan Sebelum Minyak Cukup Panas
Memasukkan bahan makanan ketika minyak masih terlalu dingin dapat membuat makanan menyerap lebih banyak minyak. Proses penggorengan juga menjadi lebih lama sehingga minyak berada di atas panas dalam waktu lebih panjang.
Namun, minyak juga sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama kosong di atas api. Panaskan minyak secukupnya, kemudian segera gunakan untuk menggoreng.
3. Jangan Terlalu Sering Memanaskan Minyak Tanpa Digunakan
Minyak tidak hanya mengalami perubahan ketika digunakan untuk menggoreng. Pemanasan berulang tanpa bahan makanan juga dapat mempercepat penurunan kualitas minyak.
Karena itu, sebaiknya tentukan jumlah minyak yang memang diperlukan. Setelah selesai menggoreng, matikan kompor dan jangan membiarkan wajan berisi minyak terus berada di atas panas.
Advertisement
Kurangi Sisa Makanan yang Membuat Minyak Hitam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309362/original/052470800_1785225637-hAUuxXjjVkKnxFeJ7Rj9T84jwSJ4kxuioPDOhUEk.jpg)
4. Bersihkan Tepung yang Berlebihan Sebelum Digoreng
Lapisan tepung yang terlalu tebal dan mudah terlepas merupakan salah satu penyebab minyak cepat keruh dan menghitam. Tepung atau adonan yang terlepas akan tertinggal di dalam minyak dan terus terkena panas.
Sebelum memasukkan makanan, kibaskan perlahan tepung berlebih. Untuk makanan seperti ayam, ikan, tahu, atau tempe yang dibalut tepung, cara ini dapat membantu mengurangi jumlah remah yang masuk ke dalam minyak.
5. Jangan Terlalu Sering Menggoreng Makanan Berbumbu Pekat
Makanan dengan banyak bumbu, terutama bumbu berwarna kuat, dapat membuat minyak lebih cepat berubah warna. Rempah dan bumbu yang terlepas selama proses penggorengan juga dapat mengalami pembakaran.
Jika memungkinkan, gunakan minyak yang berbeda untuk menggoreng makanan berbumbu pekat dan makanan yang rasanya lebih netral. Cara ini dapat membantu minyak tetap lebih bersih untuk penggunaan berikutnya.
6. Segera Angkat Remah yang Mengambang
Remah makanan yang tertinggal di dalam minyak akan terus terkena panas. Jika dibiarkan, bagian tersebut dapat berubah menjadi cokelat gelap hingga gosong dan akhirnya membuat seluruh minyak tampak lebih hitam.
Gunakan saringan kawat atau serok berlubang untuk mengambil remah makanan selama proses menggoreng. Cara sederhana ini sangat membantu terutama ketika menggoreng makanan bertepung.
Jaga Kondisi Minyak Saat Digunakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3404154/original/052849300_1616011409-Minyak_1.jpg)
7. Hindari Air Masuk ke Dalam Minyak
Air dan minyak panas dapat menimbulkan percikan yang berbahaya. Selain itu, bahan makanan yang terlalu basah membuat proses penggorengan menghasilkan lebih banyak gelembung.
Keringkan bahan makanan dengan baik sebelum digoreng. Hal ini terutama penting ketika menggoreng bahan yang sebelumnya dicuci atau direndam.
8. Jangan Memenuhi Wajan dengan Terlalu Banyak Makanan
Menggoreng terlalu banyak bahan sekaligus dapat membuat suhu minyak turun secara drastis. Akibatnya, makanan membutuhkan waktu lebih lama untuk matang dan minyak lebih banyak bersentuhan dengan air serta partikel makanan.
Goreng dalam beberapa tahap jika jumlah makanan cukup banyak. Berikan ruang agar makanan dapat bergerak dan panas minyak tetap relatif stabil.
9. Pilih Minyak yang Sesuai untuk Menggoreng
Jenis minyak juga berpengaruh terhadap performanya ketika dipanaskan. Untuk menggoreng, pilih minyak yang memang sesuai untuk penggunaan pada suhu tinggi dan perhatikan petunjuk pada kemasan.
Penggunaan minyak yang tepat tidak berarti minyak tersebut dapat digunakan tanpa batas. Setiap minyak tetap mengalami perubahan kualitas setelah melalui pemanasan dan kontak dengan makanan.
Advertisement
Saring dan Simpan Minyak dengan Benar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3909593/original/019278800_1642667915-ashwini-chaudhary-w0OYkevw9N4-unsplash.jpg)
10. Saring Minyak Setelah Selesai Digunakan
Setelah minyak cukup dingin untuk ditangani dengan aman, saring menggunakan saringan halus untuk memisahkan remah makanan. Jangan menuangkan minyak yang masih sangat panas ke wadah plastik yang tidak dirancang untuk suhu tinggi.
Untuk hasil penyaringan yang lebih baik, gunakan saringan yang cukup rapat sehingga partikel kecil tidak ikut masuk ke wadah penyimpanan.
11. Simpan Minyak di Wadah yang Bersih dan Tertutup
Setelah disaring, simpan minyak dalam wadah yang bersih, kering, dan memiliki penutup. Wadah tertutup membantu mengurangi paparan udara, cahaya, serta kontaminan dari lingkungan.
Pastikan tidak ada air yang tertinggal di dalam wadah sebelum minyak dimasukkan. Wadah yang lembap dapat memengaruhi kondisi minyak dan meningkatkan risiko percikan ketika digunakan kembali.
12. Pisahkan Minyak Berdasarkan Jenis Masakan
Jika sering menggunakan minyak untuk berbagai jenis makanan, membuat pemisahan sederhana dapat membantu. Minyak yang digunakan untuk menggoreng makanan bertepung sebaiknya tidak selalu dicampur dengan minyak yang digunakan untuk makanan berbumbu kuat.
Dengan cara ini, sisa rasa, aroma, warna, dan partikel dari satu jenis makanan tidak terlalu banyak memengaruhi minyak yang digunakan untuk masakan lain.
Kenali Saat Minyak Harus Diganti
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5060509/original/055240300_1734756631-1734752282647_tips-menjernihkan-minyak-goreng-bekas.jpg)
13. Jangan Mencampur Minyak Lama dengan Minyak Baru
Menambahkan minyak baru ke minyak yang sudah rusak bukan cara efektif untuk membuat minyak lama kembali seperti semula. Minyak baru justru akan bercampur dengan minyak yang kualitasnya sudah menurun.
Jika minyak lama sudah menunjukkan perubahan yang jelas, sebaiknya ganti dengan minyak baru daripada mencoba mengencerkan minyak lama menggunakan minyak yang masih segar.
14. Jangan Hanya Mengandalkan Warna Minyak
Minyak yang berubah warna memang bisa menjadi tanda bahwa kualitasnya telah menurun, tetapi warna bukan satu-satunya indikator. Beberapa jenis makanan memang dapat membuat minyak lebih gelap meskipun belum tentu menunjukkan kondisi yang sama dengan minyak yang telah mengalami pemanasan berlebihan.
Perhatikan juga aroma, munculnya asap lebih cepat dari biasanya, busa yang tidak wajar, serta perubahan karakter minyak ketika digunakan.
15. Buang Minyak Jika Sudah Menunjukkan Tanda Kerusakan
Membuat minyak lebih awet bukan berarti menggunakannya sebanyak mungkin. Ada batas ketika minyak sebaiknya dibuang dan diganti dengan yang baru.
Jika minyak sudah berbau tengik, menghasilkan asap pada suhu yang relatif rendah, berbusa secara tidak biasa, atau mengalami perubahan karakter yang jelas, sebaiknya jangan dipaksakan untuk digunakan kembali.
Advertisement
Kebiasaan Kecil yang Membuat Minyak Lebih Awet
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5058934/original/021876200_1734684176-58344.jpg)
Minyak goreng bisa lebih awet digunakan jika beberapa kebiasaan sederhana saat memasak dan menyimpannya diperhatikan. Mulai dari mengatur suhu hingga menyaring minyak setelah dipakai, langkah kecil ini dapat membantu minyak tidak cepat keruh dan menghitam:
- Gunakan api sedang dan hindari pemanasan berlebihan.
- Keringkan bahan makanan sebelum dimasukkan ke minyak.
- Buang tepung atau adonan berlebih sebelum menggoreng.
- Angkat remah makanan yang mengambang.
- Jangan memenuhi wajan dengan terlalu banyak bahan.
- Saring minyak setelah digunakan.
- Simpan minyak dalam wadah yang bersih, kering, dan tertutup.
- Hindari mencampur minyak lama dengan minyak baru.
- Jangan memanaskan minyak terlalu lama ketika tidak digunakan.
- Ganti minyak jika sudah menunjukkan tanda penurunan kualitas.
Pertanyaan Seputar Minyak Goreng Agar Tidak Cepat Menghitam
Apakah menyaring minyak bisa membuatnya tidak cepat hitam?
Menyaring minyak dapat membantu menghilangkan remah dan partikel makanan yang bisa terus terbakar saat minyak digunakan kembali. Namun, penyaringan tidak dapat mengembalikan minyak yang sudah mengalami penurunan kualitas.
Kenapa minyak goreng cepat menghitam saat menggoreng ayam?
Ayam yang dibumbui atau dilapisi tepung dapat meninggalkan bumbu, tepung, dan remah di dalam minyak. Jika partikel tersebut terus dipanaskan, warnanya dapat berubah menjadi gelap dan ikut membuat minyak tampak menghitam.
Apakah minyak yang hitam masih boleh digunakan?
Warna gelap saja tidak cukup untuk menentukan kondisi minyak. Perhatikan juga bau, asap, busa, dan perubahan karakter minyak. Jika sudah menunjukkan tanda penurunan kualitas yang jelas, sebaiknya minyak tidak digunakan kembali.
Berapa kali minyak goreng bisa digunakan kembali?
Tidak ada jumlah penggunaan yang berlaku untuk semua kondisi. Frekuensinya bergantung pada jenis minyak, suhu penggorengan, jenis makanan, lama pemanasan, serta seberapa banyak sisa makanan yang masuk ke dalam minyak. Kondisi minyak lebih penting daripada sekadar menghitung berapa kali minyak telah digunakan.
Apakah menambahkan minyak baru ke minyak lama bisa membuatnya lebih awet?
Tidak. Minyak baru tidak dapat mengembalikan minyak lama menjadi seperti semula. Jika minyak lama sudah menunjukkan tanda penurunan kualitas, sebaiknya jangan mencampurnya dengan minyak baru.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342535/original/041645600_1788773436-HOAX__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342958/original/090035200_1788838614-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-08T103615.451.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/850960/original/018479100_1428984571-KAA3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336194/original/011453800_1788145793-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-31T100906.764.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296007/original/084711600_1783999512-cropped-389f0ede-20ec-46a0-aafd-49e30ae447f5.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340359/original/053752600_1788503771-Minyak_goreng_di_dekat_kompor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4312887/original/075013100_1675421979-Stabilkan_harga__Bulog_glontorkan_30_ribu_ton_beras_di_pasar_induk_cipinang-ANGGA_7.jpg)