Proyek Resor Mewah Ivanka Trump dan Jared Kushner Didemo Besar-besaran Warga Albania

Proyek resor mewah Ivanka Trump dan Jared Kushner itu berjalan di sebuah pulau terpencil di lepas pantai Albania.

Diterbitkan 08 Juni 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Proyek pembangunan resor mewah milik Ivanka Trump dan suaminya, Jared Kushner, tak berjalan mulus. Warga Albania menolak keras proyek 'besar-besaran' di sebuah pulau tak berpenghuni di Laut Adriatik itu hingga memicu demonstrasi besar-besaran.

Ivanka, putri sulung Presiden Donald Trump dan mendiang mantan istrinya, Ivana Trump, berbicara tentang rencananya dan suaminya untuk membangun resor mewah di lepas pantai Albania selama penampilannya di podcast Founders pada Minggu, 31 Mei 2026.

"Saya sedang mengerjakan proyek luar biasa bersama suami saya di Mediterania," katanya kepada pembawa acara David Senra, dikutip dari People, Senin (8/6/2026). "Skalanya sangat besar."

"Saya rasa itu pernyataan yang meremehkan," jawab Senra. "Ya," jawab Ivanka sambil tertawa. "Memang."

Dalam wawancaranya dengan Senra, Ivanka mengatakan bahwa dia dan Kushner menemukan pulau itu beberapa tahun lalu saat berlayar dengan perahu seorang teman. "Kami berenang ke pulau itu, kami mendaki, tanpa alas kaki sampai ke puncak, dan kami benar-benar terpukau," katanya.

Kushner kemudian menyodorkan proposal pembangunan kompleks resor mewah yang disebut sebagai 'komunitas resor ramah lingkungan'. Proposal itu diajukan oleh perusahaan ekuitas swasta Kushner, Affinity Partners, yang berencana untuk menggabungkan kamar hotel, vila pribadi, dan fasilitas mewah ke dalam lanskap alam yang ada, menurut rancangan awal.

"Kami mengembangkan kesempatan untuk membantu mewujudkan potensinya dan mengubahnya," kata Ivanka tentang pulau itu. "Tetapi dengan banyak kehati-hatian dan pertimbangan, karena tanahnya sangat indah sehingga, arsitektur harus sepenuhnya terintegrasi ke dalamnya, hampir muncul darinya."

 

Didukung Pemerintah Albania

Pemerintah Albania awalnya menyetujui proposal proyek yang disodorkan Kushner untuk membangun kompleks mewah senilai USD 1,4 miliar di Pulau Sazan, bekas pangkalan militer Perang Dingin, pada akhir 2024, tak lama sebelum pelantikan kedua Trump. Pejabat Albania mencatat dalam perjanjian dengan Atlantic Incubation Partners, sebuah LLC yang terkait dengan Kushner, bahwa pemerintah akan mempertahankan 'hak untuk mencabut' keputusannya.

Pasangan tersebut berencana untuk membangun proyek lain di Semenanjung Zvernec, lahan basah pesisir yang sensitif di pantai barat daya Albania, sebagai bagian dari proyek tersebut. Perdana Menteri Albania Edi Rama membela usaha tersebut sebagai peluang untuk menjadikan negara itu, salah satu negara termiskin di Eropa, sebagai tujuan wisata global. Namun, kelompok lingkungan telah menyuarakan kekhawatiran ekologis tentang rencana tersebut.

Inti Protes Warga Albania Atas Proyek Resor Ivanka Trump

Protes meletus di ibu kota Albania, Tirana, akhir bulan lalu, dengan beberapa demonstran membawa potongan karton bergambar flamingo merah muda, salah satu spesies burung migrasi yang dilindungi di sepanjang pantai Adriatik, lapor NPR. Selama demonstrasi di luar kantor Rama pada Rabu, 3 Juni 2026, para demonstran memegang spanduk bertuliskan, "Albania tidak untuk dijual," menurut Al Jazeera.

Para demonstran juga berkumpul di garis pantai selatan, dengan ekskavator baru-baru ini mulai membersihkan area tersebut dan para pekerja mendirikan pagar kawat berduri di sekitar pantai, mencegah penduduk setempat mengaksesnya. Pada Selasa, 2 Juni 2026, kantor kejaksaan khusus Albania yang menyelidiki korupsi dan kejahatan terorganisir mengatakan telah membuka penyelidikan terkait proyek tersebut, lapor Al Jazeera.

Ivanka Trump Bukan Sekali Diterpa Skandal

Sebelumnya, Ivanka Trump yang pernah menjadi penasihat Presiden Donald Trump di masa jabatan pertama, dilaporkan dimintai keterangan di bawah sumpah pada Desember 2020. Hal itu menjadi bagian dari gugatan perdata yang menuduh telah terjadinya penyalahgunaan dana nirlaba untuk pelantikan Donald Trump empat tahun lalu.

Dalam dokumen pengadilan yang diungkapkan Kantor Jaksa Distrik Columbia, Karl Racine, Selasa 2 Desember 2020, diketahui bahwa deposisi itu digelar pada Selasa. Dalam gugatan hukum pada Januari 2020, Racine mengklaim bisnis real estat Donald Trump dan entitas lainnya telah menyalahgunakan dana nirlaba untuk memperkaya keluarga Trump.

Berdasarkan gugatan hukum itu, sebuah perusahaan nirlaba yang bebas pajak – yang disebut sebagai "58th Presidential Inaugural Committee" atau "Komite Pelantikan Kepresidenan ke 58", berkoordinasi dengan keluarga Trump untuk membayar lebih banyak bagi ruangan yang digunakan di Trump International Hotel di Washington DC.

Dalam gugatan hukumnya, Racine menuding bahwa dalam satu kasus, organisasi nirlaba itu membayar lebih dari USD 300 ribu untuk mengadakan resepsi pribadi di hotel Trump, untuk tiga anak tertua presiden, yaitu Donald Trump Jr, Ivanka dan Eric pada malam pelantikan 20 Januari 2017.