Rahasia Cara Membuat Tape Singkong Lembut dan Manis Alami: Panduan Lengkap Anti-Gagal

Ingin tahu cara membuat tape singkong lembut dan manis alami? Ikuti panduan lengkap ini untuk hasil fermentasi sempurna yang empuk, manis, dan anti-gagal.

Diterbitkan 20 Mei 2026, 18:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tape singkong, penganan tradisional yang digemari banyak kalangan, menawarkan cita rasa manis legit dengan tekstur yang lembut di lidah. Kelezatannya membuat banyak orang penasaran akan cara membuat tape singkong lembut dan manis alami di dapur rumah mereka.

Untuk mencapai tape singkong dengan kualitas terbaik, yakni empuk, lembut, dan memiliki kemanisan alami, ada beberapa faktor krusial yang perlu diperhatikan. Pemilihan singkong yang tepat, menjaga kebersihan selama seluruh tahapan proses, serta takaran ragi yang akurat adalah kunci utama keberhasilan cara membuat tape singkong lembut dan manis alami.

Proses fermentasi yang terkontrol dengan baik akan mengubah pati dalam singkong menjadi gula alami, menghilangkan kebutuhan akan tambahan gula. Berikut ini telah Liputan6.com susun cara membuat tape singkong lembut dan manis alami, memastikan Anda mendapatkan hasil yang memuaskan dan anti-gagal.

Bahan-Bahan Utama untuk Tape Singkong Berkualitas

Persiapan bahan baku yang berkualitas adalah langkah awal yang tidak boleh diabaikan dalam proses pembuatan tape singkong. Bahan-bahan ini akan sangat menentukan hasil akhir tape Anda.

  • 1 kg Singkong: Pilihlah singkong yang masih segar, idealnya yang baru dipanen. Ciri-ciri singkong berkualitas baik adalah memiliki kulit ari berwarna merah muda dan bagian dagingnya putih kekuningan, sering disebut singkong mentega. Jenis singkong ini dikenal menghasilkan tekstur yang lebih empuk dan pulen setelah difermentasi.
  • 1 keping Ragi Tape (kualitas bagus): Kualitas ragi memegang peranan vital dalam fermentasi. Gunakan ragi tape yang tampak putih bersih, kering, dan tidak mengeluarkan bau apek. Ragi yang baik akan memastikan proses fermentasi berjalan optimal.
  • Daun Pisang Secukupnya: Siapkan daun pisang yang cukup untuk alas dan penutup selama proses fermentasi. Daun pisang tidak hanya membantu menjaga suhu optimal, tetapi juga memberikan aroma khas yang sedap pada tape singkong.

Panduan Langkah Demi Langkah Membuat Tape Singkong

Ikuti setiap langkah dengan cermat untuk memastikan tape singkong Anda berhasil dan memiliki kualitas terbaik.

1. Persiapan Singkong

Langkah awal yang sangat penting adalah mempersiapkan singkong dengan benar untuk fermentasi.

  • Kupas singkong lalu potong-potong sesuai ukuran yang diinginkan, umumnya sekitar 5-10 cm.
  • Kerik bagian permukaan luar singkong yang berlendir menggunakan pisau hingga terasa kesat. Lendir yang tidak dibersihkan dapat menyebabkan tape menjadi asam atau pahit.
  • Cuci singkong hingga bersih beberapa kali sampai air bilasan jernih, kemudian tiriskan sepenuhnya.

2. Proses Pengukusan

Pengukusan yang tepat akan menghasilkan singkong yang matang sempurna tanpa terlalu lembek.

  • Panaskan dandang kukusan hingga airnya mendidih dan siap digunakan.
  • Kukus singkong selama kurang lebih 25–30 menit, atau sampai singkong matang dan empuk saat ditusuk garpu. Pastikan singkong tidak terlalu mekar atau hancur, karena jika terlalu lembek, tape bisa menjadi benyek.
  • Angkat singkong yang sudah dikukus dan letakkan di wadah lebar, seperti tampah yang sudah dialasi daun pisang, untuk proses pendinginan.

3. Pendinginan Total

Tahap pendinginan adalah kunci agar ragi dapat bekerja dengan efektif.

  • Biarkan singkong mendingin sepenuhnya pada suhu ruangan. Jangan pernah menaburkan ragi saat singkong masih hangat atau panas.
  • Suhu tinggi akan mematikan mikroorganisme baik dalam ragi, yang dapat menyebabkan fermentasi gagal dan tape menjadi asam atau keras.

4. Penaburan Ragi

Penaburan ragi harus dilakukan secara merata dan dengan takaran yang tepat.

  • Sambil menunggu singkong dingin, haluskan ragi tape menggunakan sendok di dalam plastik hingga menjadi bubuk yang sangat halus.
  • Gunakan saringan teh untuk menaburkan ragi secara merata ke seluruh permukaan singkong. Balik singkong agar semua sisinya terlapisi ragi tipis-tipis.
  • Untuk 1 kg singkong, cukup gunakan sekitar ½ hingga 1 keping ragi. Penggunaan ragi yang berlebihan dapat menyebabkan tape terasa pahit dan getir.

5. Proses Fermentasi (Pemeraman)

Pemeraman adalah tahap krusial di mana singkong akan berubah menjadi tape.

  • Siapkan wadah kedap udara, seperti ember plastik atau toples besar, lalu lapisi bagian dalamnya dengan daun pisang secara rapat.
  • Tata singkong yang sudah diberi ragi ke dalam wadah. Hindari menumpuk terlalu padat agar sirkulasi udara mikro tetap terjaga.
  • Tutup bagian atas singkong dengan daun pisang, kemudian tutup wadah dengan penutupnya hingga benar-benar rapat (airtight).

6. Penyimpanan

Tempat penyimpanan yang tepat akan mendukung proses fermentasi yang optimal.

  • Simpan wadah di lokasi yang gelap, hangat, dan kering, misalnya di dalam lemari dapur atau sudut ruangan yang stabil suhunya.
  • Biarkan proses fermentasi berlangsung selama 2 hingga 3 hari (48–72 jam).
  • Selama proses ini, wadah tidak boleh dibuka sama sekali untuk menjaga suhu tetap stabil dan mencegah kontaminasi udara luar.

 

Mengenali Ciri Tape Singkong yang Berhasil

Setelah periode fermentasi, Anda dapat memeriksa hasil tape singkong Anda. Tape yang berhasil akan menunjukkan tanda-tanda berikut:

  • Teksturnya akan berubah menjadi sangat lembut dan empuk saat ditekan, menunjukkan proses fermentasi yang sempurna.
  • Mengeluarkan aroma alkohol manis yang khas dan harum, indikasi bahwa ragi telah bekerja dengan baik.
  • Akan muncul cairan bening di dasar wadah, yang merupakan air tapai alami dengan rasa sangat manis.

Pantangan Krusial untuk Tape Singkong Anti-Gagal

Untuk memastikan keberhasilan pembuatan tape singkong yang lembut dan manis alami, perhatikan beberapa pantangan penting ini:

  • Bebas Minyak dan Garam: Pastikan semua peralatan yang digunakan, mulai dari tangan, pisau, kukusan, tampah, hingga wadah penyimpanan, benar-benar bersih dari minyak, sabun, atau garam. Zat-zat ini dapat menghambat kerja ragi dan menyebabkan singkong membusuk (berwarna hitam/merah) alih-alih menjadi tape.
  • Jangan Tersentuh Tangan Langsung: Saat menata singkong yang sudah matang ke dalam wadah, gunakan garpu atau sarung tangan plastik yang bersih. Kontak langsung dengan bakteri di tangan dapat memicu kontaminasi yang mengganggu fermentasi.
  • Pindahkan ke Kulkas Setelah Manis: Jika tape sudah mencapai tingkat kemanisan yang diinginkan, segera pindahkan dan simpan di dalam kulkas. Hal ini akan memperlambat proses fermentasi dan mencegah tape menjadi terlalu asam atau berair.

 

Pertanyaan Seputar Cara Membuat Tape Singkong Lembut dan Manis Alami

1. Kenapa tape singkong bisa terasa keras dan tidak manis?

Tape singkong yang keras biasanya disebabkan oleh pemilihan singkong yang kurang bagus atau proses fermentasi yang belum sempurna. Singkong yang terlalu tua cenderung menghasilkan tekstur lebih padat dan sulit lembut. Selain itu, penggunaan ragi terlalu sedikit atau suhu penyimpanan terlalu dingin juga membuat proses fermentasi berjalan lambat sehingga rasa manis alami belum keluar maksimal.

2. Bagaimana cara memilih singkong yang bagus untuk tape?

Pilih singkong yang masih segar, berwarna putih bersih, dan tidak memiliki serat berlebihan saat dipotong. Singkong yang bagus untuk tape umumnya mudah dipatahkan dan tidak terlalu keras. Hindari singkong yang bercak kebiruan atau terasa pahit karena dapat memengaruhi rasa hasil fermentasi.

3. Berapa lama proses fermentasi tape singkong agar hasilnya lembut?

Fermentasi tape singkong biasanya membutuhkan waktu sekitar 2–3 hari pada suhu ruang. Jika cuaca lebih dingin, prosesnya bisa lebih lama. Semakin pas waktu fermentasinya, tekstur tape akan menjadi lebih lembut dan rasa manis alaminya semakin terasa tanpa perlu tambahan gula.

4. Apakah tape singkong harus disimpan di wadah tertutup?

Ya, tape singkong sebaiknya disimpan di wadah tertutup rapat agar proses fermentasi berjalan optimal dan terhindar dari kontaminasi. Namun, wadah tetap perlu dalam kondisi bersih dan kering. Penyimpanan yang tepat membantu tape menghasilkan aroma khas yang harum dan tekstur yang lembut.

5. Kenapa tape singkong terkadang terasa asam berlebihan?

Rasa asam yang terlalu kuat biasanya terjadi karena fermentasi terlalu lama atau penggunaan ragi yang berlebihan. Tape yang dibiarkan terlalu lama akan menghasilkan lebih banyak cairan dan rasa asam semakin dominan. Untuk mendapatkan rasa manis alami yang pas, tape sebaiknya segera dikonsumsi setelah teksturnya lembut dan aromanya harum.

 

Â