Turis China Tewas Saat Main Ayunan Tebing padahal Wahana Baru Dibuka 2 Bulan

Turis remaja di China tewas usai terjatuh dari wahana ayunan tebing. Peringatan korban pada petugas wahana sebelum terjun tuai sorotan.

Diterbitkan 11 Mei 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang turis China meninggal dunia setelah terjatuh dari wahana ekstrem ayunan tebing (cliff swing) di Taman Ekspedisi Maliuyan, Provinsi Sichuan, Tiongkok. Insiden yang terjadi pada Minggu, 3 Mei 2026, menjadi viral di media sosial daratan Tiongkok dengan jumlah penayangan mencapai lebih dari 200 juta kali.

Melansir South China Morning Post, Jumat, 8 Mei 2026, Pemerintah Kota Huaying pada Selasa, 5 Mei 2026, mengonfirmasi bahwa korban bernama Liu mengalami cedera serius saat menaiki wahana tersebut dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit. Dalam pernyataannya, pihak berwenang menyebut insiden itu merupakan kecelakaan yang melanggar peraturan keselamatan.

Setelah kejadian tersebut, taman wisata langsung ditutup untuk diselidiki lebih lanjut. Wahana ayunan itu diketahui berada di atas platform dekat air terjun dengan ketinggian sekitar 168 meter.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan Liu, yang diperkirakan berusia 16 hingga 17 tahun, mengenakan helm keselamatan dan beberapa tali pengaman di tubuh bagian atasnya. Saat duduk di tepi platform sebelum wahana dijalankan, Liu terdengar beberapa kali memperingatkan petugas terkait pemasangan tali pengaman.

"Jangan terlalu longgar," teriak korban dalam video yang viral. Meski demikian, seorang pekerja tetap menjalankan wahana tersebut. Sekitar dua detik setelah ayunan bergerak, pengaman di bagian atas tubuh korban terlepas dan Liu jatuh dari tebing.

Insiden itu menuai banyak reaksi dari warganet yang mempertanyakan standar keamanan operator wisata ekstrem di Tiongkok. "Keselamatan pengunjung seharusnya menjadi prioritas utama," tulis salah satu pengguna media sosial dalam komentar yang ramai dibagikan.

 

 

Pengelola Taman Tutup Operasional

Penyebab pasti kecelakaan tersebut hingga kini masih diselidiki pihak berwenang setempat. Setelah insiden terjadi, Maliuyan Expedition Park mengumumkan penutupan sementara operasional pada 4--10 Mei 2026 melalui akun media sosial resminya.

Pihak pengelola menyebut penutupan dilakukan karena keadaan kahar (force majeur) sekaligus untuk memeriksa seluruh peralatan wahana menyeluruh demi menjamin keselamatan pengunjung. Menurut laporan Dahe News, wahana ayunan tebing tersebut baru mulai beroperasi pada Maret 2026.

Sejumlah pengunjung sebelumnya sempat membagikan pengalaman mereka saat mencoba wahana ekstrem itu di media sosial. "Saya merasa seperti kehilangan gravitasi selama beberapa detik," tulis seorang pengguna internet yang pernah menaiki wahana tersebut.

Komentar lain yang diunggah pada akhir Maret bahkan sudah menyinggung persoalan keamanan wahana itu. "Hanya ada satu tali pengaman, bukan dua tali. Risikonya tinggi. Sebaiknya jangan mencoba," tulis pengguna media sosial lainnya.

Standar Keselamatan Wahana Ekstrem Dipertanyakan Publik

Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar di Tiongkok telah menetapkan standar wajib untuk wahana ayunan tebing, termasuk terkait desain, produksi, pemasangan, hingga pengelolaan operasional, Regulasi tersebut mulai berlaku sejak Maret 2025.

Namun, insiden tragis yang menewaskan remaja perempuan bernama Liu memunculkan dugaan bahwa prosedur keselamatan di lokasi wisata tersebut tidak dijalankan dengan baik. Editorial media lokal Shangyou News menilai pengelola taman diduga mengabaikan standar keamanan yang telah ditetapkan.

"Berdasarkan video viral kecelakaan tersebut dan foto-foto promosi taman, kami dapat menyimpulkan bahwa mereka tampaknya tidak mengikuti aturan keselamatan," tulis Shangyou News.

Media tersebut juga menyoroti pentingnya penerapan standar keamanan secara ketat dalam setiap wahana ekstrem, "Harga untuk 'tidak terikat erat' adalah nyawa, Kami sangat sedih karenanya, Keselamatan bukan hanya slogan, tetapi harus diterapkan secara ketat. Hanya dengan menjaga standar keselamatan paling mendasar, tragedi serupa dapat dihindari," lanjut dalam artikel itu.

Insiden Fatal di Kawah Ijen Tewaskan Turis Asal China

Dari dalam negeri, seorang turis China berinisial HL meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang sedalam sekitar 75 meter di kawasan Taman Wisata Alam Kawah Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur. Insiden tersebut terjadi saat korban sedang berwisata dan berfoto di area sekitar kawah.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Banyuwangi, Dwi Putro Sugiarto, menyebut kejadian itu murni kecelakaan. "Ini akibat kecelakaan murni," kata Dwi Putro Sugiarto pada Sabtu, 20 April 2024.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat korban hendak berfoto di tepi jurang. Ketika mencoba mundur untuk mengambil posisi, korban diduga menginjak rok yang dikenakannya hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke jurang di belakangnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) saat itu, Sandiaga Salahuddin Uno, kembali mengingatkan pentingnya faktor keselamatan di destinasi wisata. "Sekali lagi kami ingatkan soal safety karena faktor keamanan ini sangat penting di tempat wisata," ujar Sandiaga Uno dalam Weekly Brief with Sandi Uno yang digelar secara hybrid di Jakarta, Senin, 22 April 2024.