Liputan6.com, Jakarta - Pengadilan Thailand telah menjatuhkan denda sebesar 10 ribu baht (sekitar Rp 5,3 juta) pada seorang pria setelah ia menerobos masuk ke kandang Moo Deng, seekor bayi kuda nil kerdil yang terancam punah dan menjadi sensasi internet, kata direktur kebun binatang pada 8 April 2026.
Moo Deng, yang namanya berarti "babi yang lincah," melansir The Straits Times, Kamis, 9 April 2026, telah menarik perhatian global, berkat video media sosial yang menunjukkan tingkah lucunya, menarik puluhan ribu pengunjung dan meningkatkan penjualan tiket kebun binatang.
Pada Maret 2026, seorang pria Thailand secara ilegal memasuki kandang Moo Deng, yang juga menampung ibunya, di Kebun Binatang Terbuka Khao Kheow yang berjarak sekitar dua jam perjalanan dari ibu kota Bangkok.
Advertisement
Rekaman kejadian yang dirilis oleh media lokal menunjukkan seorang pria di dalam kandang, merekam Moo Deng dengan tablet. Kebun Binatang Terbuka Khao Kheow mengatakan pada saat itu bahwa Moo Deng tidak terluka, tapi "sedikit terkejut," dan mereka akan mengambil tindakan hukum terhadap penyusup tersebut.
Pada Rabu, 8 April 2026, direktur kebun binatang Narongwit Chodchoy mengatakan pada AFP bahwa seorang jaksa penuntut umum telah memberitahunya bahwa pria tersebut dinyatakan bersalah oleh pengadilan setempat setelah pengakuannya dan didenda 10 ribu baht.
"Keputusan ini menunjukkan bahwa tidak seorang pun dapat melanggar hak-hak hewan, baik di dalam kandang maupun di alam liar," kata Narongwit. Sejak insiden bulan lalu, katanya, tidak ada pelanggaran keamanan serupa yang terjadi dan kebun binatang telah meningkatkan patroli keamanan untuk mencegah penyusup potensial.
Pelatihan untuk Staf
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4992611/original/053590200_1730864049-_________________________________________hippo__moodeng.jpg)
"Kami melatih staf tentang apa yang harus dilakukan jika ada hewan yang melarikan diri, tapi mulai sekarang, kami harus melatih mereka tentang apa yang harus dilakukan jika ada penyusup," sebut Narongwit. "Kami belajar dari pelajaran ini dan tidak akan membiarkan hal itu terjadi lagi–tidak pada Moo Deng dan tidak pada hewan lain di kebun binatang."
Februari lalu, Moo Deng viral setelah fotonya berendam di kolam penuh feses bereda di media sosial. Kondisi itu memicu kritikan dari aktivis konservasi Siranudh Scott, yang juga dikenal sebagai Psi. Ia menyebut kondisi habitat kuda nil berusia 1 tahun itu "menyedihkan."
Pihak kebun binatang akhirnya menanggapi kekhawatiran para penggemar penggemar. Mengutip Bangkok Post, 19Â Februari 2026, pihak kebun binatang mengonfirmasi bahwa tanda-tanda yang terlihat dalam foto habitat Moo Deng adalah kotoran hewan.
Advertisement
Kata Pihak Kebun Binatang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4944717/original/021868800_1726388405-20240915-Kuda_Nil_Thailand-AFP_4.jpg)
Mereka menyebutnya sebagai perilaku alami kuda nil yang digunakan untuk menandai wilayah. Pihak kebun binatang mengatakan bahwa petugas membersihkan kandang setiap pagi sesuai standar kesejahteraan hewan internasional yang ditetapkan Asosiasi Kebun Binatang dan Akuarium Dunia (WAZA).
Lingkungan yang ada, yang meliputi tanah, lumpur, dan tanaman air, sengaja dirancang untuk menjaga kelembapan tinggi yang dibutuhkan kuda nil untuk kesehatan kulit dan perilaku alami.
"Kebun Binatang Terbuka Khao Kheow ingin menyampaikan rasa terima kasihnya atas semua keprihatinan dan saran dari para penggemar di seluruh dunia," kata kebun binatang tersebut dalam pernyataan yang diunggah pada 16 Februari 2026.
"Kami menegaskan kembali komitmen kami terhadap kebahagiaan dan kesehatan hewan-hewan kami, dan mengklarifikasi bahwa kondisi kandang mencerminkan perilaku alami mereka."
Rencana Bangun Desa Nil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5506403/original/050883200_1771459050-moo_deng8.jpeg)
Untuk lebih meningkatkan kesejahteraan hewan, kebun binatang tersebut meluncurkan rencana untuk "Desa Kuda Nil." Itu adalah proyek perluasan habitat seluas 10 rai (setara 1,6 hektare) yang disetujui untuk menampung tujuh kuda nil kerdil dan enam kuda nil biasa.Â
Habitat baru ini akan menawarkan ruang yang lebih luas dan lebih alami untuk mengurangi stres dan meningkatkan kualitas hidup. Konstruksi akan dikelola dengan hati-hati untuk menghindari gangguan terhadap Moo Deng dan ibunya, Jonah.
Kebun binatang tersebut mengakhiri pernyataannya dengan menegaskan kembali "komitmennya untuk mengembangkan pameran hewan yang indah dan modern sambil menjaga kesejahteraan hewan sebaik mungkin." Mereka mendorong siapa pun yang memiliki saran untuk menghubungi melalui telepon atau Facebook.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488956/original/064020100_1769771942-pppk_bgn_-_klaim.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497973/original/089166700_1770695732-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-10T105228.255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5506404/original/047034300_1771459051-moo_deng7.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412040/original/046833700_1479720100-thailand.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294340/original/000872600_1783830200-000_B9XN79R.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294301/original/036531900_1783829241-ar5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294169/original/097035400_1783819062-ing7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294167/original/059057200_1783819062-ing5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294151/original/003111900_1783815882-000_B9XL63W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290291/original/064791600_1783449810-me5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294138/original/059237800_1783813068-000_B9XJ6UC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294135/original/020195900_1783811688-000_B9XJ6UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294142/original/044493100_1783813777-000_B9XJ4PC.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4477896/original/072602400_1687478218-Miliarder_atau_Orang_Terkaya_Dunia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291614/original/067935900_1783569824-Perdana_Menteri_Thailand__Anutin_Charnvirakul.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291020/original/017469700_1783501871-Thailand.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288886/original/028854700_1783340390-Cincin_emas_berusia_sekitar_2.000_tahun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8996990/original/075498700_1782992715-IMG_0036.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8844909/original/007097100_1782921985-Putri_Thailand.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5337587/original/094103500_1756916399-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5622699/original/082401100_1778213650-Screenshot_2026-05-08_105805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1592251/original/098062600_1494590046--mayat.jpg)