Bercengkerama dengan Lemur dan Kawan-kawannya di Batu Secret Zoo, Sekalian Belajar soal Konservasi

Sejumlah satwa berstatus critically endangered, termasuk lemur, dirawat dan ditangani di Batu Secret Zoo, salah satu destinasi wisata favorit di Batu, Malang.

Diterbitkan 09 Februari 2026, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Siapa yang pernah menonton film Madagascar? Sosok hewan yang satu ini menjadi salah satu pencuri perhatian penonton -mungkin paling membekas dalam ingatan- karena tingkahnya yang kocak dan terkadang di luar nalar. Dia adalah lemur atau meerkat dalam bahasa Inggris.

Hewan itu merupakan salah satu koleksi satwa di Batu Secret Zoo, Batu, Jawa Timur, yang paling berkesan saat saya berkunjung bersama rombongan Traveloka, pada Kamis, 5 Februari 2026. Ditempatkan di bagian dalam kebun binatang, tulisan Lemur Kingdom langsung menyambut pengunjung.

Kami melewati selasar berjendela besar di sisi kiri sebelum masuk ke kandang indoor. Sejumlah lemur di kandang itu langsung menyapa kami dari balik jendela. Matanya yang besar seolah menunjukkan rasa penasaran pada orang-orang yang datang. Di antara gerombolan lemur, ada sepasang induk dan anaknya yang digendong di punggung menyambut kami.

Sebelum masuk, kami dijelaskan sekilas tentang lemur yang ternyata setidaknya memiliki enam jenis. Tiga di antaranya ada di kandang itu, yakni Black Lemur (Eulemur macaco), Red-Ruffed Lemur (Verecia rubra), dan Ring-tailed Lemur (Lemur catta).

Jenis terakhir adalah yang terpopuler karena jadi bintang film Madagascar, sedangkan, Red-Ruffed Lemur dengan bulu di punggung berwarna cokelat kemerahan adalah yang paling berisiko punah. Menurut IUCN, status konservasinya kini critically endangered, dua langkah lagi menuju kepunahan.

Kami diberikan satu sarung tangan plastik sebelum memasuki kandang. Hal itu bagian dari persiapan menikmati atraksi memberi makan lemur di kandang.

 

 

 

 

Dilompati Lemur

 

Petugas yang mendampingi sudah menyiapkan sekitar tiga wadah plastik berukuran sedang berisi buah-buah potong segar. Itulah makanan lemur yang sudah tak sabar diberi pakan.

Setidaknya ada empat lemur 'antek-antek Raja Julien' dibiarkan berinteraksi langsung dengan pengunjung. Satu lagi adalah lemur hitam yang duduk di ujung pagar, dan satu lemur Red-Ruffed Lemur yang bergelantung terbalik. 

Lemur hitam lah yang paling ramah, ia bisa dielus, tapi juga paling pemalu. Seringkali, ia kalah dalam perebutan makanan dari 'antek-antek Raja Julien' saat rombongan kami menyodorkan makanan. Sementara, Bocil menjadi lemur yang paling lincah. Ia bisa tiba-tiba melompat ke tubuh pengunjung, terutama bila melihat makanan di tangan yang terbuka.

Gerakannya yang spontan tak jarang membuat orang kaget. Tapi, kami telah diwanti-wanti untuk tidak berteriak agar mereka juga tidak agresif. Tak disangka, tubuh Bocil ternyata ringan dengan bulu-bulu terawat yang mengembang.

"Mereka tidak menggigit, hanya saja kukunya agak tajam," kata salah seorang petugas.

Belajar Status Konservasi Hewan-hewan Koleksi

Lemur bukan satu-satunya hewan yang masuk kategori critically endangered. Arifin, edukator di Batu Secret Zoo, menjelaskan bahwa ada sejumlah satwa lain yang juga masuk status konservasi demikian, salah satunya cotton top tamarin yang berasal dari Amerika Utara. Dia adalah salah satu primata terkecil di dunia dengan berat berkisar antara 200--900 gram saja.

Di setiap kandang satwa, pengelola selalu memasang papan informasi untuk menjelaskan jenis satwa yang dipamerkan, termasuk status konservasinya. "Untuk status konservasi satwa yang kami pakai di papan edukasi di Batu Secret Zoo itu dari data IUCN, International Union for Conservation of Nature ya," ujar Arifin.

Penentuan status konservasi itu, kata dia, bukan sekadar jumlah hewan, tapi kecenderungan populasinya akan berkurang atau tidak dalam beberapa tahun ke depan. Di luar data yang deficient dan not evaluated, status konservasi dimulai dari least concern alias masih dianggap aman di alam liar.

Level berikutnya adalah near threatened atau mulai ada ancaman, vulnerable alias rentan, endangered alias mulai terancam punah, critically endangered yang berarti sudah sangat kritis, extinct in the wild alias hanya tersisa di penangkaran, dan terakhir adalah extinct alias punah sama sekali. 

Batu Secret Zoo yang berada di Jatim Park 2 juga berfungsi sebagai lembaga konservasi. Sejauh ini, ia menyebut pengembangbiakkan paling berhasil untuk satwa nyaris punah adalah bekantan, primata endemik Kalimantan. Sudah ada beberapa anakan yang lahir di tempat itu.

 

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Biasa untuk Selamatkan Satwa?

Namun, nasib baik belum menular pada macan tutul Jawa yang juga berstatus critically endangered. "Memang habitat mereka, hutan yang ada di Jawa juga sudah banyak berkurang," katanya. Lalu, apa yang bisa dilakukan orang biasa untuk menyelamatkan para satwa?

Sebagai edukator, Arifin dan teman-temannya menggunakan pendekatan 'excite, love, and conserve' untuk membangkitkan kesadaran pengunjung akan pentingnya melestarikan satwa. "Gimana caranya pengunjung itu seneng belajar tentang hewan agar jadi lebih cinta sama mereka dan akhirnya nanti secara sadar turut melestarikan mereka," katanya.

Banyak hal sederhana yang bisa dilakukan, dimulai dengan menanam pohon di lingkungan sekitar tempat tinggal. "Itu kan bisa jadi rumah untuk satwa-satwa yang ada di sekitar kita," urai Arifin.

Berikutnya adalah tidak memakai ornamen apapun dari swatwa. "Ornamen itu didapat setidaknya melukai satwanya, bahkan harus membunuh satwanya untuk mendapatkan ornamen itu."

Hal tersederhana lain yang bisa dilakukan adalah tidak buang sampah sembarangan. "Kalau buang sampah sembarangan, lingkungan rusak, habitat satwa rusak, jadinya mereka enggak punya rumah lagi untuk tinggal," cetusnya.

"Kita udah punya contoh kayak misalkan harimau Jawa sama harimau Bali yang sudah punah. Jadi sudah kita nggak bisa temukan lagi di alam liar," kata dia mengingatkan.