Patung Barbie Hsu Berdiri di Atas Makam, Prasasti Cinta Mati DJ Koo untuk Sang Istri

DJ Koo merancang patung Barbie Hsu muda untuk diletakkan di atas makam sang istri, diresmikan tepat setelah setahun kematiannya.

Diterbitkan 03 Februari 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Rasa cinta DJ Koo pada mendiang istrinya, Barbie Hsu, masih terjaga meski terpisah dunia. Demi mengenang sosok bintang Meteor Garden itu, ia mendirikan sebuah prasasti cinta berwujud patung Barbie Hsu setinggi 3,3 meter di atas makamnya, Taman Memorial Chin Pao San di Distrik Jinshan, Kota New Taipei.

Upacara peresmiannya berlangsung pada 2 Februari 2026, pukul 14.00 waktu setempat, setahun meninggalnya sang aktris. Mengutip KBizoom, Selasa (3/2/2026), upacara itu dihadiri langsung DJ Koo, adik perempuan Barbie Hsu, Dee Hsu, ibu mereka, dan teman-teman dekat mendiang aktris tersebut, termasuk Jerry Yan, lawan mainnya di serial Meteor Garden. Kang Won Rae, rekan lama DJ Koo dari duo Clon, juga hadir dalam acara tersebut dengan kursi roda, menunjukkan dukungan dan rasa hormatnya.

Patung itu dirancang sendiri oleh DJ Koo, menggambarkan Barbie Hsu dengan penampilan muda, hampir seperti gadis kecil. Ia digambarkan dengan tangan terlipat lembut di depan dadanya, mata tertutup, dan senyum damai di wajahnya, menyampaikan ketenangan dan kedamaian abadi.

Karya seni tersebut menyentuh hati banyak hadirin, karena tidak hanya mencerminkan citranya tetapi juga cinta dan kerinduan yang terus dirasakan suaminya. Menurut media lokal ETtoday, saat kain penutup dilepas dan patung itu diperlihatkan, ibu Barbie Hsu tak kuasa menahan air matanya. Ia memeluk patung itu erat-erat sambil terisak, sementara DJ Koo maju untuk menghibur ibu mertuanya, memeluknya dalam momen hening penuh duka cita.

 

Teman-teman Barbie Hsu Menangis Lagi

Upacara yang dipandu Dee Hsu itu juga dihadiri anggota lingkaran selebriti dekat Barbie Hsu, yang sering disebut sebagai "Tujuh Putri," termasuk Aya Liu dan Mavis Fan. Beberapa dari mereka menangis saat menyampaikan pidato peringatan, berjuang untuk melanjutkan sambil menahan air mata.

Bahkan di tengah suasana yang muram, Dee Hsu dilaporkan mencoba meringankan suasana dengan lelucon ringan, tetap setia pada semangat saudara perempuannya. Acara tersebut diakhiri dengan para hadirin menyanyikan lagu Mavis Fan, Sisters’ Gathering, yang pernah diikuti kedua saudara perempuan itu, sebelum saling berpelukan dan mengenang mendiang bintang tersebut.

Sekitar sebulan lalu, DJ Koo tertangkap kamera mendatangi makam sang istri. Dilansir dari Koreaboo, Rabu, 7 Januari 2025, kesaksian seorang warganet yang kebetulan berada di lokasi menggambarkan suasana yang sunyi dan emosional. Pertemuan singkat itu meninggalkan kesan mendalam tentang kesetiaan dan cinta yang tetap terjaga.

Proses Penentuan Pemakaman Barbie Hsu yang Panjang

Sebelum dimakamkan di tempat saat ini, abu kremasi Barbie Hsu disimpan di kediamannya lebih dari sebulan sejak meninggal dunia di Jepang pada 2 Februari 2025. Keluarga besar pemeran Sanchai itu awalnya berencana memakamkannya di bawah pohon tanpa batu nisan, namun ditentang DJ Koo yang ingin memiliki tempat khusus untuk dikunjungi.

Alasan keluarga untuk memakamkan Barbie Hsu di bawah pohon adalah demi memenuhi keinginan sang aktris semasa hidupnya. Ia ingin beristirat dengan tenang dan menyatu dengan alam setelah kematiannya.

Namun, Koo Jun Yup menentang ide ini karena ia menginginkan ruang peringatan yang layak dan tidak ingin istrinya benar-benar menghilang menjadi debu. Setelah berbagai diskusi, keluarga akhirnya sepakat untuk memakamkan abu kremasi Barbie Hsu di Pemakaman Chin Pao San dan mendirikan patung perunggu untuk mengenang almarhumah.

 

Prosesi Pemakaman Barbie Hsu

Upacara pemakaman bintang Meteor Garden itu dihadiri sang suami, Koo Jun Yup, yang terlihat sangat terpukul. Hampir sepanjang waktu, pria Korea Selatan yang akrab disapa DJ Koo itu menundukkan kepalanya.

Media China Times melaporkan bahwa tubuh pria itu gemetar sembari memeluk guci yang berisi abu kremasi istrinya. Ia pun tak henti meneteskan air mata sepanjang prosesi dilaksanakan sebelum akhirnya disemayamkan di area taman mawar pemakaman tersebut.

Karena adat Taiwan melarang orang yang lebih tua mengucapkan selamat tinggal kepada yang lebih muda, ibu Barbie Hsu tidak dapat menghasiri upacara pelepasan terakhir. Adik perempuan mendiang, Dee Hsu, pun memilih untuk tetap berada di dalam mobil bersama ibunya untuk menghibur dan dan mendukungnya.

Suami Dee Hsu juga turun tangan membantu saudara iparnya dalam mengatur pemakaman dan mengurus kedua anak Barbie Hsu. Anggota keluarga lainnya juga menerjang hujan untuk memberikan penghormatan terakhir mereka. Hanya saja, mantan suami Barbie Hsu, Wang Xiaofei, tidak hadir.