Cara Bikin Peyek Gurih dan Garing, Adonan Tepung Tipis Meluber Saat Digoreng

Sedang mencari cara bikin peyek gurih dan garing yang tidak keras? Temukan rahasia takaran tepung dan teknik menggoreng agar peyek tipis serta renyah tahan lama

Diterbitkan 26 Januari 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mengetahui cara bikin peyek gurih dan garing adalah keahlian yang sangat berharga bagi pecinta kuliner Nusantara. Rempeyek atau peyek bukan sekadar camilan biasa, melainkan pelengkap wajib saat menyantap pecel, soto, hingga urap sayur. Namun, banyak orang mengeluhkan hasil peyek yang keras, alot, atau bahkan terlalu berminyak sehingga cepat bau tengik.

Membuat camilan ini sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan asalkan Anda memahami karakter adonan. Keseimbangan antara penggunaan jenis tepung, bumbu aromatik, hingga kontrol suhu minyak menjadi penentu utama keberhasilan. Artikel ini akan mengupas tuntas teknik profesional agar Anda bisa mempraktikkan cara bikin peyek gurih dan garing di rumah dengan hasil layaknya buatan pedagang pasar.

Peyek yang ideal dicirikan oleh teksturnya yang tipis meluber, warna kuning keemasan yang cantik, dan rasa gurih yang meresap hingga ke butiran kacangnya. Tanpa berlama-lama, mari kita masuk ke detail bahan dan langkah-langkah pembuatannya yang sudah disesuaikan dengan standar kelezatan tradisional.

Memilih Bahan Berkualitas untuk Peyek Sempurna

Kualitas bahan mentah adalah pondasi awal. Sebelum mulai menggoreng, pastikan Anda menyiapkan bahan-bahan dengan spesifikasi berikut agar hasil akhirnya maksimal.

Peran Tepung Beras dan Tapioka

Kombinasi tepung adalah kunci tekstur. Gunakan Tepung Beras sebagai bahan dasar utama karena memberikan struktur yang padat namun renyah. Rahasia agar tidak keras adalah menambahkan sedikit Tepung Tapioka dengan rasio sekitar 250 gram tepung beras berbanding 2 sendok makan tapioka. Tapioka memberikan efek "ringan" dan membuat peyek lebih mudah pecah saat digigit (kriuk), bukan keras seperti batu.

Rahasia Bumbu Halus dan Aromatik

Bumbu halus tidak boleh sembarangan. Gunakan bawang putih, kemiri yang sudah disangrai, kencur segar, dan ketumbar bubuk. Kemiri memiliki kandungan minyak alami yang membuat peyek terasa lebih gurih dan teksturnya "ngeprul". Jangan lupa tambahkan irisan daun jeruk yang dibuang tulang daunnya untuk memberikan aroma segar yang khas.

Cara Bikin Peyek Gurih dan Garing

Berikut adalah takaran yang pas untuk pemula maupun yang ingin meningkatkan kualitas masakannya.

Bahan-Bahan Utama:

  • 250 gr Tepung Beras berkualitas tinggi.
  • 2 sdm Tepung Tapioka/Kanji.
  • 1 butir Telur Ayam (kocok lepas).
  • 300-350 ml Santan Encer (bisa pakai santan instan 65ml dicampur air).
  • 150 gr Kacang Tanah (potong menjadi 2-3 bagian agar matang merata).
  • 10-15 lembar Daun Jeruk (iris sangat halus).
  • Minyak goreng secukupnya (pastikan jumlahnya banyak).

Bumbu yang Dihaluskan:

  • 3 siung Bawang Putih.
  • 3 butir Kemiri (sangrai).
  • 2 ruas Kencur.
  • 1 sdt Ketumbar bubuk.
  • 1 sdt Garam (sesuaikan selera).
  • 1/2 sdt Kaldu Jamur atau penyedap rasa.
 

Langkah Demi Langkah Mengolah Adonan

Proses pencampuran adonan menentukan apakah peyek akan bantat atau tipis mekar. Ikuti urutan ini dengan teliti.

1. Pencampuran Bumbu dan Tepung

Campurkan tepung beras dan tapioka dalam wadah besar. Masukkan bumbu halus, telur, dan irisan daun jeruk. Tuangkan santan secara bertahap sambil diaduk perlahan menggunakan whisk atau sendok sayur. Pastikan tidak ada gumpalan tepung (grelandel) yang tersisa.

Konsistensi adonan harus encer, mirip dengan adonan kulit martabak tipis. Jika adonan terlalu kental, peyek akan menjadi tebal dan sulit matang di bagian dalam. Sebaliknya, jika terlalu encer, peyek mungkin akan hancur saat digoreng. Lakukan tes dengan menyendokkan adonan; jika mengalir lancar namun tetap meninggalkan lapisan tipis di sendok, berarti konsistensinya sudah pas.

2. Persiapan Topping Kacang

Kacang tanah sebaiknya dalam kondisi kering dan bersih. Memotong kacang menjadi bagian-bagian kecil bukan hanya soal estetika, tapi juga memastikan kacang ikut menjadi garing saat peyek matang. Jika kacang utuh, seringkali peyek sudah kering namun kacangnya masih mentah di dalam.

3. Menggunakan Wajan Cekung yang Tepat

Sangat disarankan menggunakan wajan cekung (wok) berbahan aluminium atau besi yang tebal. Wajan datar kurang cocok untuk mencetak peyek karena adonan tidak bisa mengalir ke bawah dengan alami. Panaskan minyak dalam jumlah banyak. Sebelum memasukkan adonan, siram-siramkan minyak panas ke pinggiran wajan agar area tersebut menjadi licin dan adonan tidak lengket.

4. Cara Menuang Adonan di Pinggir Wajan

Ambil satu sendok sayur adonan, lalu tambahkan segenggam kecil potongan kacang ke dalam sendok tersebut (jangan campur semua kacang ke dalam wadah besar agar pembagiannya rata). Tuangkan adonan di tepian wajan tepat di atas permukaan minyak. Biarkan adonan mengalir turun perlahan membentuk lembaran tipis.

Siram-siram adonan yang menempel di pinggir wajan dengan minyak panas menggunakan sodet sampai adonan terlepas sendiri dan masuk ke dalam rendaman minyak. Gunakan api sedang cenderung kecil. Api yang terlalu besar akan membuat peyek cepat cokelat (gosong) tapi tetap lembek di bagian tengah.

Tips Tambahan Agar Peyek Awet Renyah Berbulan-bulan

Setelah memahami cara bikin peyek gurih dan garing, tantangan berikutnya adalah menjaganya tetap renyah saat disimpan.

  • Tiriskan dengan Benar: Jangan langsung memasukkan peyek panas ke dalam toples. Tiriskan di atas kertas serap minyak atau tisu dapur dalam posisi berdiri agar sisa minyak benar-benar turun.
  • Dinginkan Sepenuhnya: Uap panas yang terperangkap dalam wadah akan berubah menjadi titik-titik air (kondensasi) yang membuat peyek cepat melempem. Tunggu hingga benar-benar suhu ruang.
  • Wadah Kedap Udara: Gunakan toples dengan seal karet yang rapat. Jika perlu, lapisi bagian tutup dengan plastik sebelum ditutup rapat.
  • Penambahan Kapur Sirih (Opsional): Beberapa orang menambahkan sedikit air kapur sirih (beningnya saja) ke dalam adonan untuk ekstra kerenyahan, namun takaran bumbu kemiri dan telur sebenarnya sudah cukup jika tekniknya benar.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Agar usaha Anda tidak sia-sia, perhatikan beberapa pantangan dalam proses pembuatan rempeyek.

  • Terlalu Banyak Telur: Meskipun telur membuat peyek renyah, terlalu banyak telur justru membuat peyek menyerap banyak minyak dan cepat menjadi "lemes" atau tidak garing lagi setelah beberapa jam.
  • Minyak Kurang Panas: Memasukkan adonan saat minyak belum benar-benar panas akan membuat peyek langsung tenggelam dan menyerap minyak secara berlebihan.
  • Wajan Kotor: Sisa gorengan sebelumnya (remahan tepung) yang gosong harus segera dibersihkan agar tidak menempel pada gorengan berikutnya dan merusak rasa serta tampilan.

FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Peyek

1. Kenapa peyek saya keras setelah dingin?

Biasanya karena takaran tepung tapioka yang kurang atau adonan yang terlalu kental. Pastikan rasio tepung beras dan tapioka tepat serta adonan cukup encer.

2. Apakah santan bisa diganti dengan air biasa?

Bisa, namun rasanya akan kurang gurih dan teksturnya cenderung lebih padat (kurang renyah). Santan memberikan lemak nabati yang membantu proses perenyahan.

3. Bagaimana cara agar peyek tidak lengket di wajan?

Pastikan wajan sudah panas dan diolesi/disiram minyak panas di bagian tepinya sebelum adonan dituang. Gunakan wajan yang sudah sering dipakai (seasoned).

4. Mengapa kacang pada peyek saya sering masih mentah?

Hal ini terjadi karena kacang tidak dipotong kecil-kecil atau api terlalu besar sehingga adonan tepung matang sebelum panas meresap ke dalam kacang.

5. Bisakah adonan peyek disimpan untuk digoreng besok?

Bisa, simpan dalam wadah tertutup di kulkas. Namun, aduk rata kembali sebelum digunakan karena tepung beras sangat mudah mengendap di dasar wadah.