Liputan6.com, Jakarta - Untuk pertama kalinya, perusahan mode mewah Italia, Tod's, dan tiga manajernya diinvestigasi langsung dalam kasus dugaan eksploitasi pekerja. Melansir La Conceria, Selasa (25/11/2025), Kejaksaan Milan tidak lagi sekadar meminta administrasi peradilan, tapi menuduh adanya kesengajaan.
Kejaksaan berargumen bahwa Tod’s bukannya tidak menyadari apa yang terjadi, melainkan sepenuhnya menyadari, dan karenanya dituduh terlibat dalam eksploitasi yang terjadi di bengkel-bengkel subkontraktor. Pasalnya, mereka "secara konsisten mengabaikan peringatan yang tercantum dalam laporan audit," kata kejaksaaan.
Pihaknya juga mengajukan larangan iklan produk yang diproduksi pemasok yang terlibat dalam penyelidikan tersebut selama enam bulan. Jaksa penuntut umum menyebut Tod's "menyadari" adanya "eksploitasi tenaga kerja" yang melibatkan 53 pekerja China yang teridentifikasi di enam pemasok yang diperiksa Carabinieri pada 15 Oktober 2024--27 Mei 2025 di Milan, Vigevano, dan Macerata.
Advertisement
Tod's dituduh mengabaikan isu-isu kritis dan pelanggaran yang teridentifikasi dalam laporan audit: 15 pemasok pada 2023, 24 pemasok pada 2024, dan 28 pemasok pada 2025, menurut Corriere della Sera. Dokumen pengadilan setebal 144 halaman itu memuat tuduhan seorang pekerja Tionghoa di salah satu subkontraktor.
Ia mengklaim, bosnya memukulinya dengan tangan, tabung plastik, serta aluminium panjang ketika menagih tunggakan upah sekitar 10 ribu euro (sekitar Rp 192 juta), lapor AFP, dikutip dari France24. Meski ada kontrak kerja empat jam sehari, pekerja tersebut mengatakan dia bekerja dari pukul 9 pagi hingga 10 malam.
Â
Bekerja Tanpa Libur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2742754/original/051061600_1551694742-tods-w-fw-19-20-backstage-images-36.jpg)
Pekerja itu mendapat hanya dua kali istirahat selama setengah jam untuk makan siang dan makan malam, dan tidak ada hari libur. Investigasi tersebut mengungkap "fenomena dua dunia: kemewahan di satu sisi dan laboratorium Tiongkok di sisi lain."
Keduanya "bersatu untuk satu tujuan: pengurangan biaya dan maksimalisasi keuntungan melalui penghindaran peraturan ketenagakerjaan," demikian bunyi dokumen tersebut. Jaksa penuntut mengatakan "kekurangan organisasi dan kurangnya kontrol" yang dilakukan pembuat sepatu tersebut melampaui kelalaian, dan menggambarkannya sebagai sikap "jahat."
Mereka sebelumnya meminta agar Tod's sementara waktu berada di bawah administrasi pengadilan karena gagal melakukan pemeriksaan dalam rantai produksi. Dalam sebuah pernyataan pada Kamis, 20 November 2025, Tod's mengatakan bahwa pengadilan tinggi Italia telah menolak permintaan tersebut.
Advertisement
Pengakuan Tod's
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2742737/original/044263700_1551694032-tods-w-fw-19-20-backstage-images-6.jpg)
Tod's tidak memberikan detailnya, tapi laporan media mengatakan bahwa permintaan administrasi pengadilan tersebut terhambat oleh sengketa yurisdiksi hukum. "Sehubungan dengan tuduhan baru terkait masalah yang sama, perusahaan saat ini sedang meninjau, dengan ketenangan yang sama, materi tambahan, yang diproduksi dengan waktu yang mengkhawatirkan," tambah perusahaan tersebut.
Pendiri dan bos Tod's, Diego Della Valle, adalah salah satu orang terkaya di Italia. Ia membela perusahaannya bulan lalu, mengatakan pada para wartawan bahwa Tod's dihormati di seluruh dunia dan menjunjung tinggi "nilai-nilai etika."
Ia juga memperingatkan bahwa investigasi semacam itu berisiko merusak merek-merek "buatan Italia." Keputusan kini berada di tangan hakim investigasi pendahuluan di Milan yang akan mengumumkannya pada 3 Desember 2025.
Tidak Hanya Tod's
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5283294/original/022610400_1752550381-WhatsApp_Image_2025-07-15_at_10.31.08.jpeg)
Beberapa merek mewah telah berada di bawah administrasi peradilan di Italia di tengah investigasi tentang perlakuan tidak semestinya terhadap pekerja sub-kontrak. Juli lalu, Loro Piana, merek Italia berusia 100 tahun, ditempatkan di bawah administrasi pengadilan selama 12 bulan atas dugaan eksploitasi pekerja, melansir The Guardian.
Loro Piana merupakan rumah mode kelima yang berada di bawah pengawasan pengadilan di Italia sejak 2023. Armani dan Dior dari LVMH telah menghadapi tindakan serupa selama setahun terakhir.
Pada Februari 2025, perintah pemantauan yang dijatuhkan pada mereka dicabut lebih awal karena pengadilan menyatakan bahwa kedua merek telah mengambil semua tindakan korektif yang diperlukan sebelum batas waktu 12 bulan yang diberikan pada mereka berlalu. Pada Mei 2025, sebuah subdivisi Valentino, Valentino Bags Lab Srl, juga berada di bawah administrasi peradilan.Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3575513/original/022199900_1631891577-Untitled-2.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306335/original/075578900_1784874762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-24T133156.067.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306600/original/019959200_1784885023-PLN_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306185/original/084044900_1784866642-Screenshot_2026-07-23_170549.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5422837/original/000532800_1764045965-Tod_s.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292442/original/016436800_1783596284-Penasihat_Presiden_Bidang_Ketenagakerjaan_dan_Kesejahteraan_Buruh__Said_Iqbal-9_Juli_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299232/original/043263700_1784202321-395432.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296272/original/025561800_1784009502-Penasihat_Khusus_Presiden_Bidang_Ketenagakerjaan_dan_Kesejahteraan_Buruh__Said_Iqbal-14_Juli_2026b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289363/original/064340300_1783402128-Penasihat_Khusus_Presiden_Bidang_Ketenagakerjaan_dan_Kesejahteraan_Buruh__Said_Iqbal-7_Juli_2026a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8931958/original/096998600_1782960988-WhatsApp-Image-2026-07-01-at-10.29.32-PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8066306/original/008322700_1780910948-Said_Iqbal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8077182/original/064811100_1780922870-IMG_4142.jpeg)