Liputan6.com, Jakarta - Olahraga merupakan salah satu langkah utama memerangi masalah obesitas dan diabetes tipe 2. Tapi, perdebatan tentang jenis olahraga yang paling efektif sering kali mengemuka. Sebuah studi terobosan yang dilakuka tim peneliti di Fralin Biomedical Research Institute di Virginia Tech Carilion School of Medicine menyoroti peran penting latihan kekuatan.
Melansir Korea Times, Selasa, 11 November 2025, hasil temuan studi yang diterbitkan dalam Journal of Sport and Health Science, menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang melibatkan kontraksi dan relaksasi otot secara berulang atau lebih dikenal sebagai latihan kekuatan, memiliki keunggulan yang signifikan dibandingkan latihan aerobik seperti berlari, terutama dalam pengobatan obesitas dan diabetes.
Untuk menguji hipotesis ini, para peneliti merancang sebuah percobaan yang melibatkan tikus. Hewan percobaan itu sebelumnya telah diinduksi menjadi obesitas dan menderita diabetes tipe 2 melalui pemberian makanan tinggi lemak.
Advertisement
Setelah kondisi ini tercapai, hewan-hewan tersebut dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu kelompok latihan kekuatan dan kelompok latihan aerobik. Untuk kelompok latihan kekuatan, para ilmuwan menciptakan "perangkat latihan kekuatan khusus tikus" yang unik, yang mengharuskan hewan-hewan tersebut untuk mengangkat beban guna mendapatkan akses ke makanan mereka.
Mekanisme ini memastikan bahwa tikus-tikus tersebut secara konsisten melakukan gerakan yang mereplikasi prinsip dasar latihan kekuatan, yaitu mengangkat dan menurunkan resistensi. Sementara, kelompok aerobik diberikan akses tak terbatas ke roda lari, sebuah bentuk latihan yang setara dengan aktivitas berlari pada manusia yang memungkinkan mereka berolahraga sesuai keinginan mereka.
Â
Keunggulan Latihan Kekuatan dalam Perbaikan Metabolisme
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2284038/original/014050300_1531905748-20180718-Bekam-Obesitas-China-6.jpg)
Pengaturan ini dirancang secara cermat untuk memastikan bahwa perbandingan antara kedua jenis latihan ini dilakukan dalam kondisi yang terkontrol dan terukur. Setelah delapan minggu menjalani latihan, kondisi tikus diamati.
Secara umum, kedua kelompok yang berolahraga, baik kekuatan maupun aerobik, menunjukkan hasil yang positif. Peneliti mencatat penurunan berat badan secara signifikan dibandingkan dengan kelompok tikus yang tidak melakukan latihan sama sekali. Kedua kelompok juga mengalami pengurangan massa lemak serta peningkatan kadar glukosa puasa dan sensitivitas insulin.
Meskipun demikian, perbandingan mendalam antara kedua kelompok ini mengungkapkan perbedaan efektivitas yang sangat menarik, yang mendukung klaim awal tentang manfaat spesifik dari latihan kekuatan. Salah satu perbedaan paling mencolok terlihat pada komposisi lemak tubuh.
Kelompok yang berlatih kekuatan menunjukkan pengurangan lemak visceral dan subkutan yang lebih besar dibandingkan dengan kelompok aerobik. Lemak visceral adalah jenis lemak berbahaya karena menumpuk di sekitar organ dalam dan sangat terkait dengan peningkatan risiko penyakit metabolik.
Â
Advertisement
Proses Latihan Kekuatan Berdampak pada Kesehatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5386977/original/032964300_1761027586-drobotdean.jpg)
Selain itu, dampak latihan kekuatan terhadap regulasi gula darah juga terbukti lebih unggul. Para peneliti mencatat bahwa kadar glukosa puasa dan sensitivitas insulin mereka juga menunjukkan perbaikan yang signifikan pada kelompok yang mengangkat beban.
Di sisi lain, kelompok yang berlari (aerobik), sebagai perbandingan, tidak menunjukkan peningkatan dalam resistensi insulin. Resistensi insulin adalah kondisi kunci yang mendasari perkembangan diabetes tipe 2, dengan sel-sel tubuh kurang responsif terhadap hormon insulin, sehingga kadar gula darah tetap tinggi.
Perbaikan dalam sensitivitas insulin yang tidak terlihat pada kelompok aerobik ini menggarisbawahi keunikan mekanisme kerja latihan kekuatan dalam meningkatkan kesehatan metabolik. Ini menunjukkan bahwa, untuk individu yang mengidap resistensi insulin atau diabetes tipe 2, penting memasukkan latihan kekuatan pada rutinitas mingguan mereka.
Di sisi lain, latihan kekuatan ini tidak terkait langsung dengan penambahan massa otot yang drastis. Kelompok latihan kekuatan, meskipun menunjukkan perbaikan metabolik yang luar biasa, tidak melihat peningkatan besar dalam massa otot atau peningkatan kinerja fisik yang substansial. Ini adalah poin penting, terutama bagi mereka yang enggan berlatih kekuatan karena khawatir akan memiliki tubuh berotot.Â
Pentingnya Keseimbangan dan Masa Depan Kesehatan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4759710/original/037673200_1709385809-Ilustrasi_latihan_olahraga__senam__leg_raises.jpg)
Lalu, apa yang menjadi pendorong utama di balik peningkatan kontrol glukosa dan sensitivitas insulin yang superior ini? Tim peneliti menyimpulkan bahwa mekanisme di baliknya bersifat seluler dan biokimiawi, yakni dengan cara mengaktifkan sintesis protein dalam sel-sel otot.
Proses sintesis protein ini tidak hanya bertanggung jawab untuk perbaikan dan pertumbuhan otot, tetapi juga berperan penting dalam bagaimana sel-sel otot mengambil dan memproses glukosa dari darah. Dengan kata lain, latihan kekuatan memicu perubahan pada tingkat molekuler di dalam sel otot yang membuatnya lebih efisien dalam menggunakan gula darah.
Penelitian yang dilakukan Fralin Biomedical Research Institute ini memberikan pandangan luas tentang strategi olahraga yang paling optimal untuk memerangi masalah kesehatan yang meluas seperti obesitas dan diabetes. Peneliti utama, Zhen Yan, menegaskan bahwa latihan kekuatan menunjukkan efek "sama atau lebih baik daripada berlari" untuk pencegahan diabetes dan regulasi glukosa.
Zhen Yan menyimpulkan, "Pesan kuncinya adalah bahwa menggabungkan latihan aerobik dan kekuatan menghasilkan manfaat kesehatan terbesar."
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4560909/original/062441200_1693642110-230902_INFOGRAFIS_LIFESTYLE_Jenis-Jenis_Olahraga_Kekinian_S.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8682083/original/077005500_1782732215-dedi_mulyadi_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495122/original/083308700_1770356146-Menteri_Keuangan__Menkeu__Purbaya_Yudhi_Sardewa-6_Februari_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5537107/original/075541100_1774410122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-25T095300.861.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3905029/original/ACg8ocIUHQCUvLX7v89tzyv9NO36nf63ZXSihOeOke7IPuCdRMo5uw%3Ds200.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4943874/original/078126800_1726225039-f3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/393222/original/019783400_1521185025-20140414_160634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309790/original/022314100_1782176318-000_B7XQ8ZR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8703035/original/020989500_1782776197-IMG-20260630-WA0006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7814803/original/065180300_1780632434-raul-jimenez-meksiko-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513569/original/057945500_1782437405-063_2283345869.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259216/original/078310400_1781491972-AP26165670492100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8693587/original/054340800_1782757524-063_2283889620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8692722/original/034513200_1782755867-000_B8PJ7CN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263380/original/090952300_1781922466-AP26171045705794-Brasil_vs_Haiti.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263965/original/063636200_1782038065-000_B7RD77E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5420123/original/084579900_1763722576-Em_Yunir.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5558332/original/003196000_1776414243-em_yunir__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5325946/original/073963900_1756053723-71e9178f-a626-44cf-8651-bfbedd84312b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257223/original/099863100_1781232068-less_sugar.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2702733/original/009326800_1547351030-20190113-Cek-Darah-CFD-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7267370/original/099930700_1780053279-___Medical_Educator_and_Influencer__dr._Diana_Suganda.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564048/original/028056900_1776924384-pekan_imunisasi_dunia.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6926137/original/053628500_1779696311-Wakil_Menteri_Kesehatan__Dante_Saksono_Harbuwono.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6911113/original/076495900_1779681542-55290040090_8779bb9e70_c.jpg)