Liputan6.com, Jakarta Surabaya dikenal luas sebagai kota dengan kekayaan kuliner yang menggoda selera. Dari makanan tradisional hingga modern, semua bisa ditemukan di Kota Pahlawan ini. Salah satu kuliner yang paling ikonik dan melegenda tentu saja adalah rawon. Sup daging sapi berkuah hitam pekat ini bukan hanya lezat, tapi juga menyimpan sejarah dan cita rasa yang khas dari Jawa Timur.
Menariknya, meski rawon kini dikenal sebagai makanan khas Surabaya, ternyata hidangan ini sudah tercatat sejak masa kerajaan kuno di Jawa Timur. Dalam beberapa sumber sejarah, disebutkan bahwa rawon bahkan disebut dalam Prasasti Taji dari Ponorogo serta Serat Wulangan dari era Mangkunegaran. Kuah hitamnya berasal dari kluwek, biji berwarna gelap yang memberikan aroma khas dan rasa gurih yang dalam.
Nah, buat kamu yang ingin mencicipi cita rasa autentik rawon di tempat asalnya, Surabaya punya banyak pilihan warung legendaris yang terkenal kelezatannya. Liputan6.com akan mengulas secara lengkap rekomendasi tempat makan rawon enak di Surabaya yang wajib kamu kunjungi, dari yang klasik hingga yang menyajikan inovasi unik, Senin (9/11/2025).
Advertisement
1. Rawon Kalkulator – Legendaris dan Unik di Taman Bungkul
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339970/original/088846000_1757139638-Screenshot_2025-09-06_131223.jpg)
Nama “Rawon Kalkulator” sudah lama melegenda di Surabaya. Disebut demikian karena sang pelayan terkenal bisa menghitung total harga pesanan dengan cepat tanpa alat bantu kalkulator. Tapi tentu saja, daya tarik utamanya bukan hanya keunikan itu, melainkan cita rasa rawonnya yang begitu menggugah selera.
Kuahnya kental dan gurih, aroma kluweknya terasa kuat tapi tidak menyengat. Potongan daging sapi yang digunakan pun besar dan empuk, cocok disantap bersama nasi putih hangat. Kamu juga bisa menambahkan lauk seperti perkedel, tempe goreng, telur asin, atau paru goreng yang semuanya semakin memperkaya rasa.
Rawon Kalkulator berlokasi di Sentra PKL Taman Bungkul, Jl. Raya Darmo, Wonokromo, Surabaya. Tempat ini buka setiap hari mulai pagi hingga dini hari, sehingga cocok untuk kamu yang ingin menikmati kuliner malam di kota ini. Dengan harga sekitar Rp30.000–Rp35.000 per porsi, kamu bisa menikmati cita rasa rawon legendaris yang tak lekang oleh waktu.
2. Warung Pojok Moro Seneng – Sensasi Unik Nasi Pecel Rawon
Kalau biasanya rawon disajikan dengan lauk pelengkap, di Warung Pojok Moro Seneng kamu akan menemukan inovasi menarik yang mungkin tidak ada di tempat lain: nasi pecel rawon. Bayangkan perpaduan bumbu kacang gurih khas pecel dengan kuah rawon yang hitam dan kaya rempah — perpaduan yang mungkin terdengar aneh, tapi justru menghasilkan harmoni rasa yang unik dan lezat.
Sepiring nasi pecel lengkap dengan sayur segar dan sambal disiram kuah rawon panas, menciptakan sensasi pedas, gurih, dan manis yang berpadu sempurna. Lauk pelengkapnya juga beragam, mulai dari empal, paru, ayam goreng, hingga tahu dan tempe.
Warung ini berlokasi di Jl. Pucang Anom No.17, Pucang Sewu, Gubeng, Surabaya. Buka setiap hari pukul 21.00–03.30 WIB, menjadikannya pilihan tepat bagi kamu yang mencari kuliner malam hari. Harga seporsinya berkisar antara Rp24.000–Rp28.000 saja. Tidak heran jika Warung Pojok Moro Seneng jadi favorit mahasiswa dan warga lokal.
3. Rawon Setan – Pedasnya Bikin Ketagihan
Siapa tak kenal Rawon Setan? Namanya memang terdengar ekstrem, tapi itu justru menggambarkan cita rasanya yang luar biasa. Rawon ini terkenal dengan kuahnya yang sangat pedas, sehingga membuat penikmatnya sampai berkeringat dan “merem melek” saat menyantapnya. Namun di balik kepedasannya, tersimpan rasa gurih dan kaya rempah yang bikin ketagihan.
Daging empalnya besar dan empuk, dimasak dengan bumbu kluwek yang meresap sempurna. Sambal khasnya disajikan terpisah, sehingga kamu bisa menyesuaikan tingkat kepedasan sesuai selera. Tambahkan telur asin, gorengan, atau sate-satean sebagai pelengkap agar makin nikmat.
Rawon Setan berlokasi di Jl. Embong Malang No.78/I, Genteng, Surabaya. Tempat ini buka setiap hari, dengan jam operasional yang panjang: Minggu–Selasa pukul 08.00–23.00 WIB, dan Rabu–Sabtu hingga pukul 03.00 dini hari. Harga seporsi rawon di sini mulai dari Rp30.000–Rp45.000.
Bagi kamu pencinta makanan pedas, Rawon Setan adalah tempat yang wajib masuk daftar. Tapi hati-hati, kalau kamu tidak terbiasa pedas, sebaiknya minta sambal terpisah!
Advertisement
4. Rawon Nguling – Legenda dari Masa ke Masa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5339973/original/052915400_1757139639-Screenshot_2025-09-06_131957.jpg)
Rawon Nguling sebenarnya berasal dari Pasuruan, namun kini cabangnya di Surabaya juga tak kalah populer. Warung ini dikenal sebagai salah satu penyaji rawon paling otentik dengan cita rasa yang tetap konsisten selama puluhan tahun.
Kuahnya gurih dan pekat, tidak terlalu berminyak, dengan aroma kluwek yang lembut. Dagingnya empuk dan tidak berbau amis, sementara taburan tauge mentah di atasnya memberikan sensasi renyah yang khas. Menu andalannya antara lain rawon iga, rawon dengkul, dan rawon buntut — semuanya disajikan hangat dengan nasi putih dan sambal terasi.
Rawon Nguling bisa kamu temui di Jl. Kendang Sari Industri No.41B, Kendangsari, Tenggilis Mejoyo, Surabaya. Buka setiap hari pukul 08.00–20.30 WIB. Harga seporsinya bervariasi, mulai dari Rp26.000 hingga Rp75.000 tergantung pilihan lauk. Tempat ini cocok buat kamu yang ingin menikmati rawon dalam suasana nyaman dan bersih bersama keluarga.
5. Rawon Pak Pangat – Varian Lengkap dan Gurihnya Juara
Jika kamu ingin mencoba varian rawon yang lebih beragam, maka Rawon Pak Pangat adalah destinasi yang tepat. Warung ini dikenal punya menu inovatif seperti rawon empal suwir, rawon krengsengan, hingga rawon campur. Semua disajikan dengan kuah yang kental, gurih, dan kaya rempah.
Salah satu daya tariknya adalah pilihan lauk yang melimpah dan bisa disesuaikan dengan selera. Kamu bisa menambahkan kerupuk, telur asin, atau gorengan untuk melengkapi hidangan. Porsinya pun cukup besar, cocok untuk disantap kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam.
Rawon Pak Pangat berlokasi di Lotus Regency, Jl. Ketintang Baru Selatan I No.15, Ketintang, Gayungan, Surabaya. Jam operasionalnya mulai pukul 06.30 hingga 20.00 WIB, dengan harga mulai dari Rp30.000. Rasanya yang konsisten membuat tempat ini sering menjadi langganan warga lokal maupun wisatawan luar kota.
6. Rawon Ibu Soepinah – Cita Rasa Rumahan Sejak 1966
Rawon Ibu Soepinah adalah salah satu warung rawon tertua di Surabaya. Berdiri sejak tahun 1966, tempat ini dikenal dengan citarasa rumahan yang autentik. Kuahnya tidak terlalu pekat, namun bumbunya meresap sempurna ke dalam potongan daging yang empuk.
Uniknya, rawon di sini sering disajikan bersama empal serundeng, menambah sensasi gurih dan manis dalam satu piring. Selain rawon, warung ini juga menawarkan menu lain seperti nasi pecel dan nasi campur yang tak kalah lezat.
Lokasinya ada di Jl. Pasar Kembang No.85, Tegalsari, Surabaya. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 12.00 WIB, cocok untuk sarapan pagi sebelum beraktivitas. Harga seporsinya cukup terjangkau, mulai dari Rp25.000 saja.
7. Warung Pucang Moro Seneng – Kombinasi Pecel dan Rawon yang Bikin Penasaran
Selanjutnya, ada yang unik nih: Warung Pucang Moro Seneng di kawasan Pucang Sewu. Tempat ini menawarkan kombinasi langka antara nasi pecel dan rawon yang bikin penasaran. Bayangkan, seporsi nasi pecel lengkap dengan sayuran segar dan sambal kacang, lalu disiram kuah rawon gurih yang hangat.
Perpaduan rasa kacang, rempah, dan kluwek menciptakan cita rasa baru yang tak biasa tapi nikmat. Kamu juga bisa menambahkan berbagai lauk pelengkap seperti empal, ayam goreng, atau tahu tempe sesuai selera.
Lokasinya berada di Jalan Pucang Anom Nomor 17, Gubeng, Surabaya — kawasan yang juga ramai dengan kuliner malam. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 18.00 sampai 03.30 WIB. Dengan harga antara Rp24.000–Rp28.000 per porsi, kamu sudah bisa menikmati sensasi unik pecel rawon yang bikin ketagihan.
FAQ Seputar Rawon
1. Apa bahan utama yang membuat kuah rawon berwarna hitam?
Warna hitam khas rawon berasal dari biji kluwek yang dihaluskan dan dimasak bersama bumbu rempah seperti bawang, kemiri, jahe, dan kunyit. Kluwek inilah yang memberikan rasa gurih, sedikit pahit, dan aroma yang khas.
2. Apakah rawon selalu menggunakan daging sapi?
Kebanyakan iya. Rawon tradisional memakai daging sapi, terutama bagian sandung lamur atau iga. Namun, kini banyak varian seperti rawon empal suwir, rawon buntut, bahkan rawon ayam.
3. Kapan waktu terbaik untuk makan rawon di Surabaya?
Rawon bisa dinikmati kapan saja, tapi paling nikmat disantap saat pagi atau malam hari ketika udara lebih sejuk. Beberapa warung legendaris bahkan buka hingga dini hari untuk para penikmat kuliner malam.
4. Apa pelengkap yang wajib ada saat makan rawon?
Pelengkap yang paling umum adalah tauge muda, telur asin, sambal terasi, dan kerupuk udang. Kombinasi ini membuat rasa rawon semakin kaya dan seimbang.
5. Apakah rawon selalu pedas?
Tidak selalu. Secara tradisional, rawon tidak terlalu pedas. Namun, beberapa tempat seperti Rawon Setan menambahkan sambal ekstra bagi pecinta makanan pedas.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782154/original/031089800_1782878025-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-01T104708.110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493673/original/005478800_1770263148-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-05T103223.078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782149/original/002861400_1782877955-Cek_fakta_-_SIM_seumur_hidup.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5244443/original/048297100_1749184392-pexels-capturavisualmoment-32219371.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8524757/original/078321100_1782454482-AP26176835585287.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262583/original/036434300_1781838197-000_B7LE9YQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776146/original/063906300_1782856231-Sweden_s_Lucas_Bergvall__7__and_Yasin_Ayari__18__defend_France_s_Ousmane_Dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776154/original/033634700_1782859536-France_s_Kylian_Mbappe__10__celebrates_scoring_their_third_goal_with_Michael_Olise.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776150/original/042954000_1782857106-France_s_Kylian_Mbappe.jpg)