Mesin Capit Tas Hermes Birkin di NYFW 2026 yang Tidak Mungkin Dimenangkan

Mesin capit tas Hermes Birkin di NYFW 2026 itu merepresentasi metafora tentang kota tersebut.

Diterbitkan 20 September 2025, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah mesin capit yang menampilkan tas Hermes Birkin yang sulit dijangkau telah menarik perhatian banyak fashionista selama New York Fashion Week (NYFW). Bernama "PAIN," permainan ini hadir di kawasan SoHo, New York, sebagai sebuah komentar sosial tentang budaya hiruk pikuk kota tersebut.

Melansir Prestige Hong Kong, Jumat (19/9/2025), instalasi ini merupakan karya studio kreatif Uncommon. Mesin capit merah yang mencolok ini menarik banyak pejalan kaki, masing-masing mencoba peruntungan memenangkan "tas tangan yang sangat didambakan."

Seperti yang disadari banyak peserta, hadiah utama sebenarnya tidak mudah diraih, sehingga nama "PAIN" jadi masuk akal. Bahkan, slogan "come suffer" (datang dan menderita) digunakan secara berlebihan di media sosial untuk menarik perhatian banyak orang.

"Entah Anda menyukainya karena mode, ironi, atau krisis eksistensial, 'PAIN' wajib dicoba bagi siapa pun yang memahami bahwa di NYC, rasa sakit adalah harga yang harus dibayar untuk sebuah kehebatan," ujar studio kreatif tersebut terkait instalasinya di pekan NYFW 2026.

Pesan yang Beresonansi

Menurut Hypebeast, pesan ini beresonansi dengan banyak warga New York, karena pasar tenaga kerja yang sangat kompetitif dan biaya hidup yang terus meningkat. Di kota yang tidak pernah tidur, hadiah utama selalu dalam jangkauan, namun tetap terasa mustahil diraih.

Meskipun mesin capit Birkin menonjol sebagai instalasi yang menarik, Uncommon tidak benar-benar menghadiahkan Birkin vintage gratis. Namun, mereka menjual kaus, tas jinjing, topi, dan suvenir kecil lain.

Beberapa orang mengatakan bahwa ini lebih sesuai dengan metafora, "Anda tidak bisa mendapatkan hadiah besar, tapi Anda bisa membeli hadiah kecil."

"PAIN" adalah provokasi terbaru dari Uncommon, dalang di balik peluncuran Ratboot yang viral pada 2024. Studio ini memadukan fesyen kelas atas, melalui sepatu bot platform cage, dengan infestasi tikus jalanan New York yang terkenal, sebuah metafora untuk sisi ekstrem kota tersebut.

Dibuka untuk Umum

Instalasi baru ini merupakan kelanjutan dari film panjang studio yang tayang perdana di Sundance, "The Thing with Feathers," pameran furnitur pahatan di Dutch Design Week, dan kemitraan arsitektur publik dengan Heatherwick Studios. "PAIN" dibuka untuk umum pada 13 dan 14 September 2025 di 416 W Broadway, New York.

Sementara itu, pekan modenya merupakan acara penuh bintang, yang menampilkan peragaan busana papan atas dari Ralph Lauren, Coach, Tory Burch, Altuzarra, dan lainnya, rangkum USA Today. Para selebritas, mulai dari Oprah Winfrey dan Gayle King hingga Usher, Wendy Williams, dan Martha Stewart, serta para pendatang baru, seperti para pemain "Love Island USA" Season 7, hadir dan membawa kekuatan bintang ke barisan depan.

NYFW kali ini "sungguh luar biasa, dengan banyak sekali momen budaya pop yang tidak kalah meriah," menurut Marie Claire UK.

Denyut NYFW 2025

Meski para desainer ternama selalu menarik banyak perhatian, seperti Michael Kors, Tory Burch, dan Ralph Lauren, wajah-wajah baru tetap punya magnet tersendiri. Musim ini, pendatang baru, termasuk desainer rajutan Becca Flood, yang masih bekerja di departemen jumper untuk beberapa label favorit, desainer pribumi Amerika Jamie Okuma, L’Enchanteur, dan Jasper.

Selain itu, ada Nicholas Aburn yang memulai debutnya di NYFW, memimpin peragaan busana Area dengan kebangkitan "gadis keren." Berbeda dengan estetika minimalis yang bersinar di panggung peragaan busana lain, koleksi ini penuh kilauan dengan nuansa Americana.

Bayangkan jersey basket yang dijahit jadi gaun, kaus turis New York, dan gaun yang terbuat dari pom-pom pemandu sorak. Ada juga Rachel Scott yang memamerkan koleksi pertamanya, meski penunjukan sebagai direktur kreatif Proenza Schouler baru diumumkan pada 2 September 2025.