Top 3 Berita Hari Ini: Manfaat Air Beras untuk Perawatan Rambut, Tidak Ada Efek Samping?

Selain manfaat air beras untuk perawatan rambut, Top 3 Berita Hari Ini memuat perbedaan sunscreen mineral dan kimia, serta risiko greenwashing di sektor pariwisata berkelanjutan.

Diterbitkan 28 Agustus 2025, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bahasan air beras sanggup jadi obat ajaib untuk menumbuhkan rambut panjang dan sehat masuk sebagai Top 3 Berita Hari Ini. Benarkah demikian?

Air beras adalah air yang banyak mengandung pati dan nutrisi lain. Air beras umumnya kaya akan inositol, Vitamin E, Vitamin B, magnesium, serat, seng, dan mangan.

Topik selanjutnya membahas jenis-jenis sunscreen, terutama sunscreen mineral dan kimia. Keduanya disebut sama-sama bertugas melindungi kulit dari matahari, tapi cara kerjanya cukup berbeda.

Belakangan, sunscreen mineral semakin banyak dibicarakan karena disebut-sebut lebih lembut untuk kulit, bahkan ada yang menganggapnya lebih aman dibanding sunscreen kimia. Tapi, apa benar perbedaan tersebut sangat mencolok?

Menggenapi daftar adalah isu risiko greenwashing di sektor pariwisata berkelanjutan Indonesia. Menanggapi ini, Senior Sustainability Manager JLL Indonesia, Prisca Winata, mengatakan bahwa standar praktik keberlanjutan secara internasional tidak selalu bisa dipraktikan di indonesia.

"Menurut saya," ia menambahkan. "Mengambil langkah-langkah kecil lebih penting, menentukan realistic target."

Berikut ringkasan Top 3 Berita Hari Ini:

Manfaat Air Beras untuk Kesehatan Rambut, Benarkah Tak Ada Efek Samping?

Vitamin E dalam air beras berperan penting dalam meningkatkan kesehatan rambut. Kandungan ini kaya akan antioksidan yang disebut tokotrienol. Vitamin ini telah terbukti dapat meningkatkan pertumbuhan rambut pada orang yang menderita alopecia, yaitu penyakit yang menyebabkan kerontokan rambut.

Selengkapnya...

Sunscreen Mineral atau Kimia, Mana yang Lebih Aman dan Efektif untuk Kulit?

Perbedaan antara suncsreen mineral dan kimia sering kali disalahpahami. "Yang membedakan hanyalah mekanisme kerja dari filter tersebut," kata seorang dermatofarmakolog dari University of Zurich, Christian Surber.

Selengkapnya...

Mewaspadai Greenwashing di Sektor Pariwisata Berkelanjutan Indonesia

President Director ParongPong RAW Lab, Rendy Aditya, berbagi bahwa tidak akan ada greenwashing bila manfaatnya jelas. "Ini baik secara internal, yang jelas orientasinya pada keuntungan, dan eksternal," tuturnya.

Selengkapnya...