Sunscreen Mineral atau Kimia, Mana yang Lebih Aman dan Efektif untuk Kulit?

Simak perbedaan sunscreen mineral dan kimia agar tepat sesuai kebutuhan jenis kulitmu.

Diterbitkan 28 Agustus 2025, 02:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tabir surya atau sunscreen tak terhindarkan lagi menjadi bagian penting dari rutinitas harian banyak orang. Bukan cuma saat liburan ke pantai, sunscreen diperlukan untuk melindungi kulit sehari-hari dari sinar ultraviolet (UV) yang bisa merusak kulit dalam jangka panjang.

Saat berbicara soal jenis sunscreen, biasanya kita dihadapkan pada dua pilihan, yaitu sunscreen mineral dan sunscreen kimia. Keduanya sama-sama bertugas melindungi kulit dari matahari, tapi cara kerjanya cukup berbeda.

Belakangan, sunscreen mineral semakin banyak dibicarakan karena disebut-sebut lebih lembut untuk kulit, bahkan ada yang menganggapnya lebih aman dibanding sunscreen kimia. Tapi apa benar perbedaan tersebut sangat mencolok?

Mengutip laporan Euronews, Senin, 4 Agustus 2025, perbedaan antara keduanya sebenarnya lebih ke arah teknik dan sering kali disalahpahami. "Yang membedakan hanyalah mekanisme kerja dari filter tersebut," kata Christian Surber, seorang dermatofarmakolog dari University of Zurich.

Sunscreen kimia bekerja dengan cara menyerap sinar UV, lalu mengubahnya menjadi panas sebelum dilepaskan dari kulit. Sementara, sunscreen mineral membentuk lapisan tipis di atas kulit yang berfungsi memantulkan atau menyebarkan sinar UV agar tidak masuk.

Salah Kaprah Penyebutan Sunscreen

Sunscreen mineral sering disebut sebagai sunscreen 'fisik', sedangkan yang kimia disebut juga 'organik'. Tapi sebenarnya, istilah “mineral” dan “kimia” bisa menyesatkan. Pasalnya, semua sunscreen, baik yang berbasis mineral maupun bukan, tetap mengandung bahan kimia.

"Bisa berupa penyerapan, bisa juga penyebaran sinar. Yang penting, semua filter sudah dinilai keamanannya," jelas Surber.

Ia juga menyebut istilah yang lebih akurat seharusnya bukan ‘mineral vs kimia’, melainkan ‘filter larut’ dan ‘filter tidak larut’, tergantung apakah zat aktifnya bisa meresap ke kulit atau tidak.

Menariknya, banyak sunscreen mineral juga dicampur dengan zat tambahan atau booster agar kinerjanya lebih maksimal. Jadi, yang membedakan bukan semata soal bahan alami atau tidak, melainkan mekanisme perlindungannya.

Keamanan Sunscreen Kimia

Penggunaan sunscreen kimia sempat menuai kekhawatiran, terutama karena beberapa kandungan yang dituding bisa mengganggu sistem hormon. European Commission Scientific Committee on Consumer Safety (SCCS) pun turun tangan menilai tiga bahan aktif -xybenzone, homosalate, dan octocrylene- pada 2021.

Hasilnya, homosalate dan oxybenzone dinyatakan tidak aman bila digunakan pada konsentrasi yang saat itu umum ditemukan di produk sunscreen. Sementara, octocrylene dinilai aman asal tidak melebihi batas 10 persen. Namun, SCCS tetap menyatakan bahwa datanya masih belum bisa sepenuhnya disimpulkan.

Sebagai perbandingan, satu analisis memperkirakan bahwa untuk mencapai efek hormon yang sama seperti pada uji coba tikus, manusia harus memakai sunscreen mengandung oxybenzone setiap hari selama 277 tahun. Demi menjaga keamanan konsumen, Uni Eropa pun menetapkan batasan baru terkait kadar zat-zat tersebut pada 2022. 

Efektivitas Perlindungan dan Pilihan Terbaik

Selain soal keamanan, ada juga faktor efektivitas yang perlu diperhatikan saat memilih sunscreen. Menurut Laura Clays, banyak orang yang memilih sunscreen mineral karena kulitnya sensitif. Bahan aktif seperti zinc oxide dan titanium dioxide dianggap lebih lembut dan jarang menyebabkan iritasi.

Namun, pengujian yang dilakukan kelompok konsumen menunjukkan hasil yang cukup mengejutkan. Beberapa produk yang hanya mengandalkan filter mineral ternyata tidak memberikan perlindungan SPF setinggi yang tercantum di kemasan. "Yang hanya mengandung filter mineral tidak cukup melindungi," ungkap Clays.

Tekstur sunscreen mineral yang cenderung meninggalkan residu putih di kulit juga membuat sebagian pengguna malas mengoles ulang. Padahal, re-aplikasi adalah kunci agar sunscreen bekerja dengan maksimal, apalagi saat kulit berkeringat atau terkena air.

Meskipun begitu, para ahli tetap sepakat bahwa keduanya, baik sunscreen mineral maupun kimia, aman digunakan selama dipakai dengan benar. "Pada prinsipnya, semua filter sunscreen memiliki profil keamanan yang sudah dinilai dan dianggap aman," kata Surber.