Liputan6.com, Jakarta - Berbicara tentang kuliner India rasanya tidak akan lengkap tanpa memasukkan kari. Campuran bumbu rempah itu disajikan dengan daging, sayuran yang gurih dan harum, serta nasi dan roti naan.
Namun, yang mengejutkan, kata kari tidak berasal dari India. Melansir Atlas Obscura, Jumat (4/7/2025), Lizzie Collingham, yang menyebutkan adegan Bridget Jones dalam bukunya "Curry: A Tale of Cooks and Conquerors" menulis bahwa bumbu kari adalah sesuatu yang "dipaksakan orang Eropa pada budaya kuliner India."
Sementara juru masak India mereka menyajikan rogan josh, dopiaza, dan qorma, orang Inggris "mengoleksi semua ini di bawah judul kari." Menjinakkan kari juga membantu misi penjajahan Inggris.
Advertisement
Susan Zlotnick, seorang profesor bahasa Inggris di Vassar College, telah menulis tentang bagaimana para memsahib Raj Inggris melakukan pekerjaan kekaisaran dengan memasukkan unsur-unsur India ke dalam masakan Inggris dan membuat kari, pada dasarnya, secara budaya Inggris.
Â
Asal-usul Bumbu Kari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5240620/original/039114500_1748927002-kari_sapi.jpg)
Buku-buku masak saat itu adalah "dokumen budaya yang sadar diri di mana kita dapat menemukan metafora untuk imperialisme Inggris abad ke-19," tulis Zlotnick. "Berdasarkan domestikasi mereka sendiri, perempuan Victoria dapat menetralkan ancaman dari Yang Lain dengan menaturalisasi produk-produk dari negeri asing."
"Book of Household Management" (1861) karya Isabella Beeton dan "Modern Cookery in all its Branches" (1845) karya Eliza Acton, keduanya merupakan buku terlaris pada masanya, berisi banyak resep kari yang membutuhkan bubuk kari.
Sebagian besar masakan India saat ini terdiri dari bahan-bahan dari Amerika yang diperkenalkan para penjajah, seperti cabai, kentang, dan tomat. Perdagangan rempah-rempah pun jadi formatif bagi penaklukan kolonial Eropa, yang mendorong hubungan global antarbenua.
Ini terjadi saat "Eropa jelas tidak berada di pusat, tapi di pinggiran sistem dunia yang berpusat di sekitar Asia dan Timur Tengah," tulis antropolog Akhil Gupta dalam buku "Curried Cultures: Globalization, Food, and South Asia." Jadi, popularitas bubuk kari di Inggris memastikan perjalanannya ke Amerika bersama para pemukim awal.
Advertisement
Penggunaan Kata Kari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4598163/original/086548100_1696403462-sushmita-chatterjee-Xnb826JWdDI-unsplash.jpg)
Penjelajah Portugis Vasco da Gama mencapai Calicut di Pantai Malabar pada 1498. Itulah awal kehadiran bangsa Eropa dan Inggris di India yang pada akhirnya mengubah negara itu dalam berbagai cara, termasuk membentuk cara pandang kita terhadap masakan India saat ini.
"Jika Anda benar-benar menyelidikinya lebih dalam, tidak seorang pun benar-benar tahu dari mana (kata) kari berasal," kata Lizzie Collingham, seorang peneliti dan penulis, pada Every Bite di ABC Radio National.
Dr. Collingham mengatakan, kedatangan bangsa Portugis merupakan catatan paling awal tentang penggunaan kata kari pada hidangan India. Ada perdebatan mengenai asal-usul kata tersebut, dengan beberapa pakar mengatakan bahwa sumber etimologisnya bisa jadi adalah kata Tamil "kari."
Tapi, sebagian besar sejarawan makanan setuju bahwa penggunaannya berbeda dengan kata tersebut oleh bangsa Portugis atau Inggris. Dengan kedatangan para pemukim Eropa dan Inggris di India, terutama di sekitar Goa dan Cochin (sekarang Kochi), kata kari jadi cara untuk merujuk pada makanan yang dimakan orang India.
Lahirnya Bumbu Kari Bubuk
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4906970/original/098409800_1722502577-close-up-asian-food-ingredients-arrangement.jpg)
"Kari adalah istilah yang digunakan orang Portugis dan ketika orang Inggris mengadopsinya … Itulah sebutan mereka untuk hidangan apapun yang dimakan orang India," kata Dr. Collingham. Namun, orang India tidak menyebut makanan mereka seperti itu.
Dalam jangka waktu yang panjang, kehadiran Inggris di India meningkat. Orang Inggris mempekerjakan juru masak India, dan para pekerja ini akan menyesuaikan sajian sesuai selera bos mereka. "Rasanya terlalu pedas dan terlalu sulit dicerna oleh orang Inggris … Jadi mereka memodifikasi hidangan mereka agar sesuai selera orang Inggris," kata Dr. Collingham.
Orang Inggris menikmati sajian ini dan mencoba menirunya di kampung halaman, tapi mereka merasa bahwa proses pembuatannya yang autentik terlalu padat karya. Tidak lama kemudian, bubuk kari pun muncul. Itu adalah penemuan yang sepenuhnya "karya" orang Inggris.
"Jadi mereka menggoreng bawang, mencampurnya dengan bubuk kari, mencampurnya dengan daging dan air, lalu merebusnya … Iitulah yang disebut orang Inggris sebagai kari."
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4720929/original/002612200_1705657241-info_bumbu.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668432/original/066093000_1782703201-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-29T101610.906.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/342404/original/077297200_1734360117-IMG_3333.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2822602/original/001870000_1559618456-luisa-schetinger-1184877-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411698/original/040353100_1479708120-Inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1411690/original/061832400_1479707390-India.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259253/original/099827400_1781493084-AP26165774269127.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864218/original/041026400_1718404435-AP24166759629724.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263966/original/082388400_1782038241-000_B7RC3ZV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5415752/original/060786800_1763419826-000_84BP8PA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8525155/original/017274300_1782455154-AP26176798846634.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452334/original/003376600_1782349228-ney.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259033/original/064642600_1781436681-000_B6Z637Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8668326/original/051794500_1782703035-AP26179791541483.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259121/original/085743200_1781464083-063_2281573951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5241643/original/000306500_1749004088-AP25154539148672.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615223/original/052059800_1782601281-063_2283624238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615333/original/040722200_1782601521-000_B8JQ6V9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8580969/original/043486100_1782541050-Jumhur.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3278093/original/067513400_1603687908-scam-2048851_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4417797/original/068949800_1683380482-AP23126487037445.jpg)