Sukses

Gempa Turki Sebabkan Sejumlah Bangunan Bersejarah di Suriah Rusak, Kastil sampai Masjid

Liputan6.com, Jakarta - Gempa Turki berdampak di beberapa wilayah Suriah. Sejumlah situs arkeologi di negara itu rusak setelah guncangan gempa Senin pagi, 6 Februari 2023, menurut Direktorat Jenderal Purbakala dan Museum (DGAM) Suriah, dikutip dari CNN, Selasa (7/2/2023).

Benteng Aleppo abad ke-13 "mengalami kerusakan ringan dan sedang, (terdapat) retak dan bagian pagar pertahanan timur laut ambrol." "Sebagian besar kubah mercusuar Masjid Ayubi juga runtuh, pintu masuk ke kastil rusak, pintu masuk menara pertahanan kerajaan dan bagian depan tempat perlindungan Ottoman pun rusak," kata DGAM di sebuah unggahan Facebook.

Kota kuno Aleppo di barat laut Suriah sempat rusak parah akibat perang saudara di wilayah itu, tapi dibuka kembali pada 2018 setelah pekerjaan rekonstruksi DGAM. Namun, akibat gempa Senin, 6 Februari 2023, artefak di dalam Museum Nasional di Aleppo dilaporkan rusak.

DGAM juga memcatat kerusakan pada bangunan bersejarah dan masjid di Kegubernuran Hama di Suriah barat-tengah. Kerusakannya berupa retakan pada struktur, serta dinding runtuh di Masjid Imam Ismail dan Kastil Shmemis.

Kastil Al-Marqab, sebuah benteng Tentara Salib di dekat Baniyas, di barat laut Suriah, juga mengalami kerusakan, termasuk runtuhnya satu blok dari salah satu menara melingkarnya. "Gempa juga menyebabkan jatuhnya tebing batu di sekitar Kastil Qadous dan runtuhnya beberapa bangunan tempat tinggal yang terletak di kampus kastil," kata DGAM.

Para ahli masih mempelajari sepenuhnya kerusakan situs dan bangunan bersejarah, serta lingkungan sekitar. DGAM mengatakan pihaknya belum menerima "informasi yang akurat" tentang kerusakan di kota Homs akibat gempa Turki.

2 dari 4 halaman

Ribuan Rumah Hancur

UNICEF melaporkan bahwa ribuan rumah kemungkinan telah hancur setelah gempa di Turki dan Suriah, Senin, 6 Februari 2023. "Ribuan rumah kemungkinan besar telah hancur, menggusur keluarga dan mengekspos mereka ke waktu ketika suhu secara teratur turun di bawah titik beku dan salju, serta hujan beku biasa terjadi," sebutnya.

Mereka menyambung, "Badai salju yang lebat juga melanda beberapa bagian Suriah dan Turki, baru-baru ini, dengan perkiraan suhu di bawah nol derajat."

Di Turki saja, setidaknya 5.606 bangunan runtuh, menurut Badan Penanggulangan Bencana dan Darurat Turki. Juga, ada laporan kehancuran serupa di Suriah utara. Kemungkinan rumah sakit dan sekolah, serta fasilitas medis dan pendidikan lain "rusak atau hancur," kata UNICEF.

UNICEF bekerja sama dengan pemerintah Turki dan Manajemen Bencana dan Darurat Turki untuk "kebutuhan yang muncul terkait respons kemanusiaan yang lebih luas," kata pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa kelompok tersebut juga bersiap mendukung upaya serupa di Suriah.

3 dari 4 halaman

Laporan Korban Jiwa

UNICEF menyambung, "Anak-anak di Suriah terus menghadapi salah satu situasi kemanusiaan paling kompleks di dunia. Krisis ekonomi yang memburuk, perang lokal yang berlanjut hingga lebih dari satu dekade, pemindahan massal, dan infrastruktur publik yang hancur telah menyebabkan dua pertiga populasi di membutuhkan bantuan."

"Penyakit yang ditularkan melalui air menimbulkan ancaman mematikan lain bagi anak-anak dan keluarga terdampak," imbuhnya.

Sampai artikel ini ditulis, setidaknya 4.372 kematian telah dikonfirmasi setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,8 mengguncang Turki dan Suriah. Korban jiwa di Turki naik jadi 2.921 pada Selasa pagi (7/2/2023), menurut Yunus Sezer, kepala layanan bencana Turki.

Sebanyak 15.834 cedera telah dilaporkan, sambungnya. Di Suriah, 1.451 kematian dan 3.531 luka-luka telah dilaporkan para pejabat negara itu. Cuaca buruk dan skala bencana jadi tantangan bagi tim bantuan, menurut Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca.

"Kondisi cuaca dan skala bencana membuat tim kami sulit mencapai wilayah tersebut," kata Koca. "Helikopter kami tidak dapat lepas landas hari ini (6 Februari 2023) karena kondisi cuaca." Beberapa bagian Turki selatan dan Suriah utara telah dilanda badai salju lebat dalam beberapa hari terakhir, dengan perkiraan suhu di bawah nol derajat celcius.

 

4 dari 4 halaman

100 Gempa Susulan

Semua lembaga negara telah dimobilisasi dalam upaya pemulihan, termasuk polisi nasional, pekerja kota, Badan Penanggulangan Bencana dan Darurat, dan Gendarmerie, sebuah organisasi penegak hukum umum bersenjata bagian dari Kementerian Dalam Negeri Turki.

Setidaknya 2.256 petugas kesehatan darurat sejauh ini telah mencapai provinsi terdampak gempa, kata menteri kesehatan negara itu. Lalu, 602 ambulans dan dua pesawat ambulans telah dikirim dari kota tetangga. Selain itu, 187 tim yang tergabung dalam Tim Penyelamat Medis Nasional (UMKE) Turki juga telah diberangkatkan.

"Kami sudah memindahkan tim dari provinsi sekitar ke daerah," katanya. Rumah Sakit Negara Iskenderun, sebuah rumah sakit di kota Iskenderun, ambruk akibat gempa. "Kami berusaha menyelamatkan para pekerja medis dan pasien di sana," kata Koca. "Bencana seperti ini hanya bisa diatasi dengan solidaritas."

Setidaknya 100 gempa susulan berkekuatan magnitudo 4,0 atau lebih telah terjadi sejak gempa berkekuatan magnitudo 7,8  melanda Turki selatan pada Senin pagi waktu setempat, menurut Survei Geologi Amerika Serikat.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.