Sukses

Solusi Fesyen Berkelanjutan dengan Serat Rayon

Liputan6.com, Jakarta - Tren sustainability menjadi isu penting dalam bisnis, terlebih dengan kondisi Bumi yang mengalami krisis iklim. Salah satu aspek keberlanjutan yang jadi sorotan adalah fashion.

Fashion sustainability atau fesyen berkelanjutan erat kaitannya dengan tren fast fashion yaitu industri tekstil memproduksi berbagai macam pakaian secara besar-besaran yang diimbangi dengan tingkat konsumtif masyarakat yang tinggi terhadap mode. Hal tersebut dapat menimbulkan sampah tekstil.

Asia Pacific Rayon (APR), menggelar ‘Re-See Jakarta Fashion Week 2023 Collection’ sebagai dukungan lanjutan terhadap fashion berkelanjutan di Indonesia. Sebagai produsen serat viscose-rayon berkelanjutan, Asia Pacific Rayon menampilkan kembali kolaborasinya dengan lima jenama asal Indonesia di Jakarta Fashion Hub pada 7-11 November 2022.

Re-See Collection ini dihadirkan pula untuk memberikan akses kepada media dan publik yang belum menyaksikan koleksi kolaborasi dari lima jenama pada ajang Jakarta Fashion Week 2023. Dengan begitu, pegunjung dapat mengetahui lebih lanjut mengenai koleksi yang dipamerkan dalam ‘Re-See Jakarta Fashion Week 2023 Collection’.

Sebelumnya, kelima jenama fashion asal Indonesia, FREDERIKA, Oline Workrobe, BT Batik Trusmi, Geulis, dan everyday telah menampilkan koleksinya pada ajang Jakarta Fashion Week 2023, akhir Oktober lalu. Tema yang diusung dalam koleksi ini yaitu ‘I Love Viscose’.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Serat Rayon yang Ramah Lingkungan

Asia Pacific Rayon turut memamerkan material serat rayon yang diaplikasikan pada mode. Material ini terbuat dari selulosa kayu dengan tekstur yang menyerupai kapas sebelum diubah menjadi benang.

Bahan baku yang dipakai oleh industri tekstil pada umumnya terbuat dari nilon ataupun poliester. Kedua bahan tersebut pada dasarnya terbentuk dari plastik yang dihasilkan oleh minyak bumi.

Tentunya hal tersebut akan mencemari bumi. Dilansir dari The Guardian, Rabu (9/11/2022), serat mikro dari pakaian terlepas saat pakaian dicuci dan dapat mencemari lautan. Tidak hanya itu, dampaknya juga membahayakan makhluk hidup di lautan yang juga dikonsumsi oleh manusia.

Berbeda dengan serta viscose-rayon, serat pakaian yang biasa digunakan dalam industri tekstil pada umumnya tidak dapat terurai. Viscose-rayon dinilai dapat terurai atau biodegradable karena keasliannya dari serat kayu. 

Serat kayu yang digunakan berasal dari pohon akasia dan eucalyptus yang diolah. Selain itu, serat kayu tersebut berasal dari hutan yang dikelola secara lestari serta yang dipanen dalam waktu lima tahun penanaman dan panen berikutnya. Untuk proses penguraiannya dilakukan dengan dikubur tiga sampai empat minggu.

3 dari 4 halaman

Tekstur Serat Rayon

Dalam pameran tersebut, turut ditampilkan material serat rayon agar para pengunjung dapat merasakan teksturnya sebelum diolah menjadi pakaian. Serat rayon diaplikasikan oleh para perancang busana dalam berbagai gaya, mulai dari batik kontemporer, konsep minimalis modern, hingga praktikal.

Sustainable fashion kini menjadi hal yang sangat critical untuk ekosistem fesyen dunia,” ujar Zoey Rasjid, Head of Marketing Communication Asia Pacific Rayon (APR) dalam keterangan pers yang diterima Liputan6.com, Rabu (9/11/2022).

Oleh karena itu, Zoey menambahkan, berharap adanya dukungan Asia Pacific Rayon dan kolaborasi yang diinisiasi melalui Jakarta Fashion Hub dapat turut memberikan kontribusi yang positif. Dengan kontribusi yang positif dapat memajukan industri fesyen di Indonesia yang berkelanjutan. 

Sebelumnya, Asia Pacific Rayon adalah produsen viscose-rayon pertama di Asia dari hutan tanaman industri terbarukan. Dengan pabrik yang berlokasi di Pangkalan Kerinci, Riau berkomitmen untuk menjadi produsen viscose-rayon dengan prinsip berkelanjutan, transparansi, dan efisiensi secara operasional.

4 dari 4 halaman

Koleksi yang Ditampilkan

Selanjutnya, dari kelima jenama yang berkolaborasi, FREDERIKA memamerkan koleksi batik kontemporer yang terinspirasi dari kompleks hutan tanaman industri berkelanjutan yang berada di Riau. Makna dari desain ini merupakan simbol keharmonisan antara manusia dengan alam.

Jenama Oline Workrobe memamerkan koleksi yang disebut ‘NISKALA’. Pakaian yang nyaman digunakan sehari-hari dengan desain yang konstruktif. Koleksi dari jenama ini memanfaatkan bahan sisa produksi untuk mendukung fashion yang berkelanjutan.

BT Batik Trusmi menampilkan koleksi batik yang bertajuk ‘Sejati Bersanding’. Latar belakang dari koleksi ini yaitu perjuangan seorang putri, Ong Tien yang menggadaikan kemewahan untuk bertemu dengan kekasihnya, Sunan Gunung Jati. Perjalanan cinta keduanya menggambarkan akulturasi budaya.

Kemudian, jenama lainnya yang berkolaborasi dengan Asia Pacific Rayon yakni, Geulis dengan koleksi ‘Bloom Refresher Spring Summer 2023’. Desain yang diusung didominasi oleh bentuk bunga dengan paduan warna-warna cerah. Koleksi yang ditampilkan berupa baju layering, celana panjang, dan setelan statement.

Koleksi dari everyday yang bertajuk ‘Shape & Form’ turut memeriahkan pameran Re-See Jakarta Fashion Week 2023 Collection. Koleksi ini terinspirasi dari suasana perkotaan seperti stasiun, gedung pencakar langit, hingga lanskap kawasan bisnis. Warna yang ditampilkan didominasi oleh warna terang dengan motif persegi panjang.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS