Sukses

Makna Rahasia Anting-Anting Bermotif Sarang Lebah yang Dipakai Kate Middleton

Liputan6.com, Jakarta - Tugas kerajaan makin padat bagi Kate Middleton. Baru-baru ini, ia menyelesaikan kunjungan ke Manchester untuk memperingati kematian tragis para korban serangan teroris saat konser Ariana Grande digelar pada 2017 lalu.

Duchess of Cambridge hadir bersama Pangeran William. Untuk kesempatan itu, ia terlihat mengenakan sepasang anting emas berbentuk sarang lebah dan lebah keluaran brand asal London, Vanleles Diamond. Dikutip dari laman Page Six, Rabu (11/5/2022), anting tersebut berharga 1.478 dolar AS atau sekitar Rp2,5 juta.

Desainernya, Vania Dörffer, mengatakan bahwa anting-anting tersebut terbuat dari perpaduan emas kuning, enamel, berlian, dan safir. Ia mengaku anting tersebut dipesan khusus oleh Kate.

Lebah sering digunakan belakangan ini setelah serangan di Manchester Arena sebagai simbol solidaritas. Banyak orang mengunggah gambar di media sosial atau menggunakan benda-benda bertema lebah.

Begitu pula dengan Ariana Grande yang menato belakang telinganya dengan gambar lebah setelah menghentikan turnya selama dua minggu. Penyanyi pop itu akhirnya kembali ke Manchester untuk menggelar konser amal yang berhasil meraup 13 juta dolar AS yang disumbangkan kepada para korban dan penyintas.

Akibat serangan teror bom itu, 22 orang terbunuh, termasuk enam anak-anak. Sementara, tugu peringatan yang disebut Glade of Light, secara resmi didedikasikan untuk peringatan yang dihadiri pasangan Kate dan Pangeran William. Kate juga menunjukkan dukungannya kepada warga Manchester dengan mengenakan gelang karet berwarna pink dengan gambar bintang dan tulisan, "Kami memilih cinta."

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kenang Diana

Dalam kesempatan itu, Kate mengenakan gaun berjubah keluaran Michael Kors dan menenteng dompet dari Polene. Ia menyempurnakan penampilannya dengan sepatu suede hak tinggi dari Rupert Sanderson dan kalung berliontin keluaran Astley Clarke Lapis yang berharga 205 dolar AS atau sekitar Rp3 juta.

Busana terlihat senada dengan setelan biru yang dikenakan William. Dalam pidatonya, ia sempat berbagi perasaannya tentang kehilangan sang ibu, Putri Diana.

"Sebagai seseorang yang hidup dengan kesedihan (kehilangan ibu), saya juga memahami bahwa apa yang paling penting bagi orang yang berduka adalah mereka yang meninggal tidak dilupakan," kata Duke.

Ia menambahkan, "Ada kenyamanan dalam mengingat. Mengakui bahwa sementara yang terkasih pergi dengan cara mengerikan terlalu cepat, mereka sendiri tetap hidup. Mereka mengubah hidup kita. Mereka dicintai."

Kemunculan itu merupakan rangkaian agenda padat William pada Selasa kemarin. Ia terlihat menghadiri pembukaan Parlemen Negara bersama sang ayah, Pangeran Charles, dan istrinya, Camilla.

3 dari 4 halaman

Agak Terlambat

Pangeran William hadir pada upacara Pembukaan Parlemen Negara untuk pertama kalinya. Ia duduk di sebelah kanan Charles di salah satu Kursi Negara. Ini menandakan langkah penting bagi Duke of Cambridge dan persiapan kunci untuk peran masa depannya sebagai Pangeran Wales dan kemudian Raja Inggris.

Tugas itu juga datang relatif terlambat pada William, mengingat ayahnya menghadiri pembukaan kenegaraan pertamanya pada 1967, ketika baru berusia 18 tahun. Seperti William, dia duduk di samping di salah satu Kursi Negara, bersama Ratu Elizabeth II yang berpidato.

Pembukaan Parlemen Negara adalah tugas konstitusional Raja Inggris yang paling penting. Pangeran Charles menyampaikan pidato mewakili Ratu yang mendadak tak bisa hadir karena mengalami gangguan kesehatan. Momen ini adalah langkah besar bagi Pangeran Charles.

Kehadirannya dalam acara kenegaraan itu harus disahkan terlebih dahulu oleh Ratu Elizabeth melalui "Surat Paten" yang untuk sementara mengalihkan kewenangan konstitusionalnya kepada Pangeran Wales dan Pangeran William. Ratu hanya melewatkan Pembukaan Parlemen Negara dua kali dalam 70 tahun masa pemerintahannya yang bersejarah. Ia melewatkan acara pada 1959 dan 1963 ketika sedang mengandung Pangeran Andrew dan Pangeran Edward.

Pidatonya saat itu disampaikan Lord Chancellor (saat ini anggota parlemen Konservatif, Dominic Raab). Charles juga didampingi istrinya Camilla. Kehadirannya sangat penting mengingat fakta bahwa Ratu Elizabeth II baru-baru ini menyatakan keinginannya agar Camilla dikenal sebagai permaisuri ketika Charles naik takhta suatu hari nanti.

4 dari 4 halaman

Wakili Ratu Elizabeth II

Sebelumnya, Kate Middleton juga bertugas mewakili Ratu Elizabeth II untuk menyerahkan penghargaan The Queen Elizabeth II Award for Bristish Design. Calon ratu Kerajaan Inggris tampil memesona. Ia mengenakan gaun hijau botol bertekstur kerikil rancangan desainer Kanada-Inggris, Edeline Lee, jauh dari kebiasaan Kate saat menghadiri acara high fashion di Museum Desain London.

Dikutip dari laman Page Six,gaun midi yang menampilkan leher tinggi berkerah dengan detail dasi di siku itu berharga 981 dolar AS atau sekitar Rp14,2 juta. Gaun tersebut dipasangkan dengan gesper emas ganda melingkari pinggang.

Penampilan itu dipadankan dengan statement earrings emas dari label Nadine Irena. Anting-anting itu juga sempat dikenakannya saat menjalani tur Karibia, begitu pula dengan sepatu Emmy London berbahan suede hijau dan clutch warna senada. Masing-masing diketahui berharga Rp6 juta dan Rp5,4 juta. 

Di sepanjang acara, Kate terlihat berbincang dengan Pemimpin Redaksi Vogue Inggris, Edward Enninful. Sosok itu pernah bekerja sama dengan Meghan Markle saat ia jadi editor tamu majalah tersebut untuk edisi September 2019.

Kate juga menemui para desainer baru yang berpartisipasi dalam inisiatif British Fashion Council Foundation. Program itu menyediakan kesempatan bagi para desainer baru berbakat dengan dukungan keuangan dan kesempatan mentoring. Duchess akan mempersembahkan The Queen Elizabeth II Award for British Design kepada pemenang yang belum diumumkan, dilanjutkan dengan menonton peragaan busana yang imersif dari sang desainer.