Sukses

Koleksi Pakaian Anak dari Sampah Botol Plastik Kolaborasi H&M dan Danone-Aqua

Liputan6.com, Jakarta - Koleksi 'Bottle2Fashion' kembali meluncurkan pakaian hasil daur ulang. Koleksi pakaian anak bernama Bottle2Fashion ini merupakan hasil kerja sama antara H&M dan Danone -AQUA dalam menanggulangi sampah botol plastik. Program ini juga merupakan bagian dari kampanye Danone-AQUA #bijakberplastik. 

"Proyek bottle2fashion merupakan sebuah langkah maju untuk pendekatan yang lebih sirkular dan kolaboratif di H&M.  Hal ini merupakan upaya kami membantu menjaga pantai dan lautan tetap bersih," ucap Karina Soegarda, Communications Manager & Sustainability H&M Indonesia dalam jumpa pers virtual, Selasa, 18 Januari 2022.

Program ini memberikan kehidupan kedua pada botol plastik sekali pakai. Kolaborasi tersebut diklaim untuk mendukung inisiatif pemerintah Indonesia melawan pencemaran laut, sekaligus menciptakan lapangan kerja lokal. Caranya dengan mengumpulkan botol PET, menyortir, membersihkan, merobeknya menjadi serpihan dan kemudian membuatnya menjadi serat poliester daur ulang.

"Sampai akhir tahun 2021, kami sudah berhasil mengumpulkan dan mendaur ulang lebih dari 7,5 juta botol plastik PET. Jumlah ini dua kali lebih banyak dibandingan tahun sebelumnya, yaitu sekitar 3,5 juta botol," terang Jeffri Ricardo, Packaging Circularity Senior Manager-Danone.

"Di awal tahun ini, kami juga sudah memproduksi pakaian anak yang dibuat dari 663.869 botol PET. Kali ini, koleksi pakaian untuk anak usia sekitar 9 sampai 14 tahun," sambungnya.

Koleksi pakaian anak tersebut sudah tersedia di berbagai toko di seluruh dunia pada akhir Desember 2021 dan dijual secara online mulai awal Januari 2022. Sedangkan, di Indonesia sudah tersedia sejak 24 Desember 2021.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Katun dan Poliester

 

Proyek kolaborasi ini sudah dimulai sejak 2017. Saat itu, mereka baru memproduksi barang-barang ukuran kecil seperti kaus kaki dan sarung tangan. "Pada 2020 lalu kami putuskan scale up ke koleksi yang lebih besar dan sudah tersedia di toko-toko H&M. Karena itu kita membuat pakaian anak-anak," jelas Anya Sapphira, Regional Sustainability Manager H&M Group Production Office H&M Indonesia.

Anya menambahkan koleksi pakaian anak yang diluncurkan terdiri dari basic wear berupa hoodie, atasan lengan panjang, dan bawahan berupa celana training, untuk anak usia 1,5 sampai 10 tahun. Koleksi ini terdiri dari 60-80 persen katun organik yang dicampurkan dengan poliester.  Jumlah bahan katun yang lebih besar ditujukan agar pakaian tersebut masih memberikan rasa hangat dan nyaman di kulit. 

Koleksi itu terdiri dari beberapa warna, yaitu hitam, abu-abu, cokelat, biru tua, merah muda, lavender, ditambah hijau cerah, kuning bunga matahari dan biru cerah. Varian itu disebut membuat koleksi jadi lebih hidup dan berwarna.

3 dari 4 halaman

Produk Pakaian Lain

"Kita terus berinovasi dan berkreasi dengan meluncurkan pakaian anak di tahun ini, tapi ini untuk yang lebih besar, untuk usia 9 sampai 14 tahun, untuk anak laki-laki dan anak perempuan. Kita menyebutnya koleksi big boys dan big girls," ujar Anya.

Tak menutup kemungkinan, mereka akan memperluas penggunaan bahan yang lebih berkelanjutan untuk kategori produk pakaian lainnya. "Untuk saat ini kita memang baru memproduksi kids wear, karena (ukurannya) lebih kecil jadi proses produksinya lebih simpel. Nantinya bisa ke departemen lain, bisa saja pakaian untuk remaja atau orang dewasa," ungkap Karina.

Karina menambahkan, proses pembuatan pakaian berbahan botol plastik daur ulang ini berawal dari pengumpulan botol yang dibawa ke Recycling Business Unit (RBU) dampingan Danone-AQUA di Tangerang Selatan untuk dipilah, dicacah dan dibersihkan. Cacahan plastik kemudian dikirim ke fasilitas produksi H&M Indonesia untuk diproses menjadi serat poliester dan diubah menjadi berbagai produk fesyen.

4 dari 4 halaman

Indonesia Sumbang Sampah Plastik Terbesar Kedua Sejagat