Sukses

Bayi di Jawa Tengah Dinamai dengan Nama Tempat Kerja Ayahnya Selama 18 Tahun

Liputan6.com, Jakarta - Tiap orangtua punya pertimbangan sendiri dalam memilih nama anak mereka. Anak-anak biasanya akan diberi nama yang baik dan punya makna khusus.

Namun, seorang pria asal Jawa Tengah membuat mertuanya jengkel setelah menamai putranya dengan sangat unik.  Slamet Wahyudi dilaporkan sudah bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Komunikasi Informasi Statistik selama 18 tahun.

Pada usia lima bulan, putra Wahyudi dinamai sesuai tempat kerjanya. Rupanya sebelum menikahi sang istri, Wahyudi sudah terlebih dulu mengatakan bahwa jika nanti mereka memiliki anak laki-laki, harus dinamai Dinas Komunikasi Informatika Statistik.

Dilansir dari The Sun, Selasa (11/1/2022), Dinas Komunikasi Informatika Statistik, yang kini sudah berusia setahun lebih, dipanggil Dinko. Nama panggilannya diambil dari singkatan Dinas Komunikasi Informatika Statistik.

Dinko tentu lebih mudah diucapkan dan lebih umum dibanding memanggil anaknya dengan nama Dinas atau Statistik. Menurut Wahyudi, dia diterima bekerja sebagai PNS di kota Brebes pada 2003 dan kantornya telah menjadi seperti rumah kedua baginya.

Hal itu membuatnya tergerak memberi nama anak yang identik dengan nama kantornya. Meski mulanya tak setuju dengan penamaan sang cucu, kakek nenek Dinko akhirnya menyepakati nama tersebut.

Memberi nama yang unik pada anak sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Belakangan, bahkan semakin banyak orangtua yang memberi nama tidak biasa untuk anak-anak mereka.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kesulitan Mengurus Berkas

Pasangan suami istri asal Sumatra Selatan, misalnya, yang memberikan nama unik pada anak laki-laki mereka, yaitu ABCDEF GHIJK Zuzu. Terdengar asing, nama bocah ini pun viral di media sosial.

Anak tersebut merupakan putra sulung dari tiga bersaudara pasangan Zulfahmi (41) dan Zuhro Liani (36) yang tinggal di Desa Ujan Mas Baru, Kecamatan Ujan Mas, Muara Enim, Sumatra Selatan. Ia lahir pada 21 Agustus 2009.

Bocah ini punya nama panggilan Adef atau Adebz. Ia mendadak viral di media sosial setelah menjalani vaksin Covid-19 di klinik Polres Muara Enim, beberapa waktu lalu. Menurut Zulfahmi, nama abjad untuk anaknya sudah direncanakan sejak dirinya masih bujangan. Ia ingin anaknya kelak memiliki nama unik dan dapat dikenal banyak orang.

Lantaran sang anak punya nama yang unik, Zulfahmi mengaku sempat kesulitan mengurus berkas anaknya di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Saat itu, petugas meragukan kebenaran nama untuk membuat akte kelahiran dan Kartu Keluarga. Ia bahkan harus bolak-balik ke Disdukcapil karena keraguan tersebut.

Ia menyebut putranya sempat jadi pusat perhatian guru dan temannya saat masuk sekolah dasar. Beruntungnya Adef tak merasa terganggu dengan namanya yang membuatnya terkenal.

3 dari 4 halaman

4 Huruf Saja

Tak hanya di Indonesia, di Belgia juga ada pasutri yang memberi nama unik untuk anak-anak mereka. Gwenny Blanckaert dan Marino Vaneeno adalah orangtua dari tujuh anak perempuan dan empat anak laki-laki.

Sejak pertama punya anak, pasangan ini memutuskan untuk memberi nama dengan empat huruf saja yaitu A, E, L, dan X.  Dua anak pertama Gwenny dan Marino dinamai Alex dan Axel. Setelah itu, mereka memutuskan memakai variasi nama dari huruf A, E, L, dan X untuk sembilan nama lainnya.

"Menurut kami, Alex adalah nama yang bagus dan kami memanggil anak kedua kami Axel. Kami sadar keduanya punya huruf yang sama, jadi kami memutuskan untuk terus seperti ini," ungkap Gwenny. Nama kesembilan anak lainnya adalah Xela, Lexa, Xael, Xeal, Exla, Leax, Xale, Elax, dan Alxe.

Meski mirip dan terlihat sulit, pasangan ini bersikeras bahwa mereka tidak kesulitan menyebut nama anak-anak mereka. Di sisi lain, nama anak-anak ini menyusahkan pihak sekolah, serta membuat bingung. Terlebih, ada lima dari anak mereka berada di sekolah yang sama.

4 dari 4 halaman

5 Tips Pakai Masker Cegah Covid-19 untuk Anak