Sukses

Inovasi Mobil Karavan Bertenaga Surya Ciptaan Mahasiswa di Belanda, Isinya bak Rumah Berjalan

Liputan6.com, Jakarta - Semakin buruknya krisis lingkungan yang melanda dunia mendorong sejumlah orang mengembangkan inovasi untuk menekan kerusakan lingkungan lebih lanjut. Salah satunya dengan mengembangkan mobil karavan bertenaga surya. 

Dilansir dari CNN, Rabu, 20 Oktober 2021, campervan ini sudah bepergian di sepanjang jalan Eropa hampir 2.000 kilometer tanpa henti. Mobil karavan bernama Stella Vita ini digambarkan sebagai ‘rumah mandiri di atas roda’.

Mobil itu dipasangi panel surya pada atap mobil karena energi matahari menjadi satu-satunya sumber energi kendaraan itu. Kendaraan ini juga dilengkapi dengan peralatan kebutuhan hidup, termasuk tempat tidur dengan kasur ukuran double, sofa, area dapur, dan kamar mandi. Tidak hanya shower saja, kamar mandi pun dilengkapi dengan wastafel dan toilet.

Stella Vita dapat memuat dua penumpang yang dapat mengemudi, memasak sarapan, hingga menonton televisi. Semua kegiatan tersebut hanya menggunakan baterai bertenaga surya milik kendaraan.

Kendaraan Stella Vita diciptakan oleh 22 mahasiswa dari Universitas Teknologi Eindhoven, Belanda. "Tujuan utamanya yaitu benar-benar untuk menginspirasi orang, pangsa pasar, dan masyarakat untuk mempercepat transisi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan," ujar Tijn Ter Horst (21), anggota Solar Team Eindhoven 2021, yang membuat kendaraan Stella Vita.

"Apa yang kami coba lakukan adalah menunjukkan kepada orang-orang dan kepada perusahaan apa sudah mungkin," tambahnya.

Tim Solar Team Eindhoven 2021 mulai berdiskusi membuat proyek kendaraan bertenaga surya pada September lalu. Mereka mendapat ide untuk membuat Stella Vita dalam dua bulan. Dari November 2020 hingga Maret 2021, mereka mendesain campervan yang bertujuan untuk membuat kendaraan se-aerodinamis dan seringan mungkin, tetapi tetap terlihat bagus.

Pada Juli 2021, mereka telah selesai membuat kendaraan dan mulai mengujinya di jalanan. Campervan telah memiliki lisensi untuk digunakan di jalan raya pada awal September dan memulai tur Eropa pada akhir bulan tersebut.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Dari Belanda ke Spanyol

Mereka mengawali tur dari Eindhoven ke Tarifa, paling ujung selatan Spanyol, pada 15 Oktober 2021. Perjalanan ini ditempuh sejauh 3.000 kilometer.

"Ini adalah mobil ini tampak sangat khas sehingga ketika Anda mengemudi, misalnya ke Paris atau kota lain, semua orang di sana melambaikan tangan ataupun mengambil foto," ujar Horst. "Sangat menyenangkan melihat apa yang kami capai dalam satu tahun dan kami sangat menantikan untuk menginspirasi lebih banyak orang lagi."

Kendaraan itu hanya dapat melakukan perjalanan hingga 600 kilometer dengan baterai 60 kWh ketika terisi penuh, bahkan untuk perjalanan di malam hari dan cuaca mendung. Namun, ketika matahari bersinar terang, jangkauannya dapat bertambah hingga 130 kilometer.

Ketika melakukan uji coba, tim Solar Team Eindhoven 2021 melaju sekitar 300 kilometer setiap tujuannya, dengan kecepatan tertinggi 120 kilometer per jam. Ketika kendaraan terparkir atapnya dapat ditinggikan, memungkinkan penumpang untuk berdiri. Panel surya pun dapat dipanjangkan dari lebar 8,8 meter persegi menjadi 17,5 meter persegi.

 

3 dari 4 halaman

Konsumsi Energi

Ketika kendaraan bergerak, penumpang dapat melacak konsumsi energi yang mereka gunakan pada sistem built-in infotainment. "Ini akan menciptakan kesadaraan energi. Anda dapat melihat berapa banyak energi yang masuk dari matahari, berapa banyak energi yang ada di baterai," ujat Horst.

Horst menambahkan jika penumpang ingin membuat pancake, pada sistem built-in infotainment akan tertera berapa energi yang dipakai untuk membuat makanan tersebut.

Kendaraan bertenaga surya ini bukanlah kendaraan pertama yang dibuat oleh kampus itu. Tim Solar Team Eindhoven 2013 pernah membuat kendaraan yang disebut sebagai mobil keluarga bertenaga surya pertama di dunia.

Menurut Horst, tim tahun ini ingin membuat kendaraan yang memungkinkan pengguna hidup dengan menggunakan energi matahari, tetapi tidak hanya mengendarainya saja. Horst mengharapkan agar Stella Vita mengikuti jejak alumni Solar Team Eindhoven yang sampai mendirikan perusahaan Lightyear di 2016 untuk memproduksi mobil keluarga bertenaga surya. (Gabriella Ajeng Larasati)

4 dari 4 halaman

Kenali 4 Risiko Mobilitas Saat Liburan di Masa Pandemi