Sukses

Cara Cinta Laura Lawan Pelecehan Seksual di Ranah Publik

Liputan6.com, Jakarta - Cinta Laura berbagi pengalaman sebagai korban pelecehan seksual di ranah publik. Perempuan 27 tahun itu menceritakan pengalaman yang membuatnya "frustasi" dalam peluncuran kampanye melawan pelecehan seksual di ranah publik gagasan L'Oreal Paris di momen Hari Perempuan Sedunia 2021.

"Satu jam setelah syuting kampanye Stand Up, aku pergi ke daerah Jakarta Pusat untuk bertemu teman. Kondisi saat itu banyak jalan ditutup dan supaya lebih mudah, aku bilang sama sopir mau turun di sini saja, di seberang jalan, jadi bapaknya tidak perlu memutar," kata spokesperson L'Oreal Paris tersebut dalam jumpa pers virtual, Senin (8/3/2021).

Saat keluar mobil, sambung Cinta, tiba-tiba ada seorang pria melakukan pelecehan seksual secara verbal padanya. "Ia bilang, 'Oh seksi.' Itu aku marah banget," tuturnya, sembari menambahkan bahwa saat itu ia memakai celana panjang, pakaian tertutup, dan masker.

"Ini sekali lagi jadi bukti bahwa pakaian apapun yang dipakai korban tidak memengaruhi tindak pelecehan seksual," tutur perempuan blasteran Indonesia-Jerman tersebut. Di kondisi tersebut, Cinta memilih langsung mengeluarkan ponsel dan mulai merekam.

Ia kemudian berkata, "Coba tadi mas bilang apa? Kalau berani coba bilang lagi dan saya rekam buat langsung dilaporkan," kata Cinta menirukan ucapannya kala itu. Setelah berbuat demikian, Cinta menambahkan, dari raut wajahnya, pelaku tampak kaget dan takut.

"Orang tersebut tak menyangka saya akan bereaksi seperti itu," imbuh Cinta Laura. Kondisi itu diakui Cinta membuatnya sangat tak nyaman. "Tapi, aku senang aku bisa membela diriku sendiri," tuturnya.

 

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

2 dari 4 halaman

Tolak Normalisasi Kelakuan Tidak Benar

Kesadaran akan isu pelecehan seksual di ranah publik, ucap Cinta Laura, sangat penting. "Sedihnya mayoritas orang tidak sadar apa saja bentuk pelecehan seksual di ranah publik, sehingga banyak kelakuan tidak benar yang dinormalkan," kata pemain film After the Dark tersebut.

Soal memilih tindakan saat mengalami atau hendak mengintervensi pelecehan seksual di ranah publik, Cinta menyarankan untuk lebih dulu menganalisa keadaan. Jangan sampai tindakan yang diambil nantinya malah membahayakan korban maupun diri sendiri.

"Kalau melihat dari kepribadianku yang tidak takut mengekspresikan opini, aku memang lebih sering menegur. Singkat saja karena kalau terlalu bertele-tele, pelaku bisa saja malah memanipulasi keadaan dan akhirnya malah menyalahkan korban," kata Cinta.

Yang harus digarisbawahi sebagai saksi pelecehan seksual di ranah publik, tutur Cinta, intervensi bukan soal konfrontasi dan membuat keributan makin panjang. "Itu adalah soal menjaga sesama perempuan, menjaga sesama manusia," imbuhnya.

3 dari 4 halaman

Infografis Tarik Ulur RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: